Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
i love you


__ADS_3

Dan malam ini darra pun berhasil lolos dari rizki.


Pagi hari,sisi memulai aktifitas untuk berangkat kuliah bersama pak Herman dan sisi sampai di halaman parkiran kampus.entah kenapa tempat itu selalu mengingatkan dia pada seseorang.membawanya pada kenangan Tempo hari dan membuatnya melamun.


"Ga usah dipikirin ,nanti pusing!!jalanin aja,mau gak?!"tanya seseorang dari belakang


"Astaga ka Rio!ngagetin aja deeeh",gerutu sisi yang merasa tertebak isi otaknya


"Maaf,yaudah sana masuk!dosen udah nunggu tuh,habis ini udah ga ada kelas kan?!"


"Kok kamu tahu?!"


"Itu nanya sama temen kamu tadi,hehe yaudah aku balik dulu,sana masuk"


"Langsung balik?!!"tanya sisi dengan wajah entah kemana, mencoba mencari perlindungan atas kata-kata nya


"Emmm aku tungguin deh,yaudah sana yang semangat yah,fokus!"


Dengan berbalik badan menuju kelas,sisi nampak senang bukan kepalang, serasa sedang ditunggu sang kekasih.hingga kelas usai sisi mulai mencari keberadaan Rio.


Deeerrttttt


"Halo si,kenapa?udah selesai kamu?!"


"Udah,kamu dimana?katanya nunggu aku!"


"Iyaah,aku kesitu tunggu digerbang,aku pompa ban dulu karena kurang angin nih"


Sisi yang mendapat balasan dari Rio merasa tidak enak hati,karena harus menunggunya Rio jadi bolak balik untuk menjemputnya lagi,sementara dengan lamunan sisi didepan gerbang kampus,Rio sudah tiba


"Ojek neeeng!??"


Membuat sisi kaget dan gemas dengan tingkah Rio,


"Ihh kamu,kalo gitu gak usah nunggu aku kan jadi bolak balik kamu"


"Gak apa-apa,kalo pacar minta tungguin ya harus maulah!nanti kalo diambil orang gimana?!"


" mohon maaf nih mas saya nanya,pacar siapa ya?!"


"Hahaha,bercanda sisiiii!!yaudah ayo aku anter kamu pulang"


"Langsung pulang?!"


"Jadi inti nya kamu mau sama aku terus nih?ngaku aja ngaku!!"


"Diiih,pede banget sih kamu?!"


"Terus apa dong,kamu nanya itu udah dua kali,takut banget aku tinggal ya? hehehe"

__ADS_1


"Ih yaudah ayo kita pulang!!"ajak sisi yang kesal karena Rio selalu berhasil membuatnya salah tingkah.


Dalam perjalanan mereka sedikit berbincang,


"Ka Rio ada kelas pagi emang?berarti nanti siang kerja?!"


"Ada urusan sebentar yang mesti di urus,iya nanti siang aku masuk kerja"


"Urusan apa?!"tanya sisi penasaran


"Urusan hati ,hehehe"


Sisi mulai merona merah wajahnya,karena ia menganggap sedang digoda oleh Rio.dan ternyata Rio sedang mengurus kuliahnya yang akan pindah luar kota, seiring pekerjaan nya yang harus pindah tugas ke malang.


"Si,kayanya aku perlu ngomong deh sama kamu,minta waktunya sebentar boleh?!"ucap Rio


"Ngomong apa?yaudah kita cari tempat yang enak"


Berhentilah Rio disebuah taman dipinggir jalan,berhasil memarkirkan motor,mereka duduk di bangku panjang.


"Aku mau ngomong serius,sama kamu si!!"


Sisi merasa jantungnya berdebar kencang,saat Rio mengucapkan itu, imajinasi sisi melangkah jauh kedepan dengan percaya diri bahwa mungkin ini saatnya,


"Iya,ngomong aja ka aku dengerin kok",ucap sisi basa basi


Degggggg!!!!


