
Diana hanya senyum-senyum melihat pasangan suami istri itu,
"Makanya Ra kasih tuh si Rizki mainan biar ga ilang-ilangan,hehe"
"Ah emang udah punya mainan dia,game aja tuh di handphone"
"Dasar Lo!"
"Lo do'ain gue ya na biar cepet dikasih kepercayaan kaya Lo"
"Aamiin,yang penting Lo sabar dan santai aja"
Darra hanya tersenyum mendengarnya dan Rizki sudah pamit pada firman,
"Ayo sayang,mama udah nunggu"ajak Rizki
"Oh iya,yaudah na nanti kalau ada waktu kita main ke tempat Lo,daahh dedek ganteng"
Mereka pun saling berpelukan,Rizki dan darra melanjutkan langkahnya ke ruangan rawat sisi,mereka mendapati mama Tina yang sedang dirayu untuk makan oleh pak Herman,
"Kenapa pah,mama gak mau makan?"tanya Rizki
"Hey,iya nih mama belum pengen terus bawaannya katanya"
Rizki menghela nafas panjang,
Hemmmmphh
"Mah,sisi denger lho kita ngomong apa disini jangan sampai sisi sedih lihat mama gak mau makan kaya gini"ucap Rizki yang duduk dilantai memegang lutut mama nya yang duduk di sofa
Darra yang melihat mama Tina hanya diam dan menyeka airmatanya mulai beranjak dari duduk nya ,ia membangunkan Rizki dari duduk nya dan membawa nya ke sofa dan mulai menghampiri mama Tina,
"Mah besok Rio kesini demi sisi,aku sama Rizki berharap Rio bisa bantu sisi untuk sadar mah"bisik darra lembut dengan mengusap punggung mama Tina
"Rio?beneran ra!"
Darra hanya tersenyum dan mengangguk antusias,
"Tapi mama makan dulu ya,baru nanti kita telepon Rio lagi untuk mastiin, gimana?"
"Iya udah mama mau"
Dengan cepat darra membawa kotak makanan nya lengkap dengan sendok,dan mulai menyuapi mertuanya itu,
"Ga usah Ra,mama bisa sendiri kok"
"Iya udah ,ini minum nya darra taruh sini ya"
Rizki dan pak Herman hanya saling pandang melihatnya,dan darra kembali duduk disamping Rizki,
"Ra ,kamu apain mama bisa sampe mau makan?"
"Aku jampi-jampi!"
__ADS_1
"Ah kamu becanda aja!"
"Iya Ra ko bisa mama kamu semangat begitu makan nya?"tanya pak Herman yang juga heran
"Tenang pah,papah istirahat aja jangan banyak pikiran juga yah"jawab darra lembut
Dan tiba-tiba seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari perut darra terasa tak nyaman,
Uweekkkk!!!
Darra menutup mulutnya,
"Ra kamu kenapa?"tanya mama Tina yang menoleh ke arah darra
"Gak apa-apa mah,cuma aku mual dan pusing tiba-tiba"
"Kamu makan lagi ya tadi kan sedikit dirumah"ucap Rizki
"Gak mau,belum nafsu bang"
"Yasudah Ki,bawa istrimu istirahat dirumah"ucap pak Herman
Rizki pun membawa darra keluar dari rumah sakit menuju parkiran,dan dalam perjalanan darra hanya bersandar dan sesekali memijat keningnya,
"Pusing banget yank?"
"Iya nih jadi bikin mual juga, apa aku salah makan ya"
"Iya coba kamu ingat-ingat,apa kita balik lagi periksa dokter?"
"Yaudah kalo kamu mau nya gitu"
Rizki mengemudikan mobil dengan hati-hati agar darra tak merasa makin mual dan pusing hingga merekapun sampai dirumah tepat pukul 20.00.
"Mau aku gendong?"
