
Lusa itupun tiba,Rio tampak sudah berada di bandara untuk berangkat ke malang dengan diantar keluarganya,Rio harus menahan rindu pada mereka kurang lebih 1 tahun hingga masa kontraknya selesai.
Sisi yang tidak mengetahui itu semua merasa biasa dan masih terbayang-bayang dengan kejadian tempo hari.
Dengan perasaan berbunga-bunga dia mengirim pesan pada Rio,
Kling!
"Pagi ka,udah bangun belum?"
Namun tidak ada jawaban karena Rio masih berada didalam pesawat dan sedang tertidur.
Setelah pesawat mendarat,Rio mulai bergegas ke rumah yang sudah disewakan untuknya yang terdiri dari 4 atau 5 orang yang akan menjadi temannya karena mereka disatu perusahaan yang sama.
Disana dia mulai membaringkan tubuh lelahnya dengan penerbangan yang baru kali ini dia rasakan,dan dengan mengeluarkan ponselnya bermaksud untuk memberikan kabar pada keluarganya,tetapi ada 1 pesan masuk,
"Sisi?gimana perasaan nya ya kalo dia tahu gue ada disini?!"gumam Rio dalam hati
Sisi yang tahu pesan nya sudah dibaca ,tidak sabar untuk menghubunginya dan kali ini dengan video call,tak tega dengan kekhawatiran sisi pastinya ,Rio pun mengangkat panggilan itu,
"Hallo si?"
"Ehh,kamu baru bangun ka?aku tadi WhatsApp gak bales!!"
"Ini aku emang baru bangun si,dan hari ini aku libur jadi santai lah"
"Oh gitu,tapi kok rapih banget pakaian kamu,kaya orang mau pergi kemana gitu"
"Heheheh,iya semalam aku nongkrong sama teman main jadi lupa salin karena udah ngantuk"jawab Rio mengelak
"Oh yaudah kalo gitu,kamu jangan lupa makan,aku masuk kelas lagi yah,masih ada kelas soalnya!!"
"Iya belajar yang rajin ya, hati-hati kalo mau pulang"
Dan dengan senyum ,sisi menyudahi obrolan itu yang rasanya tidak ingin berakhir,tanpa tahu Rio berada diluar kota saat ini untuk waktu yang tidak sebentar.
Lain halnya dengan sisi,darra yang sudah mulai dengan aktifitasnya untuk dinas,sibuk dengan ucapan selamat dari teman-temannya,berbagai kado dan bingkisan turut menghiasi nya.
__ADS_1
darra dan Rizki berencana untuk honeymoon bulan depan ke luar kota yang tidak begitu jauh, juga karena Rizki sudah merencanakan kerjasama dengan temannya didaerah Jawa timur untuk membuka cabang showroom yang dirintis temannya.
Mama Tina dan pak Herman tengah mempersiapkan pertemuan dengan keluarga Surya Wijaya yang mempunyai anak bernama kevin wijaya,ya mereka akan membahas kelanjutan tentang perjodohan anak-anak mereka.
senja pun tiba menghantarkan jingga menuju peraduannya,membuat sisi harap-harap cemas karena akan bertemu dengan calon jodohnya,
sisi masih menatap wajahnya didepan cermin,betapa bayangan Rio selalu menyelinap dalam lamunannya,dengan perasaan tak menentu dia beranikan diri untuk menelpon Rio,
derrttttttt.....
"halo assalamualaikum?!"
"iya waalaikum salam ka,lagi sibuk ga?!"
"nggak, kenapa?ini habis pulang kuliah,ada apa siput?!"
"aku bingung harus gimana ka,aku rasanya pengen banget dibawa kabur sama kakak!!"
"hey,kok gitu!ada apa emang?!"
"beberapa jam lagi aku mau ketemu cowok yang mau dijodohin sama aku,dan aku ga tau lagi harus gimana"ucap sisi dengan suara yang mulai menahan tangis
sisi tak mampu berbicara dengan apa yang didengarnya,semua rasanya begitu menyakitkan ketika orang yang dicintainya tak ingin sedikit pun memperjuangkan cintanya.
