
Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya pak yahya memutuskan untuk pulang. "Pak yusuf, bu yolan, saya permisi dulu ya assalamualaikum" pamit pak yahya.
"Wa'alaikum'salam pak hati* di jalan" jawab pak yusuf dan bu yolan secara bersamaan.
Setelah kepergian pak yahya, kedua pasangan tua itu pun masuk kedalam mansion mereka.
"Mama yakin mampu membujuk uja? uja itu anak yang cukup keras kepala, jika dia tidak mau maka dia akan melakukan berbagai cara agar membatalkan semuanya" seru pak yusuf yang ragu akan istrinya.
"Doain mama biar bisa membujuk uja. Lagi pula uja itu anak mama! mama yang melahirkannya jadi mama tau harus bagaimana agar dia mau untuk menerima perjodohan ini. Lagi pun uja kan sudah kenal sama rendi jadi dia tidak bisa membuat alasan apapun untuk menolak" jawab bu yolan yakin.
"Ya sudah papah percaya sama mama, tapi kalau uja menolak kita sebaiknya tidak memaksanya" ucap pak yusuf pasrah.
"Oke pah, mama yakin uja bakal setuju. Ya sudah mama mau ke kamarnya dulu" ucap bu wina dan berlalu meninggalkan suaminya di ruang keluarga.
*Tok
Tok*
__ADS_1
suara ketukan pintu zahra berbunyi membuat zahra terbangun dari tidurnya. "Uja ini mama! mama masuk ya" seru bu yolan dari luar kamar dan tentunya di dengar dengan sangat jelas oleh zahra.
"Iya mah masuk aja pintunya gak ke kunci kok" sahut zahra dari dalam kamar.
Ceklek
"Maaf ya, mama jadi ganggu istirahat kamu" seru bu yolan.
"Iya tidak apa* kok mama mau bicara apa?" tanya zahra. "Mama gak mau bertele-tele jadi mama mau menjodohkan kamu dengan rendi anak dari om yahya, yang pernah jadi pasien kamu" ucap bu yolan.
Perkataan bu yolan membuat rasa lelah zahra langsung hilang seketika karena kaget. "Mama mau jodohin aku sama rendi? mama gak puas apa setelah beberapa kali menjodohkan aku?. Dan sekarang mama mau jodohin aku lagi? lagi…? sama rendi?" ucap zahra dengan pertanyaan yang di ulang* saking tidak percayanya dia.
"Ta… tapi ma…" ucap zahra terbata-bata.
"Gak ada tapi tapian pokoknya mama mau kamu menerima perjodohan ini titik" tegas bu yolan.
Zahra hanya membuang nafasnya berat. Bukannya apa dia masih sangat betah sendiri, ia ingin selalu berada di sisi orang tuanya. Walau dia sadar di usianya yang sudah menginjak 24 tahun yang seharusnya sudah berumah tangga.
__ADS_1
"Mama ingin menggendong cucu dari kamu uja…
kamu kan tau mama itu punya penyakit diabetes, darah tinggi, sama asma. Mama pengen sebelum mama meninggal mama menggendong cucu dari kamu" ucap bu yolan lirih bermaksud membujuk zahra agar menerima permintaannya.
Zahra kembali membuang nafas berat. "Baiklah mah zahra akan pikirkan terlebih dahulu nanti malam akan zahra memberikan jawabannya" ucap zahra.
"Baiklah mama berharap jawaban kamu ya. Lagi pula nanti malam akan ada makan malam keluarga. Jadi kamu harus pulang sebelum makan malam" Seru bu yolan girang.
"Iya* hari ini zahra sif siang nanti zahra usahakan sebelum maghrib udah di rumah" jawab zahra lalu menutup matanya.
Bu yolan yang melihat anaknya kembali tertidur pun keluar dari kamar zahra.
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏❤
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar😍🥰😇
__ADS_1
Selamat membaca🌈🤗✌❤