Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
siuman


__ADS_3

Dan mama Tina pun menceritakan nya dibantu dengan darra karena mama Tina sedikit terbata-bata menahan sedih,


Rizki hanya bersandar memejamkan mata di kursi tunggu ,


***


"Apa kabar kamu sisi,kenapa kamu lari waktu ketemu aku?padahal kamu tahu aku ga pernah benci kamu dengan pernikahan kamu,kita sama-sama tahu ini diluar keinginan kita dan kalau kamu gak bahagia dengan pernikahan kamu,aku siap berjuang kayak dulu sama kamu"


Namun masih tak ada respon dari sisi,


"Kamu gak kangen sama aku,gak mau lihat wajah aku yang ganteng gini?bangun ya,aku kangen kamu dan aku janji aku bakal perjuangin kamu walaupun aku berhadapan dengan kematian" lirih Rio menahan airmata yang ia seka berkali-kali


Ia merasa putus harapan dengan usahanya,karena sisi tak bergerak sedikitpun tapi Rio menyadari ada sesuatu yang terjadi ketika ia mengangkat wajahnya memandang wajah sisi, disana butiran bening mengalir dari sudut mata sisi,


"Sisi,kamu denger aku ?bangun ya aku disini,aku gak akan tinggalin kamu"


Tapi hanya itu respon dari sisi tak ada yang lebih dari yang diinginkan Rio,


"Yasudah,aku anggap kamu mendengarkan aku sejak tadi dan cuma airmata yang kamu kasih untuk menyambut aku,haha"lirih Rio tertawa getir sambil menangis kali ini.


"Aku pamit si dan mungkin juga kamu udah merasakan nyaman bersama Kevin,aku permisi"ucap Rio beranjak dari duduknya


Hingga menoleh dipintu keluar, sisi masih tak bergerak dan membuat Rio pasrah dengan usahanya.


"Gimana bro?"tanya Rizki antusias bangun dari duduknya


Dan semua mata tertuju padanya,menanti jawaban Dario Rio,


"Sorry gue gak bisa Ki dan maaf Tante Rio kecewain Tante"


"Yaudah gak apa-apa Yo, thanks Lo udah Dateng bantu kita"imbuh Rizki meyakinkan Rio


"Tapi dia sempet respon gue"ucap Rio dengan menunduk


"Maksudnya ,Lo bilang ga bisa?!"tanya Rizki lagi


"Airmatanya netes dan itu mungkin artinya gue cuma bisa bikin dia sedih setelah itu ga ada respon apapun lagi"


"Rio,itu artinya Lo berpengaruh buat dia!"seru darra


Mama Tina pun langsung masuk karena penasaran dengan cerita Rio,sementara Rio hilang kepercayaan dirinya,


"Berpengaruh buruk kayaknya,mungkin juga dia udah mulai terima Kevin kan kita gak tau,yaudah Ra, Ki ,gue pamit ya karena gue mesti balik lagi"


"Yaudah bro gue juga gak bisa maksa Lo lebih jauh,thanks banget Lo udah peduli"


"Sama-sama bro"


Berlalu Rio dari hadapan Rizki dan Darra,

__ADS_1


"Kemana Bu Ranti bang?"


"Itu ikut mama ke dalem,yuk kita masuk"jawab Rizki


Dan mereka sudah melihat mama Tina dikursi samping ranjang sisi,mereka menghampiri dan menatap lekat wajah sisi dan benar yang di bilang Rio karena disudut matanya sedikit basah.


"Si, Rio kesini Abang yang minta jadi Abang minta maaf kalo kedatangan nya ga kamu ingin kan dan kamu tenang karena dia udah balik ke malang lagi"ucap Rizki dengan membelai rambut sisi yang masih terpejam


Mama Tina hanya mampu menangis menggenggam tangan sisi,tapi mama Tina merasa genggaman nya disambut oleh sisi, sisi turut menggenggam tangan mama Tina dan dilepaskan nya,


"Sayang,kamu sadar nak?"


