Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
dewasa


__ADS_3

dengan menunduk dan menahan kecewa yang masih terselip sisi berusaha mengiyakan dengan mengangguk,


Dan dengan menguras emosi dan airmata,Aditia berhasil meluluhkan hati sisi untuk mau memaafkan orangtuanya, karena memang Aditya paling disegani dalam keluarga.mereka berpelukan layaknya seperti mengungkapkan rindu dan kasih sayang tiada Tara.


Bagaimana pun mama Tina sudah menganggap sisi anak kandungnya,dengan penuh perjuangan nya merawat sisi yang masih bayi waktu itu,dan mereka sepakat untuk berusaha mencari dan mempertemukan sisi dengan kedua orangtuanya,karena ibu kandung sisi adalah sahabat karib mama Tina yang menghilang sejak ia menitipkan sisi pada keluarga pak herman.


Dengan kedewasaan sisi dan bujuk rayu keluarga,sisi mulai bisa berdamai dan mau untuk kembali tinggal bersama keluarga Rizki.


Merekapun menghabiskan makan siang mereka dengan harmonis dan tak lupa darra ikut serta,hingga akhirnya mereka keluar dari restoran itu untuk pulang,hingga sedikit lagi sampai dirumah pak Herman namun Rizki memilih jalan berbeda di persimpangan,membuat darra keheranan.


"Sayang,bukannya mau pulang?"


"Ikut aja"


Darra pun menuruti ucapan suaminya,hingga mobil berhenti disebuah rumah yang minimalis tapi asri,hanya terdapat gerbang hitam yang tidak terlalu tinggi,disana ada laki-laki paru baya sedang merapihkan rumput halaman,


"Sore pak ujang,belum pulang?"


"Belum mas,tapi istri saya sudah bereskan rumah ini tadi pagi"jawab pak Ujang.


Darra masih belum faham ini rumah siapa dan kenapa Rizki terlihat tidak sungkan masuk rumah itu tanpa memperdulikan darra,


"Kamu mau disitu terus!!!gak takut item kepanasan!!"teriak Rizki dari teras yang masih melihat darra mematung


Darrapun berlari kedalam menyusul keberadaan Rizki dengan pertanyaan yang sudah seperti kereta dalam benaknya,


"Sayang,ini rumah siapa?"


"Rumah kamu,emm rumah kita"


Darra terdiam tak berekspresi,


"Hey,kamu gak seneng,kurang besar kaya rumah papa ya?atau design nya gak suka?"


Darra hanya mengembangkan airmata yang terkumpul membendung pada conjungtiva,


"Lho,kamu kenapa sih hah?!"


"Tapi aku kan dinas di Bogor,masih 6 bulan kontrak ku habis,ini siapa yang mau tempati?"


"Setelah 6 bulan,kamu gak usah dinas lagi ya.gak usah shift pagi, Siang,malam,aku gak tega apalagi kalo shift malam dan nanti kamu standby dirumah ini buat aku ya"ucap Rizki mengedipkan sebelah mata.


"Tapi aku masih suka pekerjaan ku sekarang bang,tapi kalau kamu maunya kaya gitu aku akan coba belajar jadi istri yang baik dan nurut"jawab darra


"Beneran nurut nih?berarti aku minta apa aja dituruti gitu yank?!"tanya Rizki memainkan alisnya turun naik


"Ehhhh ya iya lah,emm tapi kalo minta yang aneh-aneh dan ga baik itu aku berhak nolak ya"sanggah darra dengan gugup


"Kalo minta kerjasama nya buat kasih mama cucu itu gak aneh-aneh kan ?kita mulai rapat nanti malam aja ya,mau disini atau dimana?!"tanya Rizki menggoda darra

__ADS_1


"Apaan si yank!!!"


"Tuhkan,katanya mau jadi istri yang baik?!!"


"Iya udah ayo,kita kerumah mama aja!!3 hari lagi aku mulai dinas,jadi kayaknya aku malam ini nginep temenin mama dan sisi"


"Suami kamu buang aja udah yank dirawa-rawa"ucap Rizki yang berjalan menuju mobil meninggalkan darra dibelakang


Darra yang mendengarnya,tak henti tertawa ,


"Pak Ujang ,titip ya"


"Siap mas, hati-hati mas"


Mereka pun sampai di rumah pak Herman yang sangat dekat dengan jarak rumah baru mereka,dan tak terasa waktu sudah sore pukul 18.00,darra yang melihat mama Tina yang sibuk didapur menyiapkan makan malam ikut membantu dan terlihat sisi hanya senyum melihat keakraban mertua dan menantu itu sambil memainkan ponselnya.


