Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
koma


__ADS_3

Tak ada sepatah katapun dari Rio ,panik dan takut menjadi satu melihat pujaan hatinya tak berdaya dengan tubuh yang menyedihkan.


Sesampainya dirumah sakit,Rio bergegas mengangkat tubuh sisi dan diiringi pria bertubuh gempal yang tak lain pelaku yang menabrak sisi,


"Suster,dokter tolong!!"teriak Rio dengan langkah cepat membawa sisi


Dengan cekatan tim medis langsung mendorong brangkar dan Rio langsung membaringkan sisi diatasnya dan dengan cepat beberapa suster mendorong masuk ke ruang IGD.


"Gimana,gimana Yo?"tanya Kevin yang baru sampai


"Belum,lagi ditanganin dokter Vin,Lo telepon keluarga sisi vin sekarang!"


"Udah Yo,tadi dijalan gue dah telepon mereka"


"Oke bagus, gue mau ke toilet dulu Vin"


Dan tinggalah Kevin bersama seorang pria itu,


"Mas,saya minta maaf karena saya benar-benar tidak sengaja dan semua diluar kendali saya mas"ujar pria tersebut kepada Kevin yang sedang mondar-mandir didepannya


"Saya faham mas,karena saya dan teman saya jelas melihatnya.ini musibah dan istri saya juga sedang tidak fokus"


"Jadi mas ini suaminya?saya fikir mas yang tadi suaminya!!dia terlihat lebih kacau"


Kevin mulai berfikir dengan perkataan pria tersebut,


"Iya juga ya,ada apa sebenarnya hunbungan mereka,Rio panggil namanya sisi dicafe tadi dan sisi menghindar,aduh gue harus nanya Rio nih",ucap Kevin dalam benaknya


Tak lama keluarga sisi datang,tak lupa Rizki dan darra ikut serta karena khawatir dengan keadaan adiknya,


"Kevin,kenapa bisa Vin!!!"


"Panjang mah ceritanya"


"Oke kamu jelasin kita dengerin terus ini siapa Vin?"tanya mama Tina yang sedari tadi menangis


"Tenang mah,kita dengerin Kevin dulu ya"ucap darra memeluk mama mertuanya


Dan Kevin pun menceritakan semuanya,tak ada yang luput sedikitpun.


"Jadi kamu yang mengemudi mobil itu?"tanya pak Herman


"Iya pak,maaf saya benar-benar tidak tahu dan tidak sengaja pak"


"Oke ,saya gak akan memperpanjang ini karena putri saya juga yang salah,mas boleh pergi"ujar pak Herman


"Baik pak,tapi ini saya ada sedikit uang untuk menambah biaya rumah sakit ini pak,tolong diterima?"ucap pria itu


"Ga usah,itu buat mas aja atau mas kasih ke yang lebih membutuhkan"


Dan pria itu menurut apa yang dikatakan pak Herman dan pergi dari rumah sakit itu,dan saat itulah Rio muncul ditengah-tengah keheningan yang penuh kekhawatiran.


"Kamu!!"seru pak Herman

__ADS_1


"Iya oom,tanteh "ucap Rio mencoba mengulurkan tangan pada mereka


"Semua gara-gara kamu!udah tau sisi nikah kan?masih aja ganggu rumah tangga nya dan Kevin ini sahabat kamu,kurang ajar kamu Rio!!seru pak Herman dengan melayangkan tangan


Plaakkkkk!!!!


Rio menerima tamparan cukup keras hingga memerah pipinya karena pak Herman terlihat kalap


"Udah pah udah!kita harus mikirin sisi!"seru mama Tina


"Sayang,kamu jaga mama ,dan Kevin bawa Rio dari sini ya!!!"perintah Rizki pada keduanya


Bergegaslah Kevin membawa Rio yang masih memegangi pipinya,hingga di lobi rumah sakit Kevin mengajak Rio untuk duduk dikursi panjang ,


"Sorry Yo,gue gak berbuat apapun tadi"


"Gak apa-apa,emang gue yang salah Vin"


"Lo ternyata orang spesial nya sisi?"


