
"ga usah ma, nanti Rizki bisa pesen online makanan nya ,mama kan capek habis nunggu Rizki disini",jawab Rizki uang membuat Bu tina kehabisan kata untuk kali ini.
dan perawat yang melepas infusnya pun mohon pamit ,
"tuan saya permisi ya,jangan lupa obatnya diminum, semoga lekas sembuh ya"
"tunggu sus!!!!"
"iya kenapa pak Rizki?"
"apakah suster darra libur hari ini?karena malam kemarin saya masih lihat dia"
"iya semalam dinas malam terakhir nya pak,karena darra sudah resign dari sini"
"kenapa sus?!!kok saya gak tahu?!!"
"wah kalo itu saya gak tahu pak,mungkin bapak bisa tanya sendiri ,kalo gitu saya permisi,Marii Bu??!"
Rizki yang mendengar itu semua kaget bukan kepalang,bagaimana dikota ini banyak kisah kasih nya bersama darra ,dan darra pun pasti merasakan kehilangan karena kota ini memberikan banyak kenangan.
"Rizki harus ketemu darra mah,dia pasti kecewa dengan semua ini.dia pasti sedih mah!!Rizki mau disamping dia sekarang!!!"
"syyuuut!!sayang... sebenarnya mama udah tau tadi pagi setelah darra pamit sama mama dan sisi,dan darra begitu kuat mama lihat.
dia bukan gadis lemah ki"
"kenapa mama ga bilang sama Rizki!!!! kenapa mah!!!
"bang!!!plisss,jangan begini.mama juga sedih ga bisa berbuat apa-apa...kak darra yang sangat berlapang dada dengan semua ini,apa Abang ga malu,ga belajar dari yang dilakukan ka darra??!
"kamu ga ngerti si!!!kamu ga ngerti perasaan Kaka!!!
tibalah pak Herman melihat emosi Rizki yang meluap-luap dengan kondisi perban masih ada di keningnya.
"mau jadi apa kamu Ki??hah!!!mau jadi anak durhaka kamu bentak-bentak orangtua!!"
"udah paaah!!!mama ga apa-apa..ayo mama temenin papa diluar dulu ,Rizki mau salin pakaian dulu. siisii ,temenin Abang kamu dulu yaaa!!!"ucap Bu tina dengan merangkul suaminya keluar ruangan.
Rizki yang ditemani sisi hanya mampu meluapkan tangisan nya dipelukan adiknya.
dan adiknya mempunyai ide yang bisa membuat Rizki tersenyum sejenak,
"bang!!!aku punya ide biar Abang ga manyun terus!!!"
__ADS_1
"Abang ga lagi butuh ide,Abang butuh darra si!!"
dengan singkat sisi telah memegang ponselnya,dan melakukan panggilan video call pada darra ,
"halo sayang???!!udah kangen kamu sama Kaka??"tanya darra yang membuat Rizki senyum dan airmata yang mengembang.
"iya kan Kaka ngangenin,hehehe,lagi apa ka?udah sampe rumah?"tanya sisi yang sengaja tidak menyorot Rizki untuk satu frame.
"dasar kamu!!Kaka udah sampe si,cuma sejam lebih perjalanan kan dekat juga!kamu main sini yaah kalo ga puas di telepon,hehe"
"sama Abang main nya boleh ka?!!"
"boleh sii, tapi maen nya kalo Kaka kerja jadi gak ketemu!hehehe"
dan mereka tertawa berbincang-bincang, Rizki pun sedikit terobati dengan suara dan tawa darra yang lama dia tak dengar.
dan diujung meja kantin ,orang tua Rizki sedang berbincang dengan dr.intan yang sengaja datang untuk bertemu pak Herman,
"iya nak intan ,bagaimana!?apa oom bisa bantu apa ini?"
"aku ga minta apa-apa oom, cuma mungkin perjodohan ini dibatalkan saja.karena dari aku dan Rizki itu kurang setuju mengingat kami masing-masing sudah ada pasangan"
"tapi Rizki sudah putus beberapa bulan lalu dengan pacarnya",
"hmmmm....jadi kamu tidak menyukai Rizki
anak oom?