Tangan nya kembali bergerak dan menyentuh wajah mama Tina,semua mata tertuju dengan pemandangan itu dan Bu Ranti yang sejak tadi berdiri dibelakang mama Tina ikut takjub,


"Ini mama sayang,ini mama nak"lirih mama Tina berucap


Sisi mulai menoleh ke arah suara itu,


"Iya sayang ini mama"


Dan mama Tina tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, berkali-kali tangan sisi dikecupnya,


"Bang,panggil dokter bang"ucap Darra pada Rizki


Rizki pun bergegas memanggil dokter Rian yang menangani sisi dan tak lama datanglah dokter bersama suster,mereka memeriksa keadaan terbaru sisi hari ini,


"Nona sisi anda sudah sadar?wah tidurmu cukup lama yah, bagaimana hari ini perasaan anda,apakah ada yang masih sakit?"tanya dr.Rian mencoba bercengkerama dengan pasiennya


"Yasudah,kalau gitu nanti suster buka alat-alat ditubuh kamu dan saya ingin dengar satu kata saja dari kamu"ucap dokter mencoba menstimulasi perkembangan sisi,


"RIO MAH"ucap sisi pelan tapi tak luput dari telinga yang ada di ruangan itu,


"Good nona sisi,kamu pasien saya yang kuat dan cantik!kalo gitu saya permisi ya"ucap dokter


Dr Rian pun pamit pada keluarga sisi dan Rizki pun mengantar kan nya hingga keluar karena ia ingin sekaligus bertanya,


"Dok,sudah stabil banget kah adik saya?"


"Sudah pak Rizki,cuma memang masih lemah dan Rio itu siapa pak kalau saya boleh tau?"


"Memang kenapa dok?"


"Saya kira dia berpengaruh besar untuk kesadaran sisi,dan kesadaran pasien memang terjadi karena orang-orang terdekat yang punya chemistry kuat pak seperti suami,anak,orangtua"


"Oh gitu ya dok,yasudah makasih banyak ya dok?"


"Sama-sama pak Rizki ,mari pak"


Dokter pun meninggalkan Rizki diambang pintu dan Rizki kembali masuk dimana sisi sudah bisa minum dari lubang sedotan yang dibantu mama Tina,

__ADS_1


"Bang Rizki, Rio mana?tadi aku denger suaranya,aku mau ketemu bang"


"Dia tadi emang disini si,mungkin keluar sebentar nanti coba Abang telepon"ucap Rizki berbohong


Darra yang melihatnya mulai mengeluarkan ponselnya,


("Aku mau ngomong diluar sama kamu")


Pesan itu dibaca oleh Rizki dan Rizki pun keluar terlebih dahulu,


"Si,ka Darra keluar sebentar ya"pinta Darra pada sisi


Sisi hanya senyum mengangguk,


Darra menghampiri Rizki yang sudah duduk bertumpang kaki sambil memainkan ponselnya,


"Bang!"


"Kenapa,kamu mau ngomong apa ?"


"Kenapa kamu mesti bohong,kalo nanti Rio gak kesini lagi gimana?"


"Sementara itu yang aku bisa Ra,dia baru siuman"


"Oh baiklah,kita fikirkan selanjutnya tapi btw rujak aku mana?"


"Hehehehe,aku lupa"


"Yah ,udah deh anak nya ngeces nih!"


"Ya jangan dong,yaudah kita beli ayo!"


"Kamu aja ,aku mau temenin sisi dan kamu harus tanggung jawab!"


Rizki pun beranjak dari duduk nya untuk mengambil jaket,diikuti Darra dibelakangnya.


"mah,aku keluar sebentar mau nitip apa?"


"emang kamu mau ngapain Ki?"tanya mama Tina


"mau beliin bumil rujak tuh!"


"wah enak tuh kayaknya,mama mau juga deh!"


"ka Darra hamil ka?"tanya sisi lembut


"iya si,kamu nanti punya 2 ponakan deh"jawab Darra


"yaudah aku beli 3 porsi,si cantik mau titip apa?"tanya Rizki mengarah pada sisi

__ADS_1


"titip Rio ya bang"jawab sisi dengan senyuman


Rizki dan seisi ruangan salah tingkah dibuatnya.


__ADS_2