Jodohku Bos Mafia

Jodohku Bos Mafia
Eps 22 Bertemu Orang Tuanya


__ADS_3

"Tidak usah aku akan memasak sendiri untuk makan malam ku" jawab zahra ramah.


"Ehm… tapi aku ingin makan kue yang bernuansa cokelat" ucap zahra


"Ah… baiklah nona" ucap pelayan.


Zahra pun pergi meninggalkan pelayan tersebut dan menuju taman belakang miliknya dan ia duduk di kajebo. Ia melihat hamparan bintang* di langit. "Nona ini makanan mu" jawab pelayan tersebut.


Zahra menerima makanan tersebut lalu menyantapnya zahra memang sangat suka dengan makanan bernuansa cokelat. Setelah makan zahra pun memainkan hp nya sampai azan berkumandang. Zahra pun bergegas ke kamarnya untuk melaksanakan ibadah shalat isa.


Setelah shalat isa zahra pun turun dan memasak makan malam untuknya dan juga rendi tentunya. "Nona biar kami saja yang memasak. Anda ingin makan apa?" bujuk seorang koki yang sengaja di pekerjakan oleh zahra di mansion nya.


"Ah… biarlah aku akan memasak makan malam ku sendiri" ucap zahra. setelah makanannya matang zahra pun memasukan makanannya ke dalam rantang.


Zahra pun bersiap-siap dan mengambil rantang nya. "Aku akan pergi ke rumah sakit sebentar dan pulang lagi ke sini oke" ucap zahra kepada pak riton selaku kepala pelayan di rumah zahra.


"Baik nona" jawab pak riton.


Zahra pun melajukan mobilnya ke rumah sakit. Sesampainya zahra di rumah sakit ia langsung ke ruangan rendi.

__ADS_1


ceklek


"Assalamualaikum rendi" ucap zahra.


"Wa'alaikum'salam dokter zahra" jawab rendi.


"Rendi ayo makan kau pasti belum makan malam kan?" ucap wanita paruh baya.


"Eh… kau dokter yang merawat anakku" ucap ramah laki* paruh baya.


"Iya om" jawab zahra.


Zahra pun memberanikan dirinya melangkah maju.


"Ini makanan mu" ucap zahra.


"Hey… apa kau sudah makan malam lebih dulu?" tanya rendi, zahra hanya menggelengkan kepalanya. "Ayo makan bersamaku" ucap rendi dan menarik zahra untuk duduk di pinggir ranjang.


Ibu dan ayah rendi kaget dengan sikap rendi yang berubah saat zahra datang. "Boleh ibu tau dokter zahra anak siapa?" tanya bu wina. "Memangnya kenapa bu?" tanya zahra balik.

__ADS_1


"Eh tidak wajahmu seperti faimiliyar" jawan bu wina.


"Ah… begitu ya saya anak dari pak yusuf pramana dan bu yolan pramana" jawab zahra. Sontak pak yahya dan bu wina kaget lalu saling memandang.


"Oh baiklah" jawab bu wina.


"Oh ya mah kita kan belum makan malam, dan perut ayah dari tadi sudah minta di isi" ucap pak yahya yang sebenarnya sedang mencari alasan untuk pergi meninggalkan zahra dan rendi.


"Ah… iya ibu juga sudah lapar, ayo yah kita pergi. Rendi ibu sama ayah pergi dulu" ucap bu wina. "Iya mah kalau perlu di lama-lamain ya ngan cepet-cepet nanti tersedak" ucap rendi bercanda sambil tersenyum jahil. Zahra yang mendengar hal itu mencubit perut rendi. "Au… sakit" rengek rendi.


Ibu dan ayah rendi yang tak mau jadi nyamuk pun segera pergi dari ruangan tersebut. "Maksud kamu apa bicara seperti itu pada ibu dan ayahmu" omel zahra. "Haha… lagi pun bilang saja kau suka juga kan berduaan dengan ku" celoteh rendi.


"Hey… tuan rendi aku tidak akan mau berduaan denganmu walau sedetik pun karena itu dosa. Jika anda terus-terusan mengejek saya, saya akan pergi dari sini" ucap zahra marah.


Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊


Jangan lupa buat vote dan like ya🙏😍❤


Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar😍🥰

__ADS_1


Selamat membaca🤗🌈❤😍


__ADS_2