Jodohku Bos Mafia

Jodohku Bos Mafia
Eps 35 Berpisah


__ADS_3

Zahra mundur secara perlahan-lahan, berbeda dengan rendi yang terus saja maju. Zahra akhirnya memutuskan untuk lari karena jika ia terus mundur maka ia akan terpojok.


"Hey… kau mau mengajak ku bermain kejar-kejaran lagi? baiklah jika itu mau mu" ucap rendi sambil menyungging senyum liciknya.


Dan terjadilah adegan kejar-kejaran, seperti biasa ada yang mengganggu mereka. Namun jika kemaren yang menghentikan permainan mereka adalah farah, maka sekarang adalah bili.


"Bibi… kenapa bibi dan paman main kejar-kejaran?" ucap bili kesal, bili juga mengubah kata om rendi menjadi paman karena itulah yang di ajarkan ibunya. Toh lagi pula sebentar lagi rendi akan menjadi pamannya.


Zahra dan rendi pun menghentikan permainan mereka. Zahra mendekati bili lalu memeluknya.


"Memangnya bibi gak boleh main kejar-kejaran berdua bersama paman?" tanya bili.


"Ehmm… bibi bahagia pada saat bermain bersama paman?" tanya bili balik tampa menjawab pertanyaan zahra.


"Bahagia… memangnya kenapa?" tanya zahra, ia heran dengan pertanyaan bili.


"Kalau bibi bahagia bermain bersama paman, bili gak akan ngelarang bibi. Dan untuk paman, paman gak boleh buat bibi ara nangis atau pun gak bahagia. Jika tidak bili akan menghukum paman" ancam bili, bili berbicara seakan ia sudah berumur 26 tahun saja.

__ADS_1


"Yang… apa bili ini memang anak berumur 2 tahun atau kah ia sudah berumur 26 tahun. Kenapa pemikirannya sangat dewasa bahkan dia sampai mengancam ku" Tanya rendi heran dan memanggil zahra dengan panggilan yang atau sayang.


Cie mesra🤣


"Aku juga tidak tau, tapi yang aku tau dia adalah keponakan kesayanganku" jawab zahra sambil terus senyum.


"Bili sayang yang paling ganteng, paman janji gak bakal buat bibi ara nangis atau pun sampai gak bahagia" ucap rendi merayu.


"Janji" ucap bili sambil mengangkat jari kelingkingnya. Rendi pun menganggukkan kepalanya dan melingkari jari kelingkingnya di jari kelingking kecil bili.


"Ya… pama janji" ucap rendi bersungguh-sungguh. Bili tersenyum dan berhambur memeluk rendi dan zahra.


"Baju, celana, rok, alas jilbab, sisir, kayaknya semua sudah lengkap" gumam zahra.


"Aku akan mandi lalu segera berangkat ke bandara" gumamnya lagi.


Zahra melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi, dan memulai proses mandinya. Setelah mandi ia pun bersiap-siap lalu turun kebawah.

__ADS_1


Saat di bawah ia terkejut melihat rendi yang sudah menunggunya. "Ren… kamu di sini?" tanya zahra. Rendi menganggukkan kepalanya, "Aku ingin mengantarmu juga" ucap rendi lirih. Ia nampak tak rela zahra pergi darinya.


"Oh begitu… eh kenapa wajahmu terlihat murung sekali" tanya zahra kerena wajah rendi terlihat sedih.


"Aku tak rela kau pergi" ucap rendi jujur, ya memang rendi orang yang sangat jujur. Jika ia merasa sedih maka itulah yang ia ungkapkan.


"Astaga… aku hanya 2 minggu di sana dan kau sudah seperti orang yang di tinggal 2 tahun" ucap zahra lalu menepuk jidatnya.


Rendi terlihat kesal karena zahra tidak menunjukan wajah sedih sedikit pun.


"Apa kau tidak bisa romantis dikit ha?. Aku ini sedang bersedih karena kau akan meninggalkanku dan kau tidak menunjukan wajah sedih" ucap rendi kesal.


Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊


Jangan lupa buat vote dan like ya🙏😗


Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar😘🥰❤

__ADS_1


Selamat membaca🌈🤗😉😚


__ADS_2