Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
harapan


__ADS_3

Hingga sampai di RS Rizki dan Darra masuk keruangan sisi dimana disana sudah ada orangtua kandung sisi,Bu Ranti dan Mr.young-jae yang kerap disapa Mr.jae,


"Assalamualaikum ?"ucap Darra


"Waalaikum salam ,lho kok kamu kesini?"tanya mama Tina


"Iya mah Darra udah enakan kok dan sekarang Rizki mau ke pendaftaran karena Darra mau checkup mah"jelas Rizki


"Oke ,oh iya itu mama papa nya sisi sudah datang tadi mereka nanyain kalian"


"Iya halo oom Tante apa kabar?"sapa Darra dengan bersalaman dan memeluk Bu Ranti


"Baik Darra ,makasih ya udah bantu jagain sisi dan Tante hutang Budi sama keluarga kalian"


"Tante ,sisi itu adik Darra apalagi mama yang udah anggap Darra kayak anak kandungnya,yang penting Tante jangan pergi-pergi tinggalin sisi lagi karena sisi sayang sama kalian"


"Sepertinya itu gak mungkin nak karena Tante ga pantes dapatkan itu dari sisi"


"Tante salah,sisi bukan orang seperti itu walaupun awalnya dia sedikit kecewa tapi karena sisi tumbuh bersama orang-orang yang tulus menjadikannya gadis yang baik hati"


Bu Ranti seketika memeluk Darra erat dihadapan sisi yang masih berbaring ,Mr.Jae pun tersenyum begitupun mama Tina dan Rizki,hingga mama Tina membuka suara,


"Ranti,aku mau temenin Darra chek up jadi aku titip sisi sebentar boleh?"


"Oh iya silahkan,mungkin kamu juga lelah beberapa hari disini biar aku yang bermalam disini"


"Ga kok,nanti mungkin aku kesini lagi yaudah aku tinggal dulu ya Ran"


"Iya tin silahkan"


"Darra sama Rizki juga permisi ya tan"ucap Rizki yang juga berpamitan


Bergegaslah mereka berjalan menuju meja pendaftaran, Dimana Darra dan mama Tina duduk menunggu Rizki selesai mengurus registrasi, Darra pun memulai obrolan dengan ibu mertua nya itu,


"Mah"


"Iya nak,kenapa?"


"Rio insyaallah mau kesini"


"Apa! seriusan Ra?"


"Iya mah,makanya Rizki jadi kesini karena Rio ga mungkin kesini seorang diri,Rizki takut papa marah mah"


"Itu biar mama yang atur sayang"


Dan tak lama Rizki selesai,


"Kita pindah ke sebelah sana ,poli kandungan nya sebelah sana",ucap Rizki sambil berjalan mendahului Darra dan mama nya.


Mama Tina yang mendengar jelas kata-kata Rizki mulai bertanya dengan menantu disebelahnya,


"Poli kandungan?memang kamu mau ke dokter kandungan Ra?"


"Iya mah,ini Darra mau memastikan hasil testpack tadi pagi"


"Coba-coba mama liat!"seru mama Tina antusias


Dikeluarkan nya benda itu oleh Darra dan ditunjukan ke mama Tina yang sudah tidak sabar,


"Ya Allah sayang,ini positif!"


"Iya mah Darra juga bilang gitu ke bang Rizki makanya dia langsung ajak Darra kesini"


"Bukan gitu,kamu itu dari kemarin muntah, pusing,muka pucet gimana aku ga panik!"

__ADS_1


"Iya betul Ra, Rizki itu kalau soal kamu pasti overprotektif dan nanti dokter kasih kamu vitamin buat kandungan kamu"


"Iya mah berarti Darra beruntung ya punya suami kayak anak mama itu"


"Selamat anda beruntung!"seru Rizki menjabat tangan Darra dengan gemas


"Apaan sih bang,ih terbang tuh"


Dan mama Tina hanya senyum-senyum melihat tingkah kedua nya dan tak lama namanya sudah dipanggil untuk diperiksa,


Benar saja bahwa Darra tengah mengandung buah cinta nya bersama Rizki, Rizki begitu terharu dan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya yang sudah dirasa sejak tadi pagi,dengan spontan ia memeluk mama tina,


"Selamat ya sayang,kamu akan jadi seorang papa"


"Iya mah ,mama juga bakal punya 2 cucu"


Dan Darra melihat pemandangan itu semua dengan senyum mengembang,dokter yang memeriksanya pun turut mengucapkan selamat dan memberikan resep untuk ditebus.


selesai checkup, mereka kembali untuk menemani sisi,


"Mah,Rizki mau telepon Rio dulu mungkin dia udah dijalan"


lalu mereka berpisah,Rizki yang menuju halaman RS dan Darra serta mama Tina kembali ke ruangan sisi,


"Kamu mau makan apa sayang?"


