
Rio berhasil menemukan sisi yang tengah duduk seorang diri sambil menyeruput capuccino hangatnya,
dengan tidak menyerah Rio menghampiri,
"suka capuccino juga?!"
sisi tiba-tiba tersedak dengan suara yang tidak asing itu.
"aku mau sendiri ka,pliss Kaka ngerti"
"kenapa mata kamu sembab?!",tanya Rio lagi
dan sisi berusaha menyeka wajahnya,
"aku kurang tidur,makanya berenti biar seger!!yaudah udah seger kayanya,aku duluan!"
"kamu jangan buat aku bingung si!ada apa sama kamu?"tanya Rio memegang lengan sisi
"kan aku udah bilang tadi,tolong lepasin tangan aku!"
Rio semakin mendekat,dan lagi-lagi sisi kabur dari hadapan Rio.
***
hari yang ditunggu telah tiba,Rizki yang merasa gugup ditengah-tengah keluarga nya,mulai sedikit tenang dengan dukungan keluarga dan sahabat nya.
"saya terima nikahnya ayu evandarra binti Hasan Ismail dengan mas kawin tersebut , TUNAI"
dengan sekali tarikan nafas,dan kata SAH dari para keluarga dan tamu undangan membuat Rizki resmi menjadi suami darra,darra yang mulai keluar setelah ijab Qabul,terus berjalan menuju suami nya berada dengan menunduk malu diapit oleh sisi dan salsa.
dengan gugup Rizki menyematkan cincin putih berkilau di jarimanis darra ,dan darra pun demikian.diakhiri dengan pose mereka yang memegang buku nikah.
resepsi pun berlangsung ,hingga banyak tamu undangan dari dua keluarga tersebut,mulai dari Diana yang dengan perut buncitnya datang bersama firman,dr intan dan orangtuanya, rekan-rekan usaha Rizki dan tak lupa Rio juga turut hadir,
Rio yang memakai kemeja batik panjang,dengan celana hitam dan sepatu pantofel nya terlihat tampan dan wibawa.
sedangkan sisi yang memakai gaun peach selutut terlihat anggun dengan high heels 7 Senti.
perlahan Rio menuju pelaminan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai,
"selamat ya Ra ,semoga jadi keluarga sakinah"ucap Rio pada darra
"makasih ya Yo,"
"selamat bro!! jagain sahabat terbaik gue!"ucap Rio pada Rizki
"makasih bro!!"
__ADS_1
turunlah Rio dari pelaminan melewati sisi yang tengah berdiri berbincang dengan keluarga nya,dengan santai Rio mengambil minuman dan duduk yang dari kejauhan dia bisa melihat sisi dengan tingkah yang serba salah nya.
"apa yang terjadi sama gue,sisi tiba-tiba mengalihkan perhatian gue sampe segininya"gumam Rio dalam hati
ketika sisi melewati Rio ,dengan cepat Rio menghadang nya,
"kamu jangan buat aku bingung si,jangan giniin aku!!"
"ka, kita emang ga ada apa-apa,Kaka udah tau alasan aku semuanya,kenapa masih ga ngerti juga!"
"sikap kamu yang bikin aku gak ngerti,kamu bilang ini karena Rizki,tapi mata kamu sedih ,wajah kamu sendu.kalau tidak apa-apa kenapa gak dari dulu kamu bersikap kaya gini?malah dulu mau belain aku depan Kaka kamu!"
"cukup ka,aku harap Kaka ngerti dengan penjelasan ku waktu itu"
dan dengan keberanian dari mana Rio menarik lengan sisi jauh dari ruangan itu,dan membuat rizki yang melihat hendak mengejar mereka namun ditahan oleh darra,darra faham betul dengan perasaan sisi.
Rio membawa sisi keluar gedung dan mendekatkan wajah nya tepat diwajah sisi,dan sisi tidak kuasa menahan detak jantung nya yang seperti hendak melompat,
"ya Allah gue harus apa ini,jangan sampe dia denger suara jantung gue yang kenceng gini,buat gue sesak nafas rasanya"gerutu sisi dalam hati
"ka? mundur dong,gak enak nanti diliat orang"
"aku mau liat muka kamu yang kaya tomat direbus"
seketika sisi menunduk malu ternyata Rio mengamatinya.
