Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
kecewa


__ADS_3

"emang gak apa-apa ka?aku belum sarapan si dari pagi baru jus mangga aja tadi"


"gak apa-apa,anggap rumah sendiri! ayo"ajak darra menuju dapur


Selesai makan ,sisi menemani ibu darra yang sedang menjemur pakaian diteras depan.


Dan darra masuk kekamarnya untuk memastikan suaminya sudah bangun atau belum karena sudah waktunya makan siang.


"Eh,udah bangun!!"seru darra yang melihat Rizki sedang duduk menghadap jendela


"Emmm,itu sisi ngapain kesini?"


"Itu,aku belum sempet cerita ya sama kamu"


"Kenapa emang ,ada apa?"


"Sisi gak mau ketemu mama papah bang,karena katanya dia mau dijodohin,sama halnya kaya dulu kamu"


"Jadi papa udah ngomong?!"


"Jadi kamu tahu?!"


"Ya aku tau,emang apa salahnya dia kenalan dulu, jalanin dulu siapa tau cocok!daripada Deket sama cowok itu,ga jelas.aku ga suka!"


"Kecewa sih aku sama kamu bang!"ucap darra beranjak pergi namun ditahan oleh Rizki


"Kenapa kamu yang marah sih!"seru Rizki


"Peka ga kamu hah?gimana rasanya dulu kamu sempet dijodohin,saat kamu udah sayang sama seseorang,berontak gak kamu?


Berakhir dirumah sakit kan?untungnya papa luluh,dan sisi dukung kamu,terus ini balasan kamu?"


"Aku cuma pengen yang terbaik buat dia!"


"Oke,kalo kamu ga suka adik kamu Deket sama Rio,tapi tolong tolak perjodohan ini dan dukung sisi!"


"Oke demi kamu!tapi aku ga akan biarin adik aku Deket sama cowok itu,yaudah sekarang aku mau ngomong sama sisi dulu"


Keluar lah darra untuk memanggil sisi,dan sesampainya mereka didalam kamar,darra lanjut mengunci pintu karena mungkin ini sangat pribadi,dan


"Aku tunggu luar yah"ucap darra


"Ga usah sayang,kamu juga berhak andil.sini duduk samping aku"jawab Rizki dengan menepuk ranjang


Dan sisi merasa tahu apa yang Rizki akan bicarakan,

__ADS_1


"Besok Abang mau pulang kerumah,kamu juga ikut ya?!"ucap Rizki


"Emang Abang gak suka aku tinggal disini?"


"Bukan gitu,mau sampai kapanpun terserah darra karena ini rumah orangtuanya tapi masalah itu gak akan selesai dengan kamu lari kaya gini"


"Terus sisi harus gimana bang,coba abang jadi sisi!!!"seru sisi


"Abang akan bantu kamu buat batalin perjodohan ini tapi Abang gak mau kamu dekat sama Rio"


Seketika sisi menangis,dan Rizki kebingugnan dengan apa yang terjadi,


"Kamu gak usah gini deh si,kita pasti bisa bujuk papa.abang aja bisa masa kamu ga!,apa kamu gak yakin sama Abang kalo Abang bisa bantu kamu?!"


"Lebih dari itu bang,apa Abang bisa bantu sembuhin luka hati aku saat aku harus terima kenyataan ini,atau Abang udah tau semuanya tapi pura-pura gak tau!!!!"seru sisi dengan emosi dan tangisnya


"Apa maksud kamu!!ga usah lebay si"bentak Rizki yang mulai terpancing


Darra yang sedari tadi menunduk,langsung menenangkan keduanya,terlebih Rizki yang sudah berdiri menahan marah,


"Bang, udah yuk kita keluar dulu biar sisi tenang dulu"


Dengan segera darra menarik lengan Rizki ,dan Rizki seperti anak kecil yang patuh kepada ibunya.dimeja makan Rizki dan darra duduk tak lupa darra memberikan minum untuk Rizki agar lebih tenang.


Darra mulai membuka pembicaraan,


"Darra mau nanya penting sama Abang"


"Apa?!"