Sisi merasa tak percaya,haru bercampur bahagia membuatnya menelan Saliva nya berkali-kali.


"Kenapa gak nanya aja?,biar Kaka tahu aku sayang atau engga,emang Kaka gak penasaran?!"


"Emmm,kamu udah yakin sama aku aja itu udah cukup dan memang kamu bukan pelarian,itu yang harus kamu tahu"


Sisi merasa takjub dengan sikap Rio yang menghargai perasaan wanita dan tak ingin wanita itu terlihat memalukan atas perasaan nya yang selalu malu malu kucing.


"Terus ka Rio maunya gimana?"


"Saat ini kamu udah percaya sama aku aja udah cukup,kalaupun menginginkan lebih pasti keluarga kamu gak akan biarin ini semua terlebih dengan perjodohan itu"


"Ga mau berjuang sama aku?!"


"Hehehe,kamu gak pantas ikut berjuang,karena kamu pantasnya diperjuangkan.tapi aku belum cukup mampu untuk meyakinkan keluarga kamu dengan keadaan aku yang masih belum ada apa-apa nya"


"Kalo ada apa-apa nya kamu baru mau perjuangin aku, walaupun mungkin besok-besok aku udah jadi istri orang?!"


"Aku percaya jodoh si,harusnya kamu juga percaya itu"


Sisi merasa kali ini perasaan nya dibuat campur aduk,antara senang dan sedih.

__ADS_1


Dan Rio mengatakan itu semua karena tak ingin hilang kesempatan sebelum dia pergi mutasi lusa esok.rio melihat tak ada bahasa penolakan dari sisi walaupun sisi tidak mengucapkan perasaan sebenarnya,setidaknya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan walau ia tidak bisa berbuat lebih kali ini.


"Yaudah,aku antar kamu pulang yuk!!aku juga mesti siap-siap berangkat kerja"


Sisi mengikuti ajakan Rio,hingga sepanjang sisa perjalanan sisi memeluk Rio erat dan Rio selalu tersenyum dengan tingkah sisi yang malu tapi mau itu.


Tapi sejenak dia termenung, bagaimana sebentar lagi ia akan jauh dari sisi.dan tiba dihalaman rumah sisi,Rio pamit untuk pulang,


"Yaudah,aku pulang dulu yah"


",Iya hati-hati ya ka"


Rio hanya tersenyum sambil memakai helm nya dan sisi memanggil nya,


",Ka!!"


"Iya,kenapa si?"


"Love you!!"


Rio makin tersenyum dan menggeleng kan kepala,


"Love you too"jawab Rio


Sisi mengembangkan senyumnya sempurna karena dia mendapat jawaban sempurna juga hari ini atas perasaannya selama ini, sementara Rizki dan darra yang menyaksikan dari ambang pintu mulai menghampiri sisi dan Rio yang hendak tancap gas.


"tunggu!!!!"


membuat sisi dan Rio menoleh ke arah suara itu,


"ka Rizki!!!!"seru sisi yang tidak percaya bahwa Rizki masih ada dirumah


"gue udah bilang jangan deketin adik gue lagi,Lo gak faham maksud gue?cari cewek lain banyak,asal jangan Adik gue!"


"bang Rizki,cukup!!"seru sisi


darra yang melihat suaminya yang mulai emosi berusaha membawa Rizki pergi dari mereka,


"udah ayo Abang mau berangkat kerja kan,motornya belum dipanasin kan?!,ayo!"ajak darra yang membawa Rizki ke arah garasi rumah


namun tatapan Rizki tak henti berpaling kearah Rio yang masih terus terdiam disana membuat pandangan nya beradu dengan Rizki,sisi yang tak enak hati mencoba menjelaskan,


"maafin bang Rizki ya ka,mungkin dia masih belum lupa sama yang dulu"


"aku cukup ngerti kok si, tenang aja ,yang penting kamu percaya kan sama aku?!",


"iya ka,sisi percaya."


dan sisi melepas kepergian Rio dengan lambaian tangan dan senyum manisnya.

__ADS_1


__ADS_2