"Hemm, sekarang udah enggak Vin dan gue minta banget sama Lo jagain dia,gue percaya Lo terbaik"


"Tapi gue gak cinta Yo,sisi juga gak cinta sama gue dan Lo tau?gue belum pernah sentuh sisi sampai detik ini"


"Nanti juga lama-lama tumbuh perasaan kalian,dan besok gue udah harus ke malang lagi,Lo jaga sisi disini"


"Kalo gue mundur dari pernikahan ini gimana Yo?"


"Wah Lo gila sih,gue kecewa karena pernikahan itu bukan main-main Vin ,kasihan sisi"


"Yaudah gue balik,kehadiran gue kurang bagus kayanya,kabarin gue tentang sisi!"


"Tenang gue update!!Lo hati-hati"


Rio pun beranjak pergi ,dan Kevin pun kembali ke keluarga sisi dan disana sudah ada papa dan mamanya,


"Mamah papah!!!"


"Aduh nak,kamu ga bisa jagain sisi gimana sih,suami macam apa kamu!"ucap mama nya


"Udah mah,Rizki kan udah cerita in semua sama kita tadi,kita tunggu dokter aja ya"ucap papa nya menenangkan


Selang 30 menit dokter keluar,


"Gimana dok!!"seru mama Tina


Dan semua berdiri berharap cemas dengan jawaban dokter


"Begini Bu pak,sisi kehilang banyak darah dan kami sudah menangani itu semua,sudah transfusi dan tindakan lainnya,tapi nak sisi sempat menyebut nama RIO sebelum dia tidak sadarkan diri"


"Jadi maksud dokter,anak saya belum sadar?"


"Belum Bu,sisi mengalami koma untuk itu perkembangan kesehatan nya dan mental nya juga berpengaruh besar untuk kesembuhannya"ujar dokter

__ADS_1


"Boleh kami masuk dok?"tanya pak Herman


"Boleh tapi harus bergantian ,tidak boleh lebih dari dua orang ,dan pasien mendengar apapun yang anda ucapkan maka hiburlah dia,dan jangan membuatnya stress"


"Baik dok"


"Baik,kalau begitu saya permisi dulu"


Dan mama Tina bersama pak Herman terlebih dahulu masuk,mereka bergantian melihat keadaan sisi yang tidak berdaya dengan banyak alat ditubuhnya.


Malam ini mama Tina ditemani darra untuk bermalam dirumah sakit, karena sisi sudah dipindahkan ke ruang rawat lengkap bersama alat-alat medisnya.


Sedangkan Rizki dan Kevin pulang karena pekejaan yang mereka harus tangani, begitu juga pak Herman,dan didepan parkiran RS Rizki memanggil Kevin,


"Vin!!"


"Ya bang??"


"Lo ikut gue ,gue mau ngomong sama Lo,ikut mobil gue cepet!!"


Dan Kevin menuruti perintah Rizki dan diperjalanan,


"Gue Mao nanya dan Lo jawab tanpa basa basi Vin!"


"Iya bang apaan?"


"Lo tau hubungan Rio dan sisi?"


"Awalnya gue gak tahu,dan gue baru tahu tadi setelah gue nanya Rio"


"Lo gak cemburu, walaupun Rio gak berusaha ngambil sisi pasti nya?"


"Ko Abang tau?"


"Tahu apa?Gue tahu Rio bukan orang kaya gitu,walau awalnya dulu gue benci tapi tuh anak gentle dan dewasa"


"Memang begitu bang dan gue salut"


"Terus gimana sama Lo?"


"Gue kenapa?"


"Jangan pura-pura,gue tahu Lo gak cinta sama adik gue!"


"Jadi??"


"Istri gue itu tempat curhat sisi Vin, memang istri gue gak pernah cerita apapun ke gue tapi kemarin dia bilang hal ini karena ini menyangkut kehidupan adik gue"


"Oke,terus Lo mau gue harus apa bang?cinta gak bisa dipaksa begitupun sisi yang gak bisa lupain Rio"


"Ya kalo Lo gentle ,Lo bilang sama bokap nyokap Lo untuk berpisah dari sisi"


"Akan gue pikirin bang"

__ADS_1


Dan perjalanan mereka sampai dirumah pak Herman yang terpaksa Kevin turut menginap dan tidur dikamar sisi.


__ADS_2