
Zahra hanya menghela nafasnya mendengar jawaban dari rendi dia sedang mencari aman. "Maaf karena sudah membuatmu menunggu" lirih zahra.
"Hmm" rendi hanya berdehem. "jadi apakah kau memaafkanku?" tanya zahra."mendekatlah padaku" jawab rendi dengan menunjukkan senyuman jahatnya.
'Hmm ada udang di balik bakwan' batin zahra. Perasaan zahra mulai tidak enak namun dia tetap mencondongkan badannya dengan ragu*
Pletak.
"Auuu… sakit tau" omel zahra karena rendi menjitak kepalanya. "Itu balasan untukmu karena sudah berani mengingkari janjimu kepada ku" sahut rendi.
"Aissh tapi gak perlu menjitak kepalaku juga kale" omel zahra. Namun rendi membalas dengan menunjukkan mata elangnya. Hal itu berhasil membuat zahra menelan salivahnya. "Biasa aja kali" sahut zahra sambil menyembunyikan rasa takutnya.
"Ini makanlah habis itu minum obat aku mau sholat isya dulu dan aku harap setelah aku kembali bubur dan obatnya sudah habis oke" kata zahra sambil menaruh nampan di atas meja kecil samping ranjang rendi.
Zahra berbalik dan akan segera pergi namun langkahnya terhentikan oleh rendi yang memegangi tangannya.
"Ada apa?" Tanya zahra.
__ADS_1
"Suapi aku" pinta rendi kepada zahra.
"Hah yang benar saja yang luka itu bagian dadamu bukan pergelangan tangan atau pun jari* mu" jawab zahra kebingungan dengan tingkah rendi.
"Aku tidak mau tau pokoknya suapi aku" teriak rendi sambil menggoyang goyangkan tangan zahra seperti anak yang meminta di belikan permen kepada ibunya.
"Huh… baiklah tapi aku harus sholat isya dulu. setelah sholat lalu aku akan kembali kesini untuk menyuapi mu" jawab zahra pasrah.
"Baiklah aku akan menunggumu dan awas saja jika kau terlambat" ancam rendi.
zahra pun pergi dari ruangan tersebut untuk menunaikan ibadahnya sebagai seorang muslim.
Sungguh itu merupakan hal yang langkah bagi aris dan hengki. Setiap hari mereka hanya melihat muka datar dan aura dingin di tambal mata elang rendi yang mampu membuat orang yang melihatnya berubah menjadi batu.
maling kudang kali ah🤣🤣
'Percaya atau tidak kau adalah wanita pertama yang telah membuatku bersifat manja. Dan karena mu aku tersenyum ikhlas setelah 12 tahun lamanya. Dan untuk itu aku tidak akan pernah melepaskan mu. Kau adalah milikku hanya untukku jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lain juga tidak bisa. Bahkan jika perlu aku akan membunuh setiap lelaki yang mendekatimu' batin rendi.
__ADS_1
"Bos apa itu anda? kepala anda tidak apa*kan?" tanya hengki. "Maksud dari pertanyaan mu itu apa?" rendi balik bertanya."Itu loh tuan tadi bersikap manja pada dokter zahra?" tanya hengki.
Rendi tak menjawab pertanyaan hengki dengan kata* namun dengan tatapan tajamnya.
Hengki yang masih belum sadar dengan pertanyaannya itu pun hanya bersikap biasa saja. Sampai akhirnya aris menyenggol tangan hengki. Seketika hengki tersadar.
"Maaf tuan muda" lirih hengki dan menunjukkan wajah memelasnya. Rendi tidak menjawab nya namun dia menatap pintu lalu menyungging senyumannya.
Entah mengapa saat pertama kali bertemu zahra rendi sudah menaruh ketertarikan kepada zahra.
Udah kayak magnet aja ya🤣
"Huh… kalau bukan anak pemilik rumah sakit ini dan pasienku. Aku sudah mengomelinya" keluh zahra pada dirinya sendiri
Hayy gaiss selamat datang di novel pertamaku.
Jangan lupa vote dan like ya
__ADS_1
Dan tuliskan kesan dan saran kalian di kolom komentar🐼
selamat membaca🙌🌈🤗