
Pukul 7 malam zahra sudah berada di mansion orang tuanya. Ia memakai gamis berwarna biru muda, zahra terlihat sangat anggun senyumnya yang cantik menjadikan ia bak seorang putri raja.
Saat ia sampai ia sangat terkejut ternyata tinggal ia sendiri yang sedang di tunggu*.
Flashback on
"Ayah, ibu, farah ayo berangkat, aku sudah siap" Seru rendi.
"Astaga rendi ini masih jam 6 dan kau ingin kota berangkat sekarang?" tanya bu wina tak percaya melihat antusias dari rendi. Sebelumnya rendi tak pernah antusias seperti ini jika bertemu dengan perempuan.
Pak yahya dan bu wina sempat menjodohkan rendi beberapa kali sebelum menjodohkan rendi dengan zahra. Namun sifat yang di tunjukan selalu saja dingin bahkan ia terkesan sangat simpel dan tidak mau ribet.
Pernah suatu hari ia secara terang-terangan menolak perempuan cantik tampa melihat wajahnya. Tapi sekarang rendi terlihat seperti ABG yang sedang di mabuk asmara.
"Aku maunya berangkat sekarang ayolah ayah, ibu,
Kita berangkat nanti kita telat" rengek rendi seperti seorang anak yang meminta permen pada ibunya.
"Aish… anak ini kalau tidak do turuti pasti begini. Ayolah ayah kita berangkat sebelum kita melihat rendi berubah menjadi anak kecil" ucap bu wina.
Pak yahya hanya menggelengkan kepalanya. 'Zahra semoga kau mampu mengubah kepribadian rendi' batin pak yahya.
__ADS_1
Mereka pun langsung berangkat ke rumah zahra.
"Assalamualaikum pak yusuf" salam pak yahya.
"Wa'alaikum'salam, eh pak kok sudah sampai di rumah. Kalian cepat sekali zahra saja belum sampai" jawab pak yusuf yang kaget dengan kedatangan pak yahya.
"Ini loh rendi sudah mendesak saya untuk cepat* kemari mungkin dia sudah sangat ingin bertemu dengan zahra" bisik pak yahya pada telinga pak yusuf.
Pak yusuf hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum. "Mari duduk dulu kita tunggu anak saya zahra ya. Soalnya tadi dia pulang ke mansion nya" ucap pak yusuf mempersilahkan mereka.
Flashback of.
"Assalamualaikum maaf, sudah menunggu ku" ucap zahra.
"Wa'alaikum'salam tidak apa* nak" jawab bu wina dan terpesona dengan kecantikan zahra.
Begitu pula dengan rendi yang menelan salivahnya kala melihat zahra.
__ADS_1
Dan inilah tampilan rendi, terlihat sangat gagah ya bund.
Zahra pun berjalan mendekati meja makan. Di sana tersisa satu kursi di pinggir rendi. Zahra sudah tau pasti keluarganya lah yang menyusun semua ini.
Akhirnya zahra duduk di pinggir rendi. Rendi pun langsung tersenyum manis, zahra hanya membalas senyum rendi dengan senyuman khas miliknya.
Mereka pun memulai acara makan-makannya. Di tengah makan papah zahra membuka suara. "Ara jadi bagaimana apakah kamu menerima perjodohan ini?" tanya pak yusuf yang sukses membuat zahra tersedak.
*Uhuk
Uhuk
Zahra tersedak dengan makanannya, rendi pun langsung memberikan minum buat zahra. Zahra pun meminumnya, zahra melihat semua orang yang berada di meja makan yang juga sedang memperhatikannya meminta jawaban. Zahra pun menghela nafasnya berat. "Aku menerima perjodohan ini" ucap zahra dan membuat semua orang senang begitu juga rendi. Ia pun langsung menggenggam tangan zahra erat seperti zahra akan meninggalkannya saja.
"Tante senang akhirnya kamu menerimanya nak. Baiklah seperti pada pembicaraan kami lusa kalian berdua akan bertunangan karena kan 5 hari lagi kau akan ke korea" ucap bu wina santai.
"Astagfirullah kenapa bisa secepat itu?" tanya zahra heran.
Hay guys maaf ya author baru up🙏🙏
Soalnya author banyak tugas numpuk jadi jarang up. Makanya author minta kalian buat semangatin author dengan cara vote dan like ya ☺😀
__ADS_1
Jangan lupa juga komen ya di kolom komentar😇
selamat membaca❤