Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
kejujuran


__ADS_3

Malam minggu ini malam yang biasanya dimana pasangan berkasih sayang dengan caranya masing-masing.


Diana yang shift siang dihari Sabtu ini masih mondar-mandir dimeja poliklinik.


sesekali melirik pintu masuk lobi,untuk melihat kekasihnya datang ,karena bapak security itu jaga malam.


sampai akhirnya yang ditunggu datang juga, Firman melempar senyum pada Diana, membuat teman-teman nya menggoda habis-habisan.


"cie,cie,cie ehmmm!gatal banget ini tenggorokan tiba-tiba yah!",seru Ratih seorang teman perawatnya


"yaelah kak,kaya kaga pernah muda aja!",saut Diana gemas menjawabnya


"kaga gue mah langsung tua na!wkwkwkwk"


"pantes,kaget ya liat cowok senyum!haha"


"ah lo kali!biasa aja si gue mah",timpal Ratih kemudian.


"udah hayo!poli udah pada sepi,laporan udah rapih,kaga mau pada balik apa ya Lo pada?",lanjut seorang perawat senior bernama Kiki.


"hayo ah!",timpal Ratih


bubar semua perawat poli karena sudah pukul 21.10 menandakan semua sudah selesai,ruang-ruang dokter spesialis yang praktek sudah sepi.


dan Diana langsung berganti pakaian nya lalu chekout.


***


"hey cewek,Mao pulang ya?",goda Firman


Diana yang sedang menempelkan jempolnya di mesin absen langsung membuatnya menoleh kebelakang.


"eh kamu,udah makan kamu ay?",tanya Diana mendayu-dayu


"kalau belom kenapa,mau disuapin ya?hehe"


"ih kamu maunya!yaudah aku balik dulu ay,nanti sampe rumah aku telepon ya!kamu semangat ya bapak Firman!hehe"


"hehe,siap pacar!"


begitulah percakapan dua sejoli ini ,hingga akhirnya Diana pamit pulang,menuju jalan raya lalu menyebrang seperti hendak berjalan kaki saja sampai rumah karena tak juga terlihat ada yang jemput.


agak jauh dari depan RS ,Diana naik motor dengan seorang laki-laki.


bukan ayahnya,bukan pula abang ojol ganteng.


ketika lampu-lampu mobil menyorot ,terlihat wajah tak asing, Rizki dengan setia menunggu untuk menjemput Diana.


"udah lama bang?"


"lumayan,tumben telat keluarnya?"


"iya itu tadi gosip dulu didalem hehe"


"yaudah yuk jalan,udah malem"


"bang,aku mau ngomong serius sama kamu sekarang"


"ngomong apa?penting banget ni kayanya"


"iya kita cari tempat yang nyaman dulu yuk sebentar",pinta Diana sambil menepuk bahu dan naik keatas motor.


"yaudah,nanti tunjukin aja tempat nya yang buat kita nyaman"


laju sepeda motor terus menerobos jalan raya,sampai pada tempat makan r*ch***e Rizki memarkirkan motornya.


"duduk sana yuk na,kosong kayanya sebelah sana"


"yuk!",sambil berjalan dengan diikuti Rizki di belakang


mereka duduk berhadapan ,setelah memesan beberapa menu mereka mulai membuka obrolan.

__ADS_1


"ngomong apa?"


"begini,kamu udah chat darra?mencoba kenalan gitu",


"kan udah kenal kemarin waktu nganterin dia,dan suka ketemu kalo bareng kamu"


"maksudnya lebih Deket lagi",saut Diana


"gimana gimana?kan aku lagi deketnya sama kamu,kok kamu ngomong nya gitu aku ga ngerti"


"ya aku pengen kamu sama dia lebih Deket,lagian kita juga kan ga ada hubungan apa-apa"


"jadi kamu mau nya kita ada hubungan gitu?"


"bukan gitu maksud ku"


"yaudah,apa aku perlu nyata in perasaan aku kaya ABG nembak taksirannya?"


"kamu ga ngerti bang!",


"ya jelasin dong,biar aku ngerti"


"ya pokoknya kamu harus deketin Darra,dia tuh asyik anaknya kalo kamu udah kenal karena dia lucu dan baik"


"kalo aku ga mau?"


