
hari-hari berlalu kini darra kembali bergelut dengan tugas dinasnya ,begitu juga Rizki yang akhir-akhir ini sibuk dengan usaha yang makin lama makin berkembang.
tapi tak lupa mereka menyempatkan waktu untuk menikmati quality time mereka berdua.
dan hari ini Rizki ingin mengajak darra makan malam dirumahnya,dengan laptop dihadapannya Rizki meraih ponsel dimejanya,
"jangan lupa nanti malam aku jemput,jam 7 malam udah siap!!oke?
"iya bang,aku inget kooooo!!!",balas darra yang sedang berdinas.
"bagussssss!!!semangattt kerjanya,jangan mikirin aku terus!hehehe"saut Rizki.
"P to the D !!pedeee!!!
tak ada balasan lagi antara mereka berdua Rizki hanya tertawa menerima balasan terakhir darra ,dia tau kekasihnya sebenarnya sibuk hanya saja selalu menyempatkan waktu disela-sela istirahat nya untuk sekedar menghubungi Rizki via chat atau telepon.
siang berganti malam,membuat kegugupan darra makin menjadi-jadi , bagaimana dia tidak bisa menyembunyikan itu semua dari raut wajahnya.di kost nya darra memilah-milih baju yang pas dan bagus untuk bertemu keluarga rizki.karena ini hal yang penting untuk darra yang menurutnya menjadi penilaian Dimata keluarga Rizki yang dia tahu lebih berada dibanding keluarga nya.
Rizki yang sudah sampai di depan gerbang langsung mengirim pesan,
"aku di depan kost kamu",
"iya tunggu bentar!!!"
hanya beberapa menit darra langsung keluar menghampiri Rizki yang sedari tadi menunggunya di dalam mobil,
"hey!!maaf ya nunggu lama,yaudah yuk!"
"kamu beda banget Ra !!"
"beda apanya?aku ga cocok ya pake begiini ?"tanya darra dengan memutar badannya"
"cantiik sayang!!!aku bangga jadi pacar kamu!!heheh"
"hehh gombal!!hayoo,nanti keburu malam",seru darra yang sedari tadi duduk menahan malu dengan rayuan kekasihnya.
sampai memasuki gerbang rumah Rizki yang tidak terlalu besar namun bagi darra sudah cukup mewah,
"kamu kenapa!?ayo turun!
__ADS_1
"aku nervous bang!!gimana kalo ..."jawab darra yang menempelkan kedua telapak tangan nya dan menggosok-gosok nya seperti orang kedinginan.
"pegang tangan aku!!ada aku jadi jangan takut ya,ayok mamah dan adikku udah nunggu ,
masuklah mereka dengan Rizki yang menggandeng darra ,
"assalamualaikum,maaaahhhh!!
"waalaikum salam, eehhhh udah Dateng !!ayok masuk nak, tante udah masak spesial lho!!"seru mamah Rizki sambil mengajak mereka keruang makan.
"iya makasih tanteh,maaf jadi ngerepotin",jawab darra dengan menundukkan kepalanya
"gak kok nak ,Rizki yang bilang katanya pacarnya mau main ,jadi Tante siapin ini deh!!ayo duduk!!"
darra yang mendengar nya langsung melirik Rizki ,dan di sambut kedipan oleh Rizki.
"ayo sayang duduk "ajak Rizki dengan menarik kursi untuk darra
"ih aku bisa sendiri ko,oh iya adik kamu mana?!"tanya darra yang menoleh kanan kiri
"oh iya mah ,sisi mana?dia bilang mau ketemu sama darra!!"tanya Rizki yang sudah duduk disamping darra dan memainkan ponselnya
"itu adik kamu lagi mandi kali ,kan habis magrib baru pulang kuliah tadi,tunggu aja!"jawab mamahnya sambil menata persiapan di meja makan.
"heyyy!!ga usah nak,kamu duduk manis aja disitu...Tante seneng kalo rumah rame gini, ngumpul gitu".
"oh iya tan, tapi kalo aku boleh tanya ,oom kemana Tante,ko aku ga liat?"