"tidak oom ,aku menganggap Rizki teman dan bisa jadi Kaka tapi tidak jadi pasangan hidup oom"
"yasudah oom akan fikirkan maumu bersama ayah kamu".
dan selanjutnya mereka mengobrol lama yang diselingi tawa dan canda.
dan semua itu terhenti saat sisi menelpon mamah Tina,
"maaah,hayoo!!bang Rizki udah ga betah katanya!!
"ya ampun iyaa sayang!!maaf ya,mama sama papa kesitu sekarang.
dan mereka bertiga datang keruangan rizki itu ,betapa pandangan Rizki yang sulit diartikan ketika melihat orangtuanya datang bersama dr intan.dia mengira bahwa akan banyak perkembangan dalam perjodohan nya dan itu akan mempersulit usaha Rizki untuk mendapatkan darra kembali.
"ko kamu bengong nak!!hayoo!!!"
__ADS_1
"ngapain dokter kesini dok!?"tanya Rizki yang menghiraukan ajakan mamanya
"lhoo kan ini rumah sakit tempat saya kerja,hehehe... saya ada perlu sedikit disini.yang pasti kamu tenang, kata-kata saya di UGD lalu masih bisa kamu pegang",
dan Rizki tersenyum seakan intan tahu apa yang dia maksud dan dia mau.
pak Herman yang melihat itu semua menjadi buntu pikiran nya , bagaimana perjodohan ini tak berjalan mulus dan apakah memang harus diakhiri.
Rizki pulang kerumahnya,motor balapnya masuk bengkel karena rusak parah.
dan dia berniat untuk balik lagi tinggal di bengkel nya karena merasa jengkel dengan sikap papahnya.
di ruang keluarga dia seperti raja, dikelilingi keluarganya dengan apapun yang dia minta pasti dipenuhi.
"mah, Rizki besok balik kebengkel aja ya "
"apa-apa an sih Ki,baru mendingan kamu,disana siapa yang rawat kamu,makan kamu,pola hidup kamu...
"banyak temen-temen Rizki mah,Rizki udah gede,ini luka udah sembuh tinggal recovery bentar.terus bengkelku juga ga ada yang kontrol"
"ka Adit udah beresin semua,jangan pikir mama ga sampe berfikir kesitu.mama mikirin anak mama satu-satu.dari makannya, hidupnya, pasangannya"ucap mama Tina dengan menahan tangis
"hey maaah???maafiky Rizki iya Rizki disini demi mama ya...nanti kalo udah sehat dan kuat lari Rizki boleh disana kan mah?
mamah Tina hanya senyum dan mengelus pipi Rizki dengan lembut.dan semua itu disaksikan oleh pak herman yang merasa tersentuh dengan apa yang dilihatnya.
mengorbankan perasaan anaknya dan sekarang mengorbankan perasaan istrinya sendiri.
tidak ingin terlihat malu, pak Herman menghampiri mereka,
"papah mau keluar dulu,ada urusan sebentar"
"iya hati-hati pah"jawab mama Tina yang hanya disambut senyum datar rizki.
dan papa nya merasa sedih dengan sikap anaknya yang kurang hangat padanya.
Mungkin ini yang harus dia terima dengan apa yang telah dia lakukan,pak Herman pun bergegas mengatur pertemuan dengan orang tua intan.
entah apa yang akan dibicarakan dan bagaimana kesimpulan dari pertemuan nya nanti,yang jelas memang tak ada niat buruk dari rencana mereka untuk anak-anak nya.
hanya saja ini diluar dugaan , anak-anak mereka masing-masing menolak dengan rencana ini.
pak Herman sudah sampai disebuah tempat makan dan hanya ayah intan yang sudah menunggu didalamnya.ibu nya tidak memilih ikut karena sedang kurang enak Badan.
__ADS_1