Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
benih cinta


__ADS_3

"halo ini siapa?"


"Lo udah sampe rumah?"


"udah , ini ka Rio ya?"


"Iyah,yaudah gue tutup dulu."


tuuuttttttttttt!!!


entah kenapa sisi merasakan senang ketika mendengar suara Rio.dan Rizki yang sudah turun dari kamar sisi kembali menemui darra,


"aku udah lakuin yang kamu minta"


"iya,makasih!yaudah aku mau pulang,urusan sama mamah kamu udah beres"


"tunggu!kamu belum makan,kamu yang masak kamu yang ga makan!!"


"aku mendadak kenyang!salam sama mama"


"jangan marah dong Ra !aku udah minta maaf!"


"kalo gitu kita pergi temuin Rio,kamu minta maaf sama dia,bukn sama aku!"


"ogah!!!"


"Rizki !!Kamu yang salah!"


"aku yang salah darra, Dimata kamu aku yang selalu salah!tapi inget,sampai detik ini dia masih sayang sama kamu,terus apa aku diam aja!!apa aku biarin dia deketin kamu!itu mau kamu!"


"dia temen aku ,yang lebih tau dia itu aku bukan kamu!"


"kejar apa yang mau kamu kejar darra!jangan pedulikan perasaan aku!"


seketika darra pergi berlari keluar rumah Rizki ,dengan kekecewaan dia melajukan motornya untuk pulang kerumahnya,waktu menunjukan pukul 14.00.darra sampai dirumahnya dan langsung menelpon Rio,


"dimana Yo,gue mau ketemu!"


"baru sampe gue ,ini lagi diteras rumah gue"


"gue kesitu"


tidak lama darra sampai dirumahnya Rio,


"diapain Lo Ama Rizki tadi?!"tanya darra tanpa basa-basi


"tenang!masalah cowok dan kayanya tunangan Lo sayang banget sama Lo ,sampe dia cemburu sama gue"


"emang Lo bilang apa Yo ,sampe dia kasar sama Lo?"


"ya dia ngajak gue ketemu cuma buat nanyain perasaan gue ke Lo !ya gue jujur lah"


"gila!!oke gue faham.lo ga salah Yo,maafin Rizki ya gue janji ini gak akan terulang"

__ADS_1


"tenang ra ,gue maklumin sikap dia,kalo gue jadi dia ,gue juga bakal lakuin yang sama"


darra hanya bisa tersenyum dan pergi dari rumah rio,dia memikirkan bahwa Rizki tak sepenuhnya salah , dia hanya merasa terlalu sayang dan tak ingin ada yang merebut dirinya dari Rizki.


***


waktu berjalan hingga acara pernikahan darra tinggal 1 Minggu lagi,undangan sudah disebar,mereka mengadakan acara di gedung yang mereka sewa untuk menjamu para tamu yang tidak sedikit.


dan kedekatan Rio bersama sisi mulai terasa,Rio mengajak sisi bertemu malam ini ,


"iya ka Rio,kenapa Kaka ajak ketemu aku?"


"gak apa-apa,yaudah lo pesen yang lo mau,gue traktir!"


"asyikk!!!"


dan ditengah perbincangan mereka,sisi membuka pertanyaan,


"ka Rio,dateng gak ke acara wedding bang Rizki sama ka darra?"


"emang gue sepengecut itu sampe gak dateng?nanti Abang Lo makin mikir macem-macem ke gue!"


"emang masih suka sama ka darra ka ?"


"Lo fikir mudah melupakan perasaan sayang,tapi seperti gue bilang ke darra dan Rizki ,kalo gue gak akan nekat paksain perasaan gue dan gue butuh proses untuk lupa"


sisi merasa hatinya sakit saat mendengar betapa dalam nya perasaan Rio pada darra yang sebentar lagi menjadi Kaka ipar nya.