"Ga usah bang aku kuat kok"jawab darra dengan turun dari mobil menggandeng tangan Rizki
Rizki sangat khawatir dengan kondisi Darra,karena selama ini darra selalu berusaha tak menyusahkan Rizki terlebih saat ini Darra sudah tidak lagi bekerja seperti dulu,membuat nya tak enak hati merepotkan Rizki dan Rizki tahu sifat-sifat istrinya itu.tanpa diminta Rizki dengan sigap memapah Darra hingga diujung ranjang dan ia keluar untuk melakukan sesuatu,
"Mau kemana bang?"
"Tunggu,aku cuma sebentar kok"
Darra hanya diam dan memposisikan tubuh nya agar lebih nyaman,dilantai bawah Rizki sedang sibuk didapur membuat teh hangat untuk istrinya tak lupa beberapa lembar roti yang sudah dioles selai kacang kesukaan Darra.
"Ya ampun kamu bawa apa bang?"
"Minum dulu nih selagi hangat,aku juga bawa roti tuh buat kamu"
"Iya makasih ya sayang"
"Iya sama-sama,ya udah kamu istirahat aku temenin kamu"
__ADS_1
"Bang aku...... uweeeekkkkk!"
Darra baru hendak beranjak dari ranjangnya tapi cairan makanannya terlanjur membasahi lantai,
"Astaga sayang,udah kamu duduk jangan gerak,duduk aja disitu!"
"Aduh bang,maaf aku ga tahan"ucap darra
Dan Darra bergegas mengambil alat pel dilantai bawah dan Rizki masih sibuk dengan tisu untuk membersihkan muntahan darra,
"Itu orang suruh diem-diem juga!"gerutu Rizki dalam hati
Tak lama Darra datang membawa perlengkapan kebersihan,
"Sini biar aku aja,kamu duduk disitu!"
"Kok kamu bentak aku ?"
"Ya abis aku bilang duduk aja ,ga ngerti kamu"
Darra hanya menunduk pasrah dan dia pun berbaring mencoba memejamkan matanya, begitupun Rizki yang sudah selesai membersihkan.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 21.30,Rizki turut memejamkan matanya disamping darra yang sedang terlelap.
pukul 22.00 Darra terbangun dan perutnya mulai terasa lapar tapi hasrat nya ingin sekali melahap seporsi siomay yang dia lihat di spanduk pinggir jalan tadi,tak ingin membangunkan Rizki yang tengah nyenyak tertidur darra membuka aplikasi di ponselnya,
lewat aplikasi Gof**d Darra berhasil memesan dua porsi siomay,dan hanya butuh 20 menit pesanan darra mendarat didepan rumah.
Abang ojol mengantarkan pesanan nya dan berhasil ia bawa masuk dan kali ini ia makan di dalam kamarnya,diatas sofa panjang ia mulai melahap nya,
Rizki pun berbalik arah mencoba memeluk istrinya tapi ia merasakan Darra tak lagi disamping nya, perlahan ia membuka mata dan mulai mencari keberadaan Darra,samar terlihat Rizki hingga mengedipkan mata nya,
"Ra ,kamu ngapain?"
"eh kamu bangun,aku lagi makan somay kamu mau?"
"somay,kapan kamu beli?"
"itu aku pesen lewat aplikasi karena gak enak bangunin kamu,untung ponselku juga canggih!hehe"ucap darra dengan tertawa kecil
"sayang kapanpun kamu butuh kamu jangan sungkan,aku ini suami kamu"
"aku tahu itu kok bang tapi selama aku bisa handle,aku gak mau repotin kamu sayang"
"emang susah ngomong sama kamu,pokoknya kalau mau apapun bilang atau aku marah!"
"iyaa maaf ya Abang Rizki yang ganteng,baik hati,mending kita makan siomay yuk!"
"lagian kamu tumben ngemil jam segini,biasa nya udah mimpi"
"iya aku ga tau bang,aku terbayang-bayang spanduk siomay abang-abang pinggir jalan tadi"
"astaga darra ,kenapa tadi ga bilang buat berhenti"
__ADS_1
"kamu tuh marah-marah aja si,yang penting ini udah ada sekarang!"
"ya ampun salah lagi gue!"gerutu Rizki dengan menepuk keningnya