Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
lepas kontrol


__ADS_3

Sampailah Rizki di cafe tersebut dia memilih meja dipojok diluar ruangan yang lebih menyegarkan.


Dengan sebatang rokoknya dia duduk sambil menyeruput kopinya sambil menunggu Rio datang,selang beberapa menit munculah Rio dengan kaos kerah dan jeans panjang nya.


"Sorry ,macet!!ada apa Lo ketemu gue?"


"Duduk dulu aja Lo,pesan yang Lo mau!"


"Oke"


Selesai Rio dengan pesanan nya,dia mulai menanyakan kembali maksud Rizki,


"Gimana bro!"


"Gue harap Lo jawab jujur!Lo masih suka sama Darra?


"Darra cerita sama Lo?!"


"Apa yang menurut Lo disembunyikan darra dari gue?!


"Udahlah bro,Lo udah jadi tunangan nya.sedikit lagi Lo jadi suaminya,jangan banyak-banyak cemburu!"


"Lo ga usah nasehatin gue,Lo belum jawab pertanyaan gue!!"


"Penting setelah Lo tau?!"


"Jawab!!"


"Iya kalo Lo suruh gue jujur ,gue masih sayang sama darra sampai detik ini!!tapi perlu Lo tau kalo gue ga akan ganggu dia!"


"Kurang ajar!!"seru Rizki dengan mengangkat kerah Rio dengan wajah geram.


Sisi yang baru sampai melihat dari kejauhan dan langsung berlari melihat tingkah Abang nya yang sudah diluar kendali.


"Stop,stop bang!!"


"Ngapain kamu kesini ?ikutin Abang?"


"Udah bang,yang penting lepasin dulu dia!kasian bang!"


"Gak usah kamu ikut campur,pulang sekarang!"


"Gak akan!sebelum Abang lepasin dia,Abang atau aku yang pergi!"


"Kamu berani...."ucap Rizki dengan membentak dan mengangkat tangan ke arah wajah sisi.


Rio yang melihat nya langsung meraih lengan Rizki,


"Jangan bikin diri Lo nyesel dengan tingkah bodoh Lo!"ucap Rizki yang membuang lengan Rizki begitu saja.


"Lo inget ,gak akan gue lepasin Lo gitu aja,kalo Lo masih berharap dan deketin darra!!"seru Rizki dengan pergi membawa kekesalan dengan sisi yang masih duduk menangis.


Rio yang melihat itu semua, tidak tega membiarkan nya sendiri,


"Lo gak apa-apa?!"


"Aku gak apa-apa kak"


"Yaudah mau minum dulu biar gak kaget?atau pulang biar gue antar?!"

__ADS_1


"Gak usah,nanti kalo ketemu bang Rizki malah repot Kaka nya"


"Lo kenapa mau belain gue depan Abang lo?Lo gak kenal siapa gue,Lo gak tau siapa yang salah dan yang benar"


"Aku rasa siapapun yang melihatnya akan melakukan itu,karena tindakan kekerasan tidak ada pembenarannya"


"Emm oke, thanks ya nona!"


"Panggil aku sisi"ucap sisi mengulurkan tangannya


"Oh oke ,sisi,sisi kanan apa sisi kiri?!"


"Hehehe,garing kamu!"


Dan entah kenapa Rio sangat tertarik dengan kepribadian sisi yang tidak terlalu feminim dan cuek.


"Yaudah aku pulang dulu ka,nanti bang Rizki makin ngamuk sama aku!"ucap sisi dengan berlalu


"Tunggu!!boleh minta nomor lo?!"


"Buat ?"ucap sisi dengan memandang aneh Rio


"Buat tau kalo Lo udah Sampe rumah dengan selamat, bagaimana pun gue hutang Budi sama Lo!!"


"Hehehe,oke oke!!"ucap sisi dengan mengetik nomor nya di ponsel Rio.


berpisah lah mereka dengan Rio yang masih di cafe tersebut.dan Rizki yang sudah sampai dirumahnya terlihat kusut dengan apa yang dilakukannya tadi terhadap sisi adiknya.


Rizki tak menghiraukan darra yang tengah mondar-mandir dimeja makan untuk menata makan siang.