"papa mah sibuk ,pergi pagi pulang malam ,jam 9 atau 10 baru sampe"jawab Rizki yang menyambar pertanyaan darra
"oh gitu,,,",
dan disaat bersamaan muncullah sosok pria paruh baya,yang ternyata papa nya Rizki ,bapak Herman rediansyah.dengan raut lelah dia memasuki ruang demi ruang,
"assalamualaikum??"salam pak Herman dengan terus berjalan keruang makan yang sudah menunggu nya
"waalaikum salam,eh papah udah balik...ini lho pah ada temen nya Rizki mau makan malam sama kita ,papah mau mandi dulu atau istirahat dulu?biar mama siapin",ucap mama Rizki yang biasa dipanggil Bu tina.
"hallo oom, aku darra oom temennya rizki"sapa darra yang beranjak dan mengulurkan tangan nya
__ADS_1
"temen apa pacar??!"tanya pak Herman yang tidak menyambut niat baik darra dan pergi menuju kamarnya.
darra merasa ada batu besar menghimpit jalan nafas nya,menghantam dadanya.sangat sesak dan sakit.dan Bu tina mengejar suaminya yang dia pun tidak mengerti dengan sikap dingin suaminya.
"heyy bengong,jangan diambil hati ya sayang...mungkin papah capek pulang kerja.ayo kita makan!!
darra tidak mengucapkan apa-apa lagi,hanya senyum getir yang dia tunjukan ke Rizki.sisi yang melihat itu semua dari tangga ,mencoba mencairkan suasana,
"aduuhh!!!kakak ipar aku udah Dateng!ko Abang ga bilang sih!"seru sisi yang datang menghampiri dan mengambil sepotong tempe lalu melahap nya.
"ga bilang si ga bilang!!kita belum ada yang nyuap ini!!hemm kebiasaan kamu,ga sopan tau!!"jawab Rizki
"udah gak apa-apa bang,dia lucu...aku gemes!!"sahut darra
"heheheh,tuuuhh Kaka ipar aja ga masalah!!Weeeee!!",seru sisi dengan menjulurkan lidah
seketika suasana hening kembali ketika pak Herman keluar menuju meja makan,
"Rizki!!!sini kamu ,papah mau ngomong!"perintah pak Herman
"iya bentar pah!!!"jawab Rizki yang beranjak dari duduknya dengan mengusap kepala darra
"itu siapa!!pacar kamu!!!jangan bawa kesini,papa ga suka!beraninya kamu bawa kesini tanpa papa tahu!"seru pak Herman dengan nada marah
"syuttt!!!jangan keras-keras pah,nanti darra denger! oke aku ga tau alasan papah apa,kalo papa ga suka,aku bawa darra pergi dari sini tapi tolong,jaga sikap papah sedikit aja pah!" jawab Rizki dengan nada pelan takut kalau darra mendengar nya .
dan dengan jarak yang tidak jauh dari meja makan,darra mendengar itu semua ,sisi yang dari tadi berdiri, mencoba duduk disamping darra dan mengusap tangan darra berharap menenangkannya.
"kamu yang yang harusnya jaga sikap!!bawa perempuan ga jelas kesini,bebet bibit bobotnya ga tahu gimana!!coba siapa yang harusnya jaga sikap,kamu atau papah!!"seru pak Herman dengan nada tinggi dan lantang kali ini,
"sudah-sudah paaaaah!!gak malu diliatin anak-anak kalo papah masih ga bisa jaga emosi gini?bisa kita bicara baik-baik pah.
anak kita semua bukan anak kecil lagi,mereka udah dewasa",lerai Bu tina yang merangkul pak herman
"Rizki kecewa sama papah!!!"seru Rizki dengan pergi membawa darra yang di rangkulnya menuju pintu keluar dan pergi dari rumahnya.
tidak ada percakapan didalam mobil, hanya air mata darra yang sesekali menetes dan berusaha dia seka.
"maafin papah aku Ra ,aku gak pernah liat papah aku kaya gitu!! maaf ya sayang??"ucap Rizki yang meraih tangan darra dan mengecupnya.
__ADS_1
"gak apa-apa baang,santai aja yaa...jangan marah kaya tadi sama papah kamu.pasti beliau punya alasan yang baik buat kamu ,percaya selalu itu!!"jawab darra.
dan Rizki hanya mampu tersenyum dan bangga pada darra yang sangat berlapang dada menerima apa yang dihadapi nya.