"Kamu tahu rahasia papa sama Mama tentang siapa sisi?!"


"Rahasia apa!jangan bikin aku penasaran dong sayang,pliiss!"


"Ya makanya aku nanya,jangan sampe apa yang dibilang sisi itu benar kalo kamu tahu tapi pura-pura gak tahu"


"Sumpah demi apapun sayaaaaang,aku gak tahu apa-apa!!"


"Sisi bukan anak kandung papa mama dan itu artinya kamu bukan Abang kandung nya bang"


"Gak,gak mungkin ra.jangan ngomong ga jelas kaya gini aku males, beneran!!tega kamu ngomong gitu!"seru Rizki beranjak meninggalkan darra yang duduk dimeja makan


"Tunggu!ini sisi yang denger langsung dari papa mama,dan dia cerita sama aku.terus menurut kamu apa aku enak diam aja ngerasain perasaan sisi?!kamu harusnya bangga,sisi ga coba kabur ke tempat gak jelas,dia lari kesini,ketempat Kaka iparnya bukan kemana-mana jadi tolong biar sisi sama aku!"


lama Rizki berfikir mencerna perkataan darra yang membuatnya angkat bicara juga,

__ADS_1


"Kali ini aku setuju,aku mau ketempat papa,mungkin langsung kebengkel.kalo aku pulang nanti aku kabarin,jaga diri ya,jaga sisi juga, cup!"


Darra hanya senyum mendapatkan perlakuan dari suaminya yang mengecup keningnya padahal dia tahu ada rasa marah dan emosi dalam diri nya tentang keadaan keluarganya.


"Yaudah aku ambilin barang-barang kamu dulu dikamar"


"Ga usah, ambil dompet sama kunci aja aku tunggu depan"


Dengan sigap darra mengambil barang tersebut dan memberi kan pada suaminya yang tengah pamit pada orang tuanya.


Dan darra mengantarkan Rizki sampai dia pergi dari pandangan darra.


entah apa yang akan dilakukan Rizki , terlihat wajah kecewa dan tak percaya atas kenyataan, sesampainya dirumah rizki mencari papa dan mamanya,


"kenapa Ki, teriak-teriak gitu ah!mama lagi pusing nih adik kamu kemana lagi,bilangnya kuliah tapi belum pulang juga!"


"sisi baik-baik aja ,justru mama sama papa yang ga baik-baik aja tapiii nyaris sempurna sandiwara selama ini dan terlihat baik-baik saja"ucap Rizki dengan nada nyeleneh


"apa maksud kamu Ki!"


"justru aku yang harus nanya ,apa maksud mama sembunyiin ini semua dari aku terutama sisi!"


"jangan suka bentak orangtua Rizki!papa udah sering bilang itu!"seru pak Herman yang tiba muncul dari kamarnya


"udahlah pah,Rizki kecewa sama kalian"


"jadi arah pembicaraan kamu kemana? perjodohan itu bukan kamu setuju?!"


"mendadak aku gak setuju dengan apapun yang menyakiti adik ku!"


"yasudah,papa akan fikirkan lagi"


"Rizki tidur dibengkel,kalian masih ada kesempatan buat jelasin siapa kalian ke sisi,dia ada dirumah darra"ucap Rizki dengan pergi keluar menuju mobilnya


mama Tina berusaha mengejar Rizki yang sedang membuka pintu mobil,


"jangan buat mama penasaran,apa yang mesti mama jelasin Ki?!


"hahahaha,terserah mama,mama lebih tau dari Rizki!!aku udah terlalu pusing di hari pertama pernikahanku,Rizki gak akan kesini lagi sebelum mama bisa jelasin semuanya sama aku dan sisi emm bang Adit juga"


mama Tina masih bingung, dan Rizki mulai memperjelas keadaan,


"mama masih bingung?masih bingung siapa orangtua sisi sebenarnya?!"


mama Tina seketika menutup mulutnya dan memerah wajah dan matanya,entah seperti hantaman Godam yang tepat mengenai dadanya.

__ADS_1


__ADS_2