
halo guys aku Eka rosdiana dan biasa disapa Diana ,aku adalah salah satu sahabat Darra dan mungkin kalian sedikit tahu tentang ku.
aku sedikit keras dan tidak se fenimin Darra yang selalu membawa make up dalam tasnya.
kalian juga pasti tahu bagaimana aku dari sudut pandang kalian dan aku terima itu .
karena yang terpenting bagiku adalah teman-teman yang pengertian dan perhatian.
***
dinas hari ini aku shift siang sampai besok karena lusa adalah hari minggu dan poliklinik tutup.
hari ini berbeda rasanya karena darra shift malam.
aku masih tidak enak hati dengan darra yang selalu kupaksa sesuai inginku,tapi tidak ada maksud buruk selebihnya aku sayang dan peduli padanya.
cinta segitiga yang kurasa membuatku berfikir melibatkan darra dalam setiap situasi untuk menyempurnakan Alibi.
tidak sepenuhnya alibi ,aku ingin mendekatkan darra dengan Rizki agar aku tetap bisa melihat Rizki dengan segala kebaikan nya,agar tetap bisa menjemputku pulang dinas,agar aku tidak kehilangan dia begitu saja ketika nanti dia tahu statusku sebenarnya,dan tidak terlalu sakit setelah dia tahu karena aku akan mengalihkan perasaan nya perlahan pada darra kalau ternyata dia juga menyukaiku.
egois memang,tapi aku yakin aku bisa membuat semua sempurna dan baik-baik saja,aku lihat darra juga sedang jomblo sudah saatnya dia menemukan cowok yang tepat pikirku,dan itu adalah Rizki.
gebrakan meja kantin membuatku lolos dari lamunan makan soreku,
"hey,ngelamun aja lu cuy!sambet Lo dirumah sakit kaya gini banyak tuh lagi pada lewat",seru Noura dengan menunjuk kearah kiri kanan seperti tahu tapi pasti sok tahu.
"ehh bocil ke dua dinas siang juga Lo,pasien rame yang masuk? teman lo shift malam ya",tanya Ku basa basi sambil menyedot jus mangga.
"bocil bocil,bisa aja lo kalo panggil nama orang!"seru Noura dengan nada protes
"lah emang kan lo sama imutnya sama si darra kaya bocil"ucap ku dengan menggoda Noura
"jangan salah Lo,kecil-kecil gini cabe rawit tau,sekali ulek pedes na!"seru Noura tak mau kalah
"asyik!enggak nahan dah"ucap ku sambil geleng-geleng kepala.
aku dan Noura memang akrab juga tapi jarang untuk berada di shift yang sama ,kami juga sering nongkrong di berbagai cafe berlima dengan yang lain,tapi untuk masalah pribadi aku lebih nyaman dengan darra.
***
asyik mereka berbincang dengan makan sore dikantin setelah magrib tadi, tidak terasa sudah 20 menit,mereka menyudahi perbincangan mereka dengan menuju kasir untuk membayar makanan mereka.
"Noura,gue duluan ya karena pasien poli udah mulai rame kayanya,gak apa-apa kan?"ungkap Diana
"sip,no problem sistur!",seru Noura mengacungkan jempolnya tanda mengiyakan.
tidak terasa pukul 21.00 sudah terlewat dan Diana bergegas menyalin seragamnya dengan pakaian nya di ruang ganti,sampai akhirnya berjalan dan sampai depan jalan raya tidak jauh dari portal pintu masuk RS.
dan seperti menunggu dijemput ayahnya.,ya Diana memang selalu dijemput ayahnya ketika shift siang tapi ini bukan seperti pria paruh baya.
