
"Aish… hentikan!" omel zahra yang sudah sangat nampak kesal dengan rendi.
"Iya* aku berhenti tapi hanya untuk sementara" jawab rendi sambil terkekeh.
Zahra menghela nafasnya 'Oh jika aku bisa memilih aku akan memilih sifat dingin mu dari pada sikap menjengkelkan mu ini' batin zahra sambil me melototi matanya ke rendi.
Sadar di akan mata zahra yang sedang me melototi nya rendi pun menjadi tidak nyaman. "Hey… hati* jangan terus me melototi ku nanti matamu keluar" canda rendi.
Zahra semakin kesal dengan rendi. "Apa kepalamu baik* saja? kau tidak menabrak sesuatu kan sampai membuat otak di kepalamu miring" tanya zahra.
pletak
"Aish… dari tadi pertanyaan mu selalu saja konyol! memangnya aku menabrak apa sampai membuat otak kepalaku miring" seru rendi sambil menunjukkan senyuman kemenangannya karena untuk kesekian kalinya ia berhasil menjitak kepala zahra.
"Ahh… boleh kau menjawab pertanyaan ku saja tanpa harus menjitak kepalaku" omel zahra frustasi karena rendi selalu saja menjawab pertanyaan zahra namun di awali dengan sebuah jitakan di kepala zahra.
"Haha… sepertinya tidak bisa karena aku sangat suka menjitak kepalamu setiap kali kau menanyakan pertanyaan yang konyol" jawab rendi sambil tertawa penuh kemenangan.
__ADS_1
-Luar ruangan
"Hey apa kau mendengarnya? tuan muda tertawa? apakah itu tuan muda rendi? dia tidak sedang kerasukan setan kan?" tanya hengki secara beruntun kepada aris.
pletak
"Aish… kau sama saja seperti tuan muda selalu saja suka menjitak kepala orang" omel hengki.
"Siapa suruh kau bertanya padaku secara beruntun dan tidak membiarkan aku menjawab pertanyaan mu" jawab aris yang juga kesal kepada hengki yang selalu saja bertanya namun tak membiarkan aris menjawab pertanyaannya
"Hehe… maaf* aku hanya heran saja. Lagi pun kau tak kaget lihatlah tuan rendi tertawa" seru hengki sambil menunjuk tangannya ke arah rendi.
Ya semenjak tragedi kakak perempuan rendi, Rendi yang awalnya seorang yang lemah lembut berubah menjadi sosok yang sangat kejam dan dingin. Melihat rendi tertawa ikhlas adalah suatu hal yang sangat langka.
"Semoga saja dokter zahra bisa untuk merubah sikap tuan rendi" lirih aris kepada hengki.
"Amin… semoga saja. Ya allah berikanlah ketabahan dan kesabaran kepada dokter zahra saat menghadapi tuan rendi" doa hengki seraya mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Amin" jawab semua anggota THE LION secara bersamaan.
Hengki dan aris kaget saat mendengarnya. "Hey… apakah kalian menguping pembicaraan kami" tanya hengki.
"Tidak kami tidak menguping hanya saja bos aris dan bos Hengki lah yang berbicara terlalu keras sehingga kami pun mendengarnya dan ikut mengaminkan doa bos hengki. Karena kata pak ustad kalau ada yang sedang berdoa dan doanya itu baik maka kita wajid ikut mengaminkannya" jawab salah satu anak buah rendi.
"Tapi apakah kalian setuju tuan rendi dan dokter zahra jika menikah" tanya hengki kepada anak buahnya.
"Setuju!" sorak anak buah rendi secara bersamaan.
Sorakan di luar ruangan berhasil menyita perhatian rendi dan zahra.
"Ada apa itu di luar ribut*" tanya zahra kepada rendi. Dan rendi membalas nya dengan mengangkat kedua bahunya tanda bahwa ia juga tidak tau.
Hay guys makasih yang udah baca novel aku😗❤
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏🙏
__ADS_1
Dan tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar😊
Selamat membaca😊🤗🥰🌈