"Ga mah,aku belum pengen apa-apa"


"Nanti ngomong aja sama mama ya"


"Iya mama sayang"ucap darra dengan senyum


Dan disana masih ada Bu Ranti tapi suaminya ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan terpaksa harus pergi.


"Ran, lebih baik kamu makan dulu biar sisi gantian aku yang jaga"


"Oke nak kalau gitu pesan 3 porsi"


Darra pun memainkan jemarinya diatas ponsel dan tak lama ia keluar untuk mencari udara segar sambil menunggu pesanan nya datang,


Dan hanya menyisakan mama Tina bersama sahabat nya yaitu Bu Ranti,


"Tina,Kevin kemana aku tidak melihat nya sejak tadi"


"Kevin memang sedang pergi Ran dan memang banyak yang aku ingin ceritakan karena kamu juga berhak tahu tapi tunggu waktu yang tepat"


"Baiklah,aku percaya sama kamu"


Dan dilobi Darra sedang menelepon seseorang yang tak lain adalah suaminya,


"Bang,kamu dimana?"


"Di warung kopi sebrang RS,kenapa?"


"Ngapain kamu ,ngopi apa merokok!"


"Nunggu si Rio,astaga!"


"Kan disini bisa,kenapa mesti disitu kalo cuma nunggu?"


"Sambil ngopi sayang,kamu juga ngapain telepon?"


"Hehe aku pengen rujak bang"


"Bilang dong pake acara marah-marah dulu!"

__ADS_1


"Iya maaf"


"Yaudah aku pesan go***d dulu ,tunggu aja disitu"


"Aku mau kamu yang beli lho,bukan pesan"


"Yaudah aku cari"


Tak lama sambungan telepon berakhir dan 3, porsi makanan sudah berada ditangan Darra dan ia pun membawanya ke ruangan yang sudah ditunggu mama Tina dan Bu Ranti.


Mereka makan bersama tapi baru saja 2 suapan meluncur di mulutnya ,ia merasakan mual lagi dan seketika berlari ke kamar mandi,


Uweeeekkkkk!


Mama Tina dan Bu Ranti menghentikan makan nya,


"Tin, Darra kenapa?"


"Biasa Ran,kalo hamil memang gitu kan"


"Oh Darra hamil tin,selamat ya tin kamu mau punya cucu lagi"


"Iya makasih ran ,yaudah aku mau cek dia dulu ya"


Mama Tina pun menghampiri pintu kamar mandi dan baru saja ingin mengetuknya tapi Darra sudah muncul di hadapannya,


"Gimana nak,enakan?ayo duduk dulu"ucap mama Tina dengan memapah Darra


"Iya mah Darra enakan kok,mama sama ibu lanjut makan aja"


Merekapun melanjutkan makannya hingga tak tersisa dan hanya punya darra yang masih tersisa karena nafsu nya sedikit menurun.


Dengan pemandangan tiga wanita didalamnya bersama sisi, munculah Rizki bersama laki-laki yang tidak lain adalah Rio,


"Assalamualaikum ?"


"Waalaikum salam ,eh kamu Ki terus gimana Rio?"tanya mama tina


"Masuk bro"titah Rizki


Masuklah Rio dengan bersalaman mencium tangan kedua wanita paruh baya dan Darra hanya tersenyum melihat kehadiran Rio,


"Bro,Lo tau gak kalo istri gue tuh semanget pengen ketemu Lo dari tadi"ucap Rizki


"Apaan sih bang,mulai deh!"


"Tau Lo Ki,kalo gue ambil beneran aja Lo ngamuk!haha"


"Ayo aja kalo Lo berani!"


"Udah Yo jangan didengerin ,kalo gitu kita semua keluar dulu ya"ucap Darra yang tahu harus berbuat apa


"Iya nak,Tante keluar dulu dan Tante berharap sama kamu nak"


"Insya Allah Tante,Rio kesini cuma mau jenguk sisi dan mungkin Tante jangan berharap sama Rio karena Rio takut kecewain Tante,kita banyak berdoa aja ya Tan dan kita berusaha untuk kesembuhan sisi"


"Iya nak, makasih nak udah mau peduli sama sisi"ucap mama Tina


Dan mereka pun keluar dari ruangan meninggalkan Rio yang sengaja untuk memiliki quality time bersama sisi,


Tapi semua menyisakan tanda tanya bagi Bu Ranti,


"Itu siapa tin,sisi kan sudah punya suami kok kalian membiarkan laki-laki lain berdua dengan dia?"


Dan mama Tina pun menceritakan nya dibantu dengan darra karena mama Tina sedikit terbata-bata menahan sedih,

__ADS_1


Rizki hanya bersandar memejamkan mata di kursi tunggu.


hey readers!!jangan bosan baca karya receh author ini ya🙏😘


__ADS_2