
Rendi yang mendengar hal itu langsung mengubah ekspresinya. Dari yang awalnya datar menjadi girang. 'Akhirnya aku bertemu kembali denganmu zahra ku sayang' batin rendi.
Rendi akhirnya bergegas ke kamarnya ia memili-milih baju yang akan ia gunakan. "Oh aku harus memakai yang mana? apa aku juga harus membeli kado untuk zahra?" gumam rendi. Ia terlihat sangat bingung dan seperti orang yang akan bertemu gebetan untuk pertama kalinya.
Lagi di mabuk asmara ya bund🤣
Di RS.
"Ah… akhirnya selesai juga operasinya, aku mau istirahat sebentar dulu lah" gumam zahra lalu bergegas ke ruangannya.
Zahra merebahkan tubuhnya di kasur yang ada di ruangannya. Zahra teringat akan perkataan ibunya, ia masih bimbang akan memilih menerima perjodohan ini atau menolaknya.
"Jujur saja aku mulai nyaman dengan rendi namun terkadang rendi itu sangat menyebalkan dan kadang* sering marah* tanpa alasan. Terlebih lagi sifat posesifnya. Oh ya allah berikanlah petunjuk
mu kepada hamba mu yang sedang bimbang ini" gumam zahra.
"Sepertinya aku akan menerima perjodohan ini dari pada aku menjadi perawan tua. Dan lagi pula di lihat dari bagaimana rendi berpisah dengan ku saja ia memelukku erat aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Oh iya 5 hari lagi aku akan ke korea selama 2 minggu artinya selama 2 minggu aku tidak akan bertemu dengannya" gumam zahra seketika ia langsung girang ketika mengingat bahwa ia akan ke korea meninggalkan rendi.
Jam menunjukan pukul :17.00 zahra pun kembali ke mansion miliknya. "Halo mah uja pulang ke mansion uja ya nanti pas jam 7 malam zahra ke sana" seru zahra pada mamahnya.
__ADS_1
"Iya baiklah, tapi jam 7 harus ada di mansion mamah" ucap bu yolan
"Iya* mama tenang saja ya sudah uja tutup teleponnya ya assalamualaikum" seru zahra.
"Wa'alaikum'salam" jawab bu yolan
zahra pun memutuskan teleponnya lalu melajukan mobilnya ke mansion pribadinya.
Setelah sampai zahra langsung ke kamarnya. Ia membersihkan tubuhnya lalu merebahkan badannya.
*Tok
Suara ketukan pintu zahra. "Masuklah" perintah zahra dari dalam kamar. "Halo nona muda saya kesini membawa kan beberapa baju* yang akan di pakai oleh anda, semua ini bernuansa biru sesuai dengan warna kesukaan anda" ucap alisah asisten pribadi zahra dan merupakan orang yang paling ia percaya.
"Apa mama yang menyuruhmu membawakan baju* ini?" tanya zahra menerka-nerka. "Iya nona muda nyonya besarlah yang menyuruh saya" jawab alisah.
Zahra hanya menghela nafas berat ia pun berdiri lalu mulai mencari-cari busana yang cocok dengannya. "Aku akan memakai baju yang ini" ucap zahra lalu mengambil baju tersebut.
"Kalian pergilah aku sudah memilih baju kan lagi pula ini masih jam 6" perintah zahra.
__ADS_1
Di rumah rendi.
"Ibu aku pakai setelan yang mana yang bagus untukku" tanya rendi.
"Astaga anak ibu ini kenapa sih. Kau kan bisa memilih baju yang bagus untuk kau pakai" kata bu wina yang tidak percaya anak nya bisa jadi orang yang sangat ribet sepeti ini.
"Makanya aku bingung harus pakai yang mana itulah kenapa aku bertanya pada ibu" rengek rendi.
"Paman pakai setelan biru saja itu sepertinya sangat bagus" usul farah.
"Hmm… iya ini terlihat bagus baiklah aku akan memakai ini. Makasih atas sarannya ya farah" ucap rendi lalu bergegas kembali ke kamarnya.
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏😄
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar😘❤🥰
Selamat membaca🌈🤗🙂😁
__ADS_1