"ya aku kecewa sama kamu"


"yang harusnya kecewa akulah!bagaimana kamu tau perjuangan aku buat kamu, tiba-tiba dengan gampang suruh aku berpindah hati ke yang lain,kasih alasan masuk akal kamu ke aku sekarang deh"


"aku merasa gak pantes buat kamu",jawab Diana yang masih menutupi


"haha,oh oke aku terima alasan gak logis kamu,bagaimana pun aku harus menghargai itu,terus kita gimana?",


"ya kita seperti ini seperti biasa"


"yaudah,aku capek,aku ikutin mau kamu tapi jangan salahin aku kalo dia suka sama aku atau sebaliknya"


dengan geleng-geleng kepala Rizki bergerutu dalam hati


"ga habis fikir gue dengan jalan pikiran nya,apa alasan sebenarnya...kenapa dia memberi harapan kalo ga bisa gue harapain,Diana Diana !!!"


sementara Diana hanya mengaduk-aduk makanan nya ,tidak selera seperti nya padahal Rizki lah yang dibuat geram olehnya namun dia yang terlihat kacau.


"mubazir tuh makanan nya,biar aku take away aja buat orang rumah"


"ehm iya,aku masih kenyang kayanya"


"yaudah ayo,sekalian aku ke kasir,kamu tunggu sini apa ikut?"


"aku tunggu parkiran aja ya"


"oh oke",jawab Rizki singkat


melaju sepeda motor Rizki dengan kencang dan tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka.


Rizki nampak kecewa dengan Diana,dan Diana sedih dalam situasi dilema seperti ini,entah keputusannya tepat atau tidak,


tiba-tiba ponsel Diana bergetar


dreeettttt


" halo?"


"halo pacar udah bobo kamu,ko suaranya berisik banget sih",


"iya ini sinyalnya,aku matiin dulu ya,nanti aku telepon balik"


"iya udah gak apa-apa,kamu jangan bobo malem-malem ya"


"iya yaudah assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikum salam!"


dengan seksama Rizki memperhatikan Diana,


"siapa yang nelpon,bokap apa bokin?"


"ah itu tadi bokap",


brukkkkkkk!!!!


tiba-tiba Rizki mengerem mendadak,


"awww!pelan-pelan bang"


"jawab aku,tadi pacar kamu?kamu telepon dibelakang telinga aku,walaupun gak di loudspeak itu kedengeran"


"mmm,tapi kamu gak marah atau kesel kalau aku jujur?"


"aku bukan cowok tempramen ,santai!!!


"dia pacar aku,kita satu kerjaan..dia security di RS tempat aku kerja.


"udah lama?


"hampir 7 bulan ,jawab Diana menunduk bersalah


"waaah dikit lagi lahirann tuh!!!hahahah


"kamu marah ya?


"kaga lah!!! aku mah orang nya kaga begitu...kalo alasan nya jujur dari tadi aku juga ga bakal marah.


"tapi kita tetap temenan kan?


"enaknya gimana?hayuu aja aku mah ,asal jangan gara-gara aku kamu putus nanti sama pacar kamu.


"gak dia mah orangnya santai,ga cemburuan.


"ohh gitu ,baguslah!!! lanjut udah malem ni


begitulah drama diana dan Rizki yang berakhir dengan keberanian Diana mengungkap semuanya walaupun diana masih tidak percaya terlebih Rizki yang seperti disambar petir.hatinya patah,remuk,hancur,sakit...perjuangan nya tidak bernilai lebih dihati wanitanya,ingin rasanya Rizki melampiaskan dengan semua yang terjadi tapi kedewasaan nya membiarkan semua mengalir seiring waktu.


hingga sampai dirumahnya Rizki masuk kamar dan mengacak-acak rambutnya.


menghilangkan kesedihan ,dia memutar musik diradio kecil miliknya, terdengar lagu yang mewakili hatinya


.


.


.


.


.


.saat kau terlalu rapuh


pundak siapa yang bersandar?


tangan siapa yang tak melepas


kuyakin akuuuu.


.


.


.(april_fiersa besari)


makin terngiang Rizki dengan lagu itu seakan membawanya ke masa-masa singkat itu.

__ADS_1


dengan letih dan ngantuk dia membiarkan musik itu berlalu menemani tidur lelapnya.


__ADS_2