Selesai memasak darra pamit untuk mandi dan ternyata Rizki sudah terbaring diranjang dengan memainkan ponselnya.


"Astaga,kamu belum mandi juga bang?!!"


"Nunggu kamu"


"Eleeeh,emang mau aku mandiin pake nunggu aku segala?!"


Rizki hanya tersenyum dan terus menghampiri darra,darra mulai merasa tidak enak dan dengan cepat berlari kekamar mandi dan lupa mengambil handuk terlebih dahulu,


"Buka sayaaaaang..."


"Aku lagi mandi lho,gantian!!"


"Apa kamu bawa handuknya?"


Darra baru sadar dan terdiam lama,karena dia tidak tahu letak barang-barang dikamar Rizki karena ini baru pertama kali ia masuk kamarnya


"Ini aku udah bawain,buka dong pintu nya"


Dengan bersembunyi dibalik pintu,darra mulai membuka pintu dan terlihat handuk yang bergerak-gerak oleeh tangan Rizki,


"Aku sekalian......"


Bruuugggggh!!!


Darra dengan cepat mengambil handuk dan menutup pintu dan tak mau tahu dengan keadaan hidung Rizki yang memerah terbentur pintu,


"Awas nanti malam kamu ya darra!!!ga akan Lolos kamu,liat aja"gerutu Rizki dibalik pintu kamar mandi


Dan setelah mereka selesai ,langsung turun untuk makan malam, terlihat sisi mulai seperti biasa walau terlihat sedikit kecanggungan karena kini dia tahu bahwa dia bukan satu darah dalam keluarga itu.


Setelah makan malam ,darra pun membereskan peralatan bersama sisi didapur, hingga muncul perbincangan,

__ADS_1


"Kak,gimana kabar Rio ya ka?"ucap sisi yang sedang menggosok-gosok piring di wastafel dengan pandangan kedepan


"Tanya dong, punya kontak nya kan?!"


"Malu kak,nanti dia malah illfeel gitu sama aku"


"Ahh kamu mah,mau tau tapi gak mau cari tau!!!payah,heheh"


"Godain aku aja kalo bahas Rio!!"


"Ya abis aku gemes aja,nanti kalau kakak ketemu rio Kaka sampein rasa rindu kamu itu"


"Jangaaaaan kak,aku malu"


Mereka pun tak henti bercengkerama hingga mama Tina yang menyadari mereka,


"Ra,udah sana istirahat,sisi juga besok kuliah kan"ucap mama Tina


Merekapun mematuhi perkataan mama tersayangnya itu dan menaiki tangga kemudian berpisah pada kamar mereka masing-masing.


Rizki yang ternyata asyik dengan gitarnya, duduk dilantai menghadap jendela yang terbuka ,bermain dan bernyanyi tanpa sadar darra sudah duduk diranjang memandanginya dari belakang,


"mau dooong di nyanyiin!!!???"goda darra berbisik ditelinga Rizki


"kaya mampu aja nyawer nya!!!"seru Rizki


"masih pake angka nih Ama istri!!"gerutu darra memajukan bibirnya


"itu bibir biasa aja!emang mau dinanyiin apa sih darra maniskuuuu!!!"


"Nina Bobo,biar tambah nyenyak yank"


"ogah ah ,yang lain aja!!"


"emang kenapa kan gampang,payaah!!"


"masalahnya aku gak mau bobo Ama si Nina,hehehe"


"receeehhhh,receeeehh!!!"seru darra


"hehehe,tapi suka kan?!"


"yaudah ayo tidur,besok kamu udah mulai kerja lagi"ajak darra dengan menarik selimut


"Nina boboin duluuu Doong yang!!seru Rizki dengan menarik-narik selimut


"sorry,aku gak mau seranjang sama si Nina!!"ucap darra yang muncul kepalanya dari balik selimut


Rizki hanya bisa tertawa dan berteriak gemas karena malam ini dia sangat menginginkan darra sepenuhnya.namun sikap darra menjadi teka teki bagi Rizki entah dia sudah siap atau masih ragu.

__ADS_1


__ADS_2