
Rendi yang melihat hal itu pun terkekeh. "Haha… apa kau trauma sayang" ucap rendi sambil terus tertawa. Zahra nampak sangat kesal ia memanyunkan bibirnya 1 meter ke depan.
"Sebaiknya kau diam, aku sudah sangat kesal" ucap zahra meninggikan suaranya. Untunglah hanya mereka yang berada di ruangan tersebut jadi tidak ada yang mendengar mereka.
"Hey… kau berani meninggikan suara mu padaku" bentak rendi. Selama hidup rendi tak ada yang berani membentaknya, ini adalah kali pertama rendi di bentak.
Zahra seketika terdiam membeku, zahra juga seperti rendi. Ia tak pernah menerima bentakan dari siapapun. Dan lebih mengejutkan lagi adalah zahra meneteskan air matanya untuk pertama kalinya gara* di bentak.
Air mata zahra jatuh membasahi pipi tembem nya. Rendi menjadi tak tega melihat zahra yang menangis, saat rendi melihat zahra menangis hatinya terasa sangat sakit.
Rendi menjambak rambutnya sendiri dan memukul dinding sampai amarahnya hilang.
Dinding be like : Salah aku apa author🥺😫
Author: salah mu kenapa kamu bisa di situ🤣
__ADS_1
Jika dinding bisa bicara maka itulah sekiranya yang akan di ungkapkan oleh dinding🤣
Setelah melampiaskan amarahnya pada dinding, rendi menarik zahra yang masih menangis ke dalam pelukannya. Rendi mengusap-usap kepala zahra yang di baluti jilbab.
"Maaf, aku terbawa emosi. Sejak aku kecil tak ada yang pernah membantah bahkan membentak ku jadi jika ada yang berani melakukannya padaku, aku akan marah besar. Namun untuk pertama kalinya yang melakukan hal itu padaku adalah dirimu, dan aku tidak bisa melihat kau menangis bahkan menyakitimu" ucap rendi lirih.
Zahra kaget mendengar hal itu namun ia tidak ingin mengambil resiko dan lebih memilih aman. "Maafkan aku juga karena telah memarahi mu" ucap zahra menyesal.
Redi hanya berdehem dan membuat zahra kembali kesal. 'Apa dia hanya bisa berdehem saja padahal kan kita baru baikan' batin zahra kesal.
Rendi pun melepas pelukannya dan menatap zahra, ia mengelap sisa air mata zahra yang menghiasi pipi tembemnya. Saat sedang mengelap pipi zahra, rendi tersenyum jahil ia mencubit pipi zahra gemas.
Rendi nampak sangat bahagia saat zahra mengatakan hal itu. Saking bahagianya, rendi mengecup kening zahra lalu memeluk nya dengan sangat erat. Zahra hanya membalas pelukan rendi, zahra terlihat nyaman dengan pelukan rendi.
"Hey… mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan yang tadi kau sebutkan" pinta rendi tampa melepas pelukan zahra.
__ADS_1
"Apa? kenapa?" ucap zahra melepaskan pelukan rendi namun tenaga nya tak sekuat rendi, ia hanya bisa menatap rendi. Namun tangan rendi masih melingkar di pinggang zahra.
"Ya karena kau sendiri yang menciptakannya. Kau yang memulai maka kau juga yang harus mengakhirinya" jawab rendi lalu membawa zahra kembali ke pelukannya.
Rendi tak henti-henti mengecup kepala zahra. zahra pun menjadi risih, ia mengumpulkan tenaganya lalu mendorong rendi. Akhirnya zahra terlepas dari pelukan rendi.
"Huh… akhirnya aku bisa bernafas lagi" ucap zahra sambil terengah-engah. Zahra terlihat seperti habis berlari saja namun nyatanya ia hanya di peluk rendi terlalu erat.
"Hey… aku belum puas memelukmu" rengek rendi.
"Eits… tidak kau tidak boleh memeluk ku lagi. Cukup untuk hari ini" ucap zahra sambil menjauh dari rendi.
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏🙂
__ADS_1
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar😗🥰❤
Selamat membaca🌈🤗😉😘