"semangat ka Rio!"


dan tanpa sepengetahuan sisi ,Rizki sedang duduk dibangku yang agak jauh menatap mereka dengan tajam,dan Rizki membiarkan mereka hingga sisi dan Rio keluar dari restoran itu,


saat hendak keluar menuju parkiran,sisi tersandung dan hampir jatuh, beruntung Rio mendapati nya dengan cepat,sehingga sisi berada di pelukan Rio,


"ehh makasih ya ka,itu aku kesandung "


"gue tahu sisiiii kalo Lo kesandung,kan gue liat.heheheh"


sisi segera bangkit dari pegangan Rio,dan mulai memerah mukanya menahan malu dan gugup.semua tak luput dari pandangan Rizki,


Rio mengantarkan sisi ,sampai gerbang rumah nya.dan terlihat sepi ,mungkin papah mamahnya sudah tidur begitu juga rizki,itu pikir sisi sambil turun dari motor Rio,


"makasih ya ka"


"Lo dari tadi makasih Mulu, yaudah gue balik dulu.langsung masuk,nanti cantik-cantik ada yang nyulik lho!"


sisi hanya tersenyum tersipu malu dan langsung masuk ketika Rio hilang dari pandangan.


tidak lama Rizki pun mulai memasuki gerbang dengan motor nya,


sisi yang menaiki anak tangga , terhenti langkahnya yang mendengar bunyi motor yang tak asing itu,


"itu suara motor bang Rizki,dia dari mana ?"

__ADS_1


tak lama Rizki masuk dan menghampiri sisi yang masih terdiam ditengah tangga,


"udah pacarannya!?"


"Abang ngomong apa si!"


"kaya gak ada cowok lain aja!",seru Rizki dengan berlalu kekamarnya diikuti sisi yang pemasaran dengan prerkataan abangnya,


"maksud Abang apa sih!",


"jangan temui dia lagi si,Abang gak suka!"


"Abang ikutin sisi!?terus kenapa kalo aku Deket sama dia?jangan Abang punya urusan sama dia,sisi dibawa-bawa!!!"


"kamu gak tau siapa dia!!mau kamu cuma jadi pelampiasan nya?!mungkin sekarang belum ,tapi besok kamu bisa suka sama dia!"


"terserah Abang!!"


sisi keluar dari kamar Rizki dengan perasaan kecewa dan sedikit mencerna perkataan Rizki ,mungkin benar bahwa Rio ingin melampiaskan perasaannya untuk dekat dengan sisi,sisi merasa sedih dan marah pada situasi yang membuat nya bingung.


esok pagi sisi bergegas untuk berangkat kuliah, sesampainya di kampus dia terburu-buru hingga menabrak seseorang didepannya, buku-buku nya jatuh berserakan terpaksa dia punguti satu persatu,


"maaf ya mas,saya buru-buru"


"gak apa-apa,sini biar saya bantu!"


dan setelah selesai ,mereka bangkit dan saling terperanjat,


"sisi!!kamu...!"


"ka Rio??!"


dan sisi langsung berlalu meninggalkan Rio begitu saja dan dikejar oleh Rio,


"Lo hindarin gue si?"


"maaf ka,aku ada kelas udah telat!"


dan sisi melanjutkan langkahnya dan membuat Rio aneh dengan sikap sisi.


ya ,Rio kuliah di kampus yang sama dengan sisi,hanya saja Rio mengambil kelas khusus karyawan yang tidak setiap hari masuk kampus.


Rio menunggu sisi hingga selesai kelas ,dan Sisi yang mencoba menghindar dibuat kebingungan dengan sikap Rio,


"sisi tunggu!!"


"ka, sebaiknya kita ga usah ketemu lagi,aku gak mau ketemu Kaka lagi"


"apa ini Rizki yang minta Kamu buat jauhin aku?"ucap Rizki dengan bahasa yang sedikit berbeda


"iya!!ini ka rizki yang minta dan aku gak mau ngulang kesalahan kemarin, karena sampe kapan pun ka Rizki gak akan suka aku dekat sama Kaka"


"yakin cuma itu?!"

__ADS_1


dan wajah sisi mulai memerah mendapati pertanyaan itu seakan Rio tahu dibalik sikap sisi,rio makin mendekati sisi dan sisi malah menghindar dan berlari menjauhi Rio.


hingga Rio mengikuti sisi yang berhenti ditempat dia pertama kali janji temu ,di restoran itu sisi memesan capuccino,yang selalu Rio pesan saat berada ditempat makan.


__ADS_2