
Rio merasa putus harapan dan mencoba memutus segala komunikasi dengan sisi.
Keberangkatan nya ke Malang berjalan lancar hingga ia tiba di rumah kost nya malam hari,
Lelah tubuhnya ia sandarkan pada sofa ruang tamu dimana teman-teman satu kost nya sudah terlelap dan hanya tinggal Luis yang asyik dengan gitarnya di teras depan,
Seketika Rio teringat dengan Kevin yang tidak ia lihat di rumah sakit tadi,dengan yakin ia mulai menghubunginya,
"Halo Yo,kenapa?"
"Dimana Lo Vin,gue ke Jakarta Lo ga ada!"
"Kan gue bilang mau temenin vanesha Yo"
"Gila sih Lo !"
"Lho bukan Lo tau hal ini,terus Lo udah temuin sisi?"
"Istri Lo koma Vin,empati Lo mana!oke Lo ga sayang gak apa-apa tapi rasa peduli Lo mana!"
"Yo,gue juga gak enak tapi vanesha penting juga buat gue ,sisi sayangnya sama Lo jadi gak akan ngaruh apapun yang gue lakuin,gue jamin!"
"Ga tahu diri Lo Vin!"
Tuuuttttttttttt!!!
Sambungan terputus dan ternyata Rio mematikan nya begitu saja.Kevin terlihat bingung dan tak enak hati,dia pun segera menghubungi Rizki,
"Halo bang gimana sisi?"
"Baik,Lo gimana terus kapan balik buat urus perceraian Lo sama adik gue"
"Gue belum ngomong ke bokap bang"
"Gue tunggu Lo pulang dan gue yang bantu Lo ngomong kalo mental Lo tempe!"
"Iya bang dua hari lagi gue balik kok"
"Bagus!,yaudah gue mau istirahat udah malam"
Sambungan terputus dan lagi-lagi Kevin diacuhkan dua orang laki-laki terdekatnya.
"Sumpah,pernikahan ini bikin gue pusing!!"ucap Kevin dengan mengacak rambut nya
Dan tanpa sepengetahuan Kevin , Vanesha sudah berdiri dibelakang nya karena mereka memang janji bertemu untuk makan siang,
"Vin"
"Eh sayang,udah lama disitu ayo duduk!"seru Kevin yang menoleh ke arah suara itu
"Cukup lama untuk mendengarkan obrolan kamu"
"Jadi?"
"Pernikahan siapa dan sisi itu siapa?"
"Itu emm ga apa-apa sayang, si Rio itu suka sama sisi jadi dia mau cepet nikah gitu!"sangkal Kevin dengan berusaha natural
"Jawab aku jujur atau aku cari tahu sendiri dan kamu akan nyesel?"
"Ga ada apa-apa sayang ,itu aku udah jujur"jawab Kevin dengan memegang tangan Vanesha
"Oke aku pegang kata-kata kamu tapi kalau ada kebohongan sedikit aja dari kamu,jangan harap aku maafin kamu"
"Iya sayang,ya udah yuk kita pesen menu nya ,aku udah laper tahu!!"seru Kevin yang merasa aman dengan kebohongan nya.
***
__ADS_1
"Yo,udah malem tidur Lo !"
"Duluan aja ia,gue belum ngantuk"
"Oh iya,kontrak Lo udah mau abis ya bro jadi Lo urus bisnis di Jakarta udah fokus dong!"
"Niatnya gue mau resign Karena udah lama juga gue di perusahaan ini tapi gue ragu"
"Ragu kenapa?kan Lo udah ada bisnis sama teman Lo"
"Gue ragu kalo dijakarta gue gak bisa move on dari doi ia"
"Doi?Lo udah punya cewek Yo?"
"Bukan cewek gue tapi kita pernah punya hubungan sebentar sebelum dia menikah"
"Oh , yaudah Lo harus move on karena dia udah jadi istri orang"
"Ya harusnya sih gue sadar itu dari kemarin is"
"Yaudah nanti Lo minta mutasi tugas aja, gue denger mutasi bulan ini ke Bali, Jogja sama Surabaya Yo"
"Oke juga ide Lo is,tapi kalo gue beneran bdi mutasi Lo kesepian gak karena ga ada gue?"
"Ah biasa aja tuh,hahaha"
"Dasar Lo Luis raberes!!"
***
Pagi hari Rizki dan Darra Sudah tiba di rumah sakit,
"Bang!?"
"Iya si,kenapa?"
"Bohong apa sih!"
"Katanya Rio kesini lagi tapi aku tunggu ga datang-datang?"
"Emm itu si maaf Abang ga jujur"
"Maksudnya gimana,jadi Rio gak mau kesini gitu?"
