Jodohku Bos Mafia

Jodohku Bos Mafia
Eps 8 Suapan


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat isya zahra bergegas kembali ke ruangan rendi.


Ceklek


zahra membuka pintu masuk. "Maaf, sudah membuatmu menunggu" lirih zahra. "Tidak apa sekarang tepati janjimu, yaitu meyuapiku" kata rendi sambil tersenyum jahil. "Huh… baiklah" kata zahra pasrah.


Zahra pun menyuapi rendi dengan tulus. "Apakah kau bisa memasak?" Tanya rendi kepada zahra.


"Bisa, memangnya kenapa?" tanya zahra balik.


"Besok aku ingin sarapan dengan masakan yang kau buat" pinta rendi.


"Apa? apa aku tidak salah dengar?…" tanya hengki.


sebelum hengki melanjutkan pertanyaannya aris sudah lebih dulu membungkam mulut hengki agar tidak ceplas-ceplos saat beribicara.


"Maaf tuan, dokter zahra, kami berdua permisi sebentar yaa" kata aris yang ingin mencari aman.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut menyisakan rendi dan zahra.


"Aihss… kau ini ingin mati ya, kalau saja aku tidak membungkam mulutmu dan membawamu pergi keluar dari ruangan itu maka sudah di pastikan sekarang kau sudah dalam keadaan yang memprihatinkan" omel aris.


"Maaf* tadi itu aku kaget dan entah mengapa pertanyaan itu keluar dari mulutku. Tapi untungnya aku punya sahabat terbaik seperti kau yang tak akan tega melihat ku terluka. Jika aku adalah seorang wanita maka sekarang kau sudah menjadi lelaki impian ku" celoteh hengki sambil menunjukkan sifat centil.

__ADS_1


Aris yang melihat hal itu merasa jijik kepada hengki jika dia tidak mengingat bahwa hengki adalah sahabat nya maka sudah di pastikan hengki masuk ke dalam jurang.


Di lain tempat zahra masih menyuapi rendi.


"Aaa… buka mulut yang lebar dong" kata zahra sambil tersenyum jahil.


Rendi membuka mulutnya dan benar saja zahra menjahili rendi.


Zahra bersikap seakan menyuapi rendi namun saat rendi membuka mulutnya zahra malah menarik kembali tangannya seakan mengambil barang yang sengaja dia jatuhkan.


Zahra menjahili rendi terus menerus hingga rendi kehilangan kesabarannya.


pletak


"Salahmu sendiri menjahili ku" kata rendi sambil tersenyum penuh akan kemenangan.


Zahra hanya memonyongkan bibirnya satu meter kedepan.


Zahra pun terus menyuapi rendi sampai bubur rendi habis setelah itu zahra memberikan obat rendi.


"Baiklah tugasku selesai kau sudah makan dan minum obatmu sekarang aku akan pulang. Tapi sebelum itu aku akan mencari makan terlebih dahulu perut ku dari tadi sudah meronta-ronta minta di isi" kata zahra pada rendi.


"Eitss… siapa bilang tugasmu selesai. Tugasmu di nyatakan selesai saat aku sudah tertidur pulas. Dan kenapa kau belum makan?" tanya rendi.

__ADS_1


"Astaga sekarang kau harus tidur. Dan kenapa aku belum makan, ya karena seharian ini aku bekerja di tambah tugas baru yaitu merawat mu" jelas zahra.


"Tidak, aku tidak akan tidur sebelum kamu makan. Aku akan pesankan makanan untuk mu dan kau harus makan di depan ku" Perintah rendi.


" huh… baiklah tapi aku ingin makan bakso" pintah zahra dengan wajah memelas nya.


"Baiklah tunggu sebentar" kata rendi


Entah sejak kapan bahasa mereka berdua sudah tak seformal saat mereka pertama kali bertemu.


"Hallo pesankan 1 porsi bakso" kata rendi kepada si penelpon.


"aku ingin yang pedas" bisik zahra.


"Oh satu lagi baksonya harus yang pedas mengerti" kata rendi.


Hayy semua makasih yang udah baca novelku ya.🙏🙏


jangan lupa buat vote dan like novel ini ya


Oh iya tulis kesan dan saran kalian di kolom komentar ya


selamat membaca🙌🌈

__ADS_1


__ADS_2