"yaudah,gak usah goda aku kaya gitu terus,aku mau kedalem lagi"ucap sisi beranjak
"hey tunggu!kamu merasa lagi digoda sama aku?!"seru Rio dengan berbisik ditelinga sisi
"pliss!!jangan dekat-dekat,aku takut ka!"
",hah?takut apa,aku serem emang?"
"aku takut gak bisa mengendalikan perasaan ini"
dan Rio faham tak ingin melanjutkan pertanyaan nya.dia hanya memeluk sisi dan lantas di sangkal oleh sisi yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Rio,
"aku gak ngerti sama kamu si!"
"aku cuma gak mau jadi pelampiasan kamu ka!"seru sisi dengan terus berlari
dan kali ini Rio membiarkan sisi pergi membawa separuh hatinya yang ternyata mulai jatuh hati.
Rio pun mulai menanyakan pada diri nya apakah sisi hanya pelampiasan dari cintanya yang gagal.
dan Rio pun pamit untuk pulang kepada kedua mempelai ,dan tanpa darra tahu Rizki pun berbisik pada Rio,
__ADS_1
"jangan ganggu adik gue,cukup istri gue yang Lo suka!"
perkataan Rizki hanya dijawab dengan senyuman oleh Rio .
disusul oleh Diana yang ikut pamit karena perut buncitnya tak tahan lama-lama dikeramaian.
"Ra ,gue pamit!kasih gue ponakan dan temen buat anak gue nanti!"ucap Diana tanpa malu-malu didepan Rizki.
"tenang na,coming soon pokonya!!"
"gue percaya coming soon Lo bener-bener coming Ki!!hehe",seru Diana
akhirnya mereka pergi dari gedung,dan tamu-tamu lainnya juga mulai meninggalkan acara karena hari mulai malam.
acara pun selesai dan membuat rizki dan darra sedikit lelah begitupun kedua keluarga yang sudah mulai memasuki kamar hotel yang disewa oleh pak Herman .
"udah sana Ra ,temenin suami kamu dikamar ,Kamu juga lelah kan!?"ucap ibu dara yang sedang merapihkan kamar nya yang tepat disamping kamar darra dan Rizki
"sebentar Bu,darra masih mau disini."
"raa ?? sekarang kamu bukan tanggung jawab kita,tapi tanggung jawab suami kamu,dan kamu harus nurut sama suami kamu"ucap pak Hasan
"darra tahu yah, darra cuma terharu gak bisa manja-manja lagi sama ibu,makanya darra puas-puasin malam ini"
"tapi udah izin belum sama Rizki!?"
darra hanya menggeleng dan dengan bersamaan terdengar suara ketukan pintu,
"assalamualaikum?!"
"waalaikum salam,eh nak Rizki nyari darra?"tanya ibu darra
"iya Bu,dia ada disini? soalnya ponsel nya ditinggal dikamar"
"bawa ajah ka Rizki istrinya, ikat biar ga keluyuran Mulu!!haahaa"seru ezi yang sedang maen game dikamar itu
dan darra mencubit tangan ezi dengan gemas,darra pun menghampiri suaminya ,
"maaf ya bang,darra ga bilang tadi Abang mandi "
"gak apa-apa sayang ,yaudah ayo !ibu sama ayah juga udah ngantuk biarin mereka istirahat"ucap Rizki
"yaudah sana nak,jangan lupa kasih ibu cucu yaaaa"ucap ibu darra menggoda darra yang sudah gugup
"tenang Bu,Rizki akan sekuat tenaga berusaha mewujudkan keinginan ibu itu"ucap Rizki yang semangat
darra hanya seperti kepiting rebus dan mencubit perut suaminya dengan gemas,
__ADS_1
"awww sakit sayang,ayo kita laksanakan keinginan ibumu!!ucap Rizki menggandeng tangan darra