
Pesawat zahra pun terbang dan hilang dari penglihatan mereka. Satu-persatu orang pergi dari bandara.
"Bu wina, pak yahya, kami sekeluarga pamit dulu ya" ucap bu yolan.
"Iya… hati-hati di jalan ya, kami juga akan segera pulang" sahut bu wina.
Keluarga zahra pun pulang ke rumah masing*. Setelah kepergian keluarga zahra menyisakan Bu wina, pak yahya, farah, dan rendi. "Nek, kek, paman ayo pulang farah lelah" rengek farah.
"Iya… iya… kita pulang, rendi ayo pulang nak" ajak bu wina.
"Ayah, ibu, dan farah kembali saja, rendi ingin di sini dulu lalu akan ke markas" jawab rendi.
Mereka faham bahwa dengan situasi hati rendi sekarang. Mereka semua pun pulang dan menyisakan rendi.
Setelah kepergian keluarga rendi, tak lama kemudian ada pesan masuk ke ponsel rendi. Nomor yang tidak di kenal jadi no respon.
Namun karena nomor tersebut selalu mengganggunya, karena selalu mengirim pesan akhirnya rendi melihat apa isi pesan tersebut.
__ADS_1
"Hay… rendi bagaimana perasaanmu saat jauh dari orang yang kau sayang" isi pesan tersebut.
"Shit… ini pasti rio, kenapa dia selalu mengganggu ku. Apa dia tidak bisa merasakan aku sedang sedih, kenapa dia selalu menginginkan kemarahan ku. Dasar ba*****n" maki rendi.
Ia pun melangkahkan kakinya ke mobil dan melajukan mobilnya ke markas THE LION. Di tengah perjalanannya ia menelepon aris sahabat sekaligus asisten pribadinya. "Halo aris kumpulkan semua anak-anak di markas" perintah rendi dan langsung mematikan teleponnya tampa mendengar jawaban dari aris.
"Aish… tuan rendi ini, jika kau bukanlah bos ku maka aku sudah membunuhmu" maki aris sendiri. Ia pun menelepon hengki, yudha, fadli, kenzo. "Halo kalian semua di perintahkan untuk segera ke markas sepertinya ada misi besar" ucap aris melakukan panggilan grup lalu memutuskan panggilannya. Ia bersikap seperti rendi, ia melampiaskan kekesalannya pada teman-temannya.
"Hey apakah aris sedang menstruasi kenapa dia mematikan teleponnya secara sepihak?" tanya fadli.
"Apa mereka semua ini sedang menstruasi kenapa mereka selalu memutuskan telepon secara sepihak begitu?" tanya fadli makin kesal.
"Mana aku tau, aku kan ikan" Canda hengki lalu ikut bersama teman-temannya yang lain yaitu memutuskan sambungan telepon.
Ya begitulah nasib dari fadli selalu menjadi orang yang di kacangin. Fadli kesal dan segera meluncur ke markas.
Semua orang sudah lengkap tinggal ketua mereka yaitu rendi. "Ris… tadi kenapa lu matiin teleponnya secara sepihak?" tanya fadli yang masih penasaran.
__ADS_1
"Ya biasalah pasti mau menjadikan kita tempat pelampiasan gara* teleponnya di matiin secara sepihak sama tuan rendi" seru kenzo menerka-nerka.
Semua orang mengangguk-anggukan kepala mereka. "gua kesal jadi gua mencari pelampiasan dan gua menemukan lo…lo pada" jawab aris santai.
Mendengar hal itu membuat emosi fadli memuncak ia memukul kepala aris menggunakan buku yang ada di meja. "Au… lo gila ya! main pukul-pukul gua aja" kesal aris.
"Itu gara* lo masa lo jadiin kita pelampiasan kekesalan lo" jawab fadli meninggikan suaranya.
Mafia baperan ya bund🤭
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏❤
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar🥰😍😘
Selamat membaca🌈🤗😉😌
__ADS_1