"Sisi, Rio kemarin kesini buat bantu kamu untuk sadar tapi kamu ga ada perubahan makanya dia putus asa dan merasa gak penting lagi makanya dia balik gitu aja"
"Terus ka?"
"Ya sampai sekarang kita belum bisa hubungin Rio"
Sisi seketika merenung dan menutup wajahnya dibalik kedua tangan nya ,entah apa yang dia rasa saat ini,
"Ponsel ku ka,ponsel ku mana?"
Darra segera mengambil ponsel Darra di laci nakas samping ranjang,
(Nomor yang anda tuju berada diluar jangkauan)
Benar saja apa yang dikatakan Darra,Rio tak bisa untuk dihubungi.Sisi mulai nekat turun dari ranjang dengan tangan yang masih di infus,
"Hey Sisi mau kemana kamu!"seru Rizki
"Sisi mau cari Rio bang, Sisi udah nyakitin dia berulang kali bang"
"Iya Abang ngerti tapi kondisi kamu si"
Pak Herman pun yang baru sampai di ruangan kaget dengan pemandangan tersebut,
__ADS_1
"Sisi kenapa nak?!"
"Aku tau kali ini pasti papa juga ga izinin aku ,tapi aku mohon sekali ini aja, terakhir aku mau minta maaf atas semua salah aku"ucap sisi yang masih berdiri ditepi ranjang
"Maksudnya ,coba Rizki kamu jelaskan"
Rizki pun membawa pak Herman keluar dan Darra menenangkan Sisi ,
Rizki berbicara di luar ruangan bersama pak Herman dan tak lama mereka pergi entah kemana,mama Tina yang melihat nya hanya mampu mengamati tanpa bertanya,
"Begini dok,apakah sisi sudah boleh pulang karena bosan dok katanya?"tanya Rizki
"So far, oke-oke aja pak Rizki ga ada masalah karena Darra mungkin lebih cepat pemulihan nya dirumah tapi ya itu jangan sampai stress dan berfikir keras untuk saat ini,olahraga ringan boleh dan makan bergizi,ini saya buat resep untuk ditebus"jelas dr Rian
"Makasih ya dok"ucap pak Herman
"Sama-sama pak,nanti juga saya akan visit untuk cek keadaan Sisi dirumah"
"Itu lebih baik dok,makasih ya dok dan kami permisi dok", pungkas Rizki dengan bersalaman
***
Dua jam kemudian Sisi sudah sampai dirumahnya,kamar yang dia rindukan dan masakan mama Tina yang harumnya sampai sudut kamar sisi,
"Anak mama sampai juga dirumah, Alhamdulillah"ucap mama Tina yang senang dengan kesembuhan anak gadisnya
Rizki dan Darra turut tersenyum dibelakang nya sambil membawa barang-barang,begitu juga Sisi yang bahagia dengan memeluk mama Tina,
"Bang,ayo bantu Sisi"
"Sabar si kamu baru sembuh,biar Abang yang cari"
"Tapi bang..."
"Udah ayo Abang bantu kekamar kamu"
Dan dengan sigap Rizki mengangkat tubuh sisi melewati tangga menuju kamarnya di ikuti mama nya,
"Darra,papa mau bicara nak"
"Oh iya pah,ayo"ucap Darra yang ikut beranjak ke ruang tamu
"Rio itu tahu kan kalau sisi sudah menikah?"
"Tahu pah walaupun dia tidak datang waktu itu karena pekerjaan"
"Lalu kenapa dia masih menganggu sisi dan kamu mungkin lebih mengenal dia makanya papa tanya sama kamu"
"Pah,sedikitpun Rio gak menggangu sisi, Darra jamin itu tapi Darra ga bisa jamin hati mereka karena perasaan keduanya itu kuat pah"
"Tapi sisi udah nikah sama Kevin Ra, sahabat Rio sendiri dan apa dia gak malu!"
"Pah,Rizki angkat bicara kali ini dan Rizki mau jelasin beberapa hal yang mungkin papa belum sempat tahu"
Rizki pun menjelaskan bagaimana perasaan Kevin dan sisi yang tidak bisa menyatu, bagaimana keduanya tersiksa atas pernikahan nya,
"Maaf pah, Rizki gak mau sisi terus menderita dengan perasaannya"
"Papa ga tahu akan seburuk ini,papa mengira semua baik-baik saja"
"Yaudah pah,kita bantu mereka ya dan papa setuju kan kali ini?"
"Tapi Ki,bukannya kamu gak suka sama Rio dan apakah dia orang yang tepat?"
"Itu dulu pah dan sekarang aku tahu kalau dia orang yang baik dan tulus"
"Kamu atur Rizki,papah ke kamar dulu"
__ADS_1
lanjut ya readers,jangan bosan ya !!😍😍