Jodohku Bos Mafia

Jodohku Bos Mafia
Eps 23 Pulang


__ADS_3

"Heh… pantas saja sampai sekarang kau masih jomblo kerjaannya saja marah*" ucap rendi mengejek. "Apa? jika dalam 5 detik kau tidak minta maaf maka aku akan pergi dari sini" ucap zahra marah.


*1…


2…


3…


4*…


"Li" saat zahra akan mengucapkan nomor lima rendi langsung memotongnya. "Iya* aku minta maaf deh" potong rendi. "Hah… baik hari ini aku maafkan tapi tidak lain kali" ucap zahra.


Tanpa mereka ketahui ada 2 pasang mata yang sedang memperhatikan mereka. 2 mata pasang yaitu adalah ibu dan ayah rendi yang menyaksikan perkelahian antara zahra dan rendi di balik jendela ruangan. "Untunglah rendi meminta maaf jika tidak saat prosesi perjodohan nanti zahra akan menolak mentah* rendi" ucap bu wina.


Ya zahra akan di jodohkan dengan rendi. Bu wina dan pak yahya adalah teman dari mama dan papa zahra. Mereka menjodohkan rendi dan zahra tanpa sepengatahuan mereka berdua namun sebelum di jodohkan ternyata mereka berdua sudah berjodoh.


Setelah makan malam bersama rendi, zahra pun menyuruh rendi untuk meminum obatnya seperti biasa. Dan seperti biasa zahra mengelus-elus kepala rendi sampai tertidur. Setelah itu zahra pun kembali kerumahnya dan segera pergi tidur.

__ADS_1


Sudah 5 hari rendi di rumah sakit dan tibalah hari ini di mana hari rendi keluar dari rumah sakit. Entah rasa senang atau rasa sedih yang di rasakan zahra.


"Entah mengapa ada rasa sedih di hatiku karena harus berpisah darinya, huh… seharusnya kan aku senang karena bisa terbebas dari bunglon itu. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengannya sehingga ada rasa sedih saat aku berpisah dengannya" gumam zahra.


Zahra menghela nafas nya lalu membuka pintu ruangannya.


ceklek


Zahra tersenyum saat melihat rendi berbeda dengan rendi ia melihat zahra penuh dengan rasa sedih. Zahra mendekat ke ranjang rendi."Aku akan memeriksa keadaanmu untuk terakhir kalinya" ucap zahra memaksakan untuk senyum.


Rendi sudah sangat berkaca-kaca ia pun larut dan memeluk zahra dan menangis di pelukan zahra. "Hey… apa kau tidak malu? kau ini seorang bos mafia lalu kenapa kau malah menangis di pelukanku" tanya zahra sambil membalas pelukan rendi.


"Sudah lah tidak usah menangis seperti itu" ucap zahra sambil mengusap air mata rendi. Entah dorongan dari mana sehingga membuat zahra mengecup kening rendi dengan sangat tulus.


Zahra melepas kecupannya lalu tersenyum melihat rendi. Rendi mengusap sisa air matanya lalu mengubah posisinya yang awalnya duduk menjadi berdiri. Zahra menengok ke atas karena rendi memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dari zahra.


Rendi langsung memeluk zahra lalu mencium kepala zahra yang berbalut jilbab tersebut. "Aku akan sering mengunjungimu" bisik rendi pada telinga zahra. Zahra hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sudah saatnya kau pergi" ucap zahra sambil melepaskan diri dari pelukan rendi.


Rendi pun mengerti dan akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Zahra hanya melihat punggung rendi yang berangsur hilang.


"Entah mengapa ada rasa nyaman saat berada di sisimu" gumam zahra.


Zahra memutuskan pergi dari ruangan tersebut dan memfokuskan dirinya untuk merawat pasiennya yang lain.


ting


Suara notifikasi dari hp rendi.


Setelah melihat isi pesan dari hp nya seketika wajah rendi berubah menjadi marah.


Kira* apa isi pesan tersebut ya sampai* membuat rendi marah. Yang Mau tau langsung pantengin terus novelku ya😊🥰


Jangan lupa buat vote dan like ya🙏❤

__ADS_1


Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar🥰😍


Selamat membaca🙏🌈🤗❤


__ADS_2