Rizki yang duduk di ruang tv tengah duduk bersandar dengan memijat keningnya,


"nanti mah,belum laper"jawab Rizki


"yaudah darra mamah suruh kesini aja temenin kamu,masak nya juga udah selesai"


tak ada jawaban dari Rizki yang hanya diam sambil memejamkan mata bersandar disofa.


"kamu ga enak badan yank?"


"nggak kok, sedikit capek aja"


"mau aku buatin....."ucap darra yang terpotong karena kedatangan sisi


sisi berlari menuju kamarnya,terhenti langkah nya ketika mendapati Rizki dan darra yang sedang duduk disofa ,sisi menatap tajam Rizki dan berlari dengan airmata yang mengalir.rizki yang juga menatap dengan perasaan bersalah makin bingung harus bagaimana.


"sisi kenapa bang?"tanya darra


dan tak ada jawaban dari Rizki yang membuat darra berlari mengejar sisi ke kamarnya,dan Rizki hanya pasrah dengan semuanya


"si?buka ini Kaka ,kamu gak apa-apa si?"


tak ada jawaban dari dalam,tak lama pintu pun dibuka oleh darra,karena memang tak terkunci.dihampiri nya sisi yang sedang menangis diranjang nya memeluk guling,


"kamu kenapa sayang?!"


sisi tak menjawab dan langsung memeluk darra dengan erat,


"hey sisi!!adik Kaka yang cantik, kenapa?"

__ADS_1


"tadi aku berantem sama bang Rizki"


"kok bisa?!"


"karena dia mau pukul ka Rio,dan aku gak mau Abang bertindak konyol kaya gitu ka,makanya aku lerai tapi Abang gak terima dan....."


"dan apa sisi!!!!?"


"dan mau pukul aku,tapi ditahan ka rio"


darra dengan wajah geram nya mulai pergi dari kamar sisi yang tak tahan mendengar sikap Rizki,


"ka darra tunggu !!"ucap sisi yang tak dihiraukan darra.


bergegas menghampiri Rizki yang duduk menunduk memegang kepalanya dengan kedua tangan nya,


"bangun kamu,liat aku!"


Rizki yang kaget dengan suara tinggi darra ,bangkit dari duduknya ,sedikit tahu apa yang mau darra bicarakan.


"aku tahu kamu mau ngomong apa,tapi aku punya Alasan untuk itu!"


"alasan apa yang bisa ku terima dengan tindakan kamu yang bodoh itu bang!"


"karena aku terlalu sayang sama kamu!!


"gimana sama sisi yang hampir kamu pukul!


kamu sadar gak bang?dia adik kamuu, perempuan satu-satunya!!"ucap darra dengan mengeratkan giginya.


"aku tahu ,aku salah Ra !aku emosi"


"minta maaf sekarang bang!!"


"dia yang harusnya jangan ikut campur urusan aku dan lancang ikutin aku"


"minta maaf atau aku yang ga akan maafin kamu!!!"


"oke darra !!!biar kamu puas!"seru Rizki dengan naik ke atas untuk menemui sisi.


sisi yang melihat kehadiran Rizki mulai membuang muka,


"maafin Abang yang udah kasar sama kamu,ga seharusnya Abang kaya tadi"


tak ada jawaban dari sisi yang hanya makin deras airmatanya ,dan membuat Rizki luluh tak berdaya,dipeluknya sisi dan tak ada penolakan dari sisi,


"maafin Abang ya si"ucap Rizki dengan mengecup puncuk kepala sisi


"iya bang,sisi cuma takut ngeliat Abang kaya tadi serem,dan sisi cuma gak mau Abang kebablasan dan nyesel"ucap sisi yang melepas pelukan Rizki


dan Rizki hanya tersenyum dan mengacak-acak rambut sisi,


"makasih ya dek,kamu perhatian sama Abang"


"sama-sama bang,kalo bisa jangan terlalu posesif bang,sabar karena kata mama menjelang pernikahan akan banyak godaan dan rintangan"


Rizki hanya tersenyum mendengar kata-kata sisi yang sangat bijak itu dan diapun meninggalkan sisi dikamar untuk istirahat.


ilustrasi prisila

__ADS_1



__ADS_2