"jangan nangis si,terima video call aku sekarang,aku tau kamu gak baik-baik aja"
sisipun menerima panggilan video , dan terlihat wajah Rio yang sangat dia rindukan,
"syuttttt,,,jangan nangis,tambah jelek ah!"
"kamu jahat banget, sumpah!!"
"pokoknya,aku selalu doain kamu yang terbaik,dan kalo memang dia jodoh kamu,coba lupain aku ya, semoga dia mampu buat kamu bahagia,tapi kalo dia nyakiti kamu,bilang sama aku ya"
"sisi?maafin aku ketika diposisi seperti ini aku ga bisa kamu andalkan,kalo aku paksa maju pun,aku kalah segalanya.kalo kita jodoh Allah pasti kasih jalan,jangan merasa kalo aku ga peduli,justru aku yang paling sakit dengan ini semua"ucap Rio dalam hati
sisi hanya terus menangis tak kuasa menahan kesakitan nya kali ini,begitu perih menusuk jantungnya,memperjuangkan perasaan yang dibuat pasrah dengan keadaan.
__ADS_1
"Yaudah,kamu cuci muka sana!aku juga mau mandi"
"segitu?cuma segitu perasaan Kaka sama aku!!"seru sisi kali ini
"lebih dari yang kamu tahu,dengan caraku yang nanti pasti kamu mengerti"ucap Rio meyakinkan sisi
"aku kecewa!!!aku benci sama kamu,aku nyesel udah cinta sama orang yang gak peduli sama sekali kayak kamu!!"
seketika sisi mematikan ponselnya dan membuang jauh tepat diujung ranjangnya,dan hanya kekecewaan yang dia dapatkan dari apa yang dia harapkan.
hingga akhirnya Kevin pun datang bersama kedua orangtua nya,dan tidak ada alasan lagi untuk sisi menghindar,
"si,ayo turun itu Kevin sama orangtua nya udah Dateng,mama tau kamu belum siap.ikuti mau papa mu dulu ya nak"
"kapan papa mau ikuti sisi nya?oke sisi ikuti mau papa sekarang,tapi papa bisa ikuti mau sisi?!"
"kita bicarakan nanti sama papa ya,kamu mau papa mu ikuti apa si?!"
"sisi gak mau nikah sebelum sisi lulus kuliah"
"yaudah ,kita turun dulu yuk.ga enak mereka udah nunggu"
dan turunlah sisi bersama mama Tina,dan Kevin merasa tidak suka,terlihat dari tatapan nya yang tajam dan berlalu dengan membuang muka,
"hey Kevin,kok bengong!!cantik kan anak pak Herman ini?!tanya pak Surya
"eh iya pah,iya cantik"jawab Kevin singkat
dan darra dengan wajah tidak sukanya ,membiarkan tingkah acuhnya didepan Kevin,
"kalo bukan karena papa yang maksa ,gue gak akan mau dijodohin sama ni anak,yang keliatannya manja,sedangkan nasib gue sama vanesha bakalan hancur,dan ini semua gara-gara cewek manja ini!!"gumam Kevin dengan menyeringai
"yaudah ayo,kita sambil makan, daripada diem-dieman mereka,hehehe"ucap mama Tina mencairkan suasana
"Tuhan,jika memang dia jodohku berikan kemudahan untuk ku bisa menerimanya dan kalo dia bukan jodohku,tampakkan sekarang juga tuhan,aku tidak mau berlama-lama membuang waktu untuk mengenal seseorang dengan hati yang masih tertahan diujung sana"gumam sisi dengan pandangan kosong
mama Tina sangat faham dengan isi hati putrinya itu,dan dengan perlahan mama Tina menggenggam tangan sisi berusaha menguatkan dan meyakinkan bahwa dirinya tidak sendiri.
__ADS_1
berbeda dengan pak Herman yang sangat percaya diri dengan rencana nya,mungkin kali ini tak akan gagal menjodohkan anak nya setelah Rizki yang dulu gagal dia jodohkan dengan anak temanya,