lagi-lagi Diana dijemput cowok matic itu
"udah lama nunggu kamu?",tanya Diana
"belom si ,yaudah yuk kita jalan!",jawab Rizki dengan menyalakan motor nya
__ADS_1
"kita makan dulu yuk,kamu mau gak?"ajak Diana dengan menaiki motor
"yaudah hayo kalo ditraktir hehe"ucap Rizki dengan tertawa menggoda Diana
"hehe dasar,iya tenang aja kamu mah"jawab Diana
begitulah kira-kira mereka menikmati malam ini yang seakan lupa dengan semuanya.masa yang indah walaupun sedikit ada yang salah,bagaimana mungkin seorang laki-laki intens bersama pasangan orang lain?bagaimana orang sekitar menilai mereka yang tahu Diana sudah punya kekasih,karena mereka menilai dengan apa yang mereka lihat,tidak peduli alasan didalamnya. tapi lagi-lagi Diana selalu beralasan dengan kata pertemanan sebagai tameng walaupun dalam hatinya ada sedikit perasaan yang sudah tumbuh dengan situasi kondisi yang salah.
***
disebuah cafe dengan dekorasi romantis dan dengan backsound lagu auto galau turut menemani mereka makan malam atau lebih tepatnya dinner.
jangan tanyakan perasaanku
jika kaupun tak bisa beralih
dari masalalu yang menghantuimu
karena ini sungguh tidak adil
bukan maksudku menyakitimu
namun tak mudah tuk melupakan
cerita panjang yang pernah aku lalui
tolong yakinkan saja raguku
pergi saja engkau pergi dariku
meski berat melangkah hatiku
hanya tak siap terluka
beri kisah kita sedikit waktu
semesta mengirim dirimu untukku
kita adalah rasa yang tepat diwaktu yang salah
hidup memang sebuah pilihan
tapi hati bukan tuk dipilih,ooo
bila hanya setengah dirimu hadir
dan setengah lagi untuk dia
bact to****
bukan ini yang ku mau
lalu tuk apa kau datang
rindu tak bisa diatur
__ADS_1
kita tak pernah mengerti
kau dan aku menyakitkan.
(fiersa Besari ,waktu yang salah*)
mereka terhanyut dengan lagu mendalam tersebut dan seakan mewakili perasaan Rizki untuk Diana tapi sayang Rizki belum mengetahui semuanya.
tapi Diana merasa tersentil juga dengan lagu tersebut bagaimana ia sebagai sang penjahat cintanya.
sedang Rizki terlihat nikmat bersama makanannya padahal Diana yang mengajaknya tadi,
"kok dilihat aja tuh makanan,makan dong!"seru Rizki menatap Diana
"iya ini aku makan"
"kamu sakit,kok muka kamu lesu gitu na?"tanya Rizki penasaran
"enggak kok,mungkin karena laper aja bang yaudah ayo lanjut makannya"
Rizki pun mengiyakan dengan melanjut santapannya.
malam-malam mereka begitu memperluas harapan Rizki untuk bisa lebih dekat dari sekedar teman bersama Diana.
tapi Diana merasa bersalah setiap kali pertemuan nya bersama Rizki karena harus menyembunyikan kisah cinta yang sudah ia jalin dengan orang lain dan itu pasti akan menyakitkan bagi siapa saja yang merasa dibohongi.
belum reda rasa bersalah Diana malam ini, Rizki pun beranjak dari duduknya,
"mau kemana bang?",tanya Diana
"mau kesitu sebentar ,kamu tunggu disini aja"
Dan Rizki duduk di panggung deretan alat musik itu,entah apa yang akan dilakukan dan hanya samar terdengar,
*kutahu engkau sebenarnya tahu
tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
kau sembunyikan rasa cintaku
dibalik topeng persahabatanmu yang palsu
kau jadikan aku kekasih bayangan
yang menemani saat kau merasa sepi
bertahun lamanya kujalani kisah
cinta sendiri
(_kekasih bayangan_cakra Khan*)
Diana seketika seperti terhantam batu besar,sesak dan yang pasti seperti tertangkap basah atas semua kelakuan nya.
tapi tak begitu dengan Rizki yang tidak punya maksud tertentu.
__ADS_1
mohon maaf bila masih banyak yang salah ya readers baik kata maupun PUEBI.🙏🙏