Jodohku Gebetan Temanku

Jodohku Gebetan Temanku
koma 2


__ADS_3

Dan perjalanan mereka sampai dirumah pak Herman yang terpaksa Kevin turut menginap dan tidur dikamar sisi.


***


Pagi menjelang menampakan sinar hangat ke permukaan.Darra yang sudah bangun semenjak subuh mulai melakukan aktivitas yang biasa dulu ia lakukan,tak luput bagian tubuh sisi dibersihkan oleh Darra,hingga terlihat segar dan harum dan mungkin sisi juga merasakan kenyamanan itu.


"Ra, kamu lagi apa?"


"Eh mama udah bangun,ini habis seka biar sisi lebih nyaman mah"


"Makasih ya sayang,yaudah kamu sarapan sana"


"Yaudah,mama mau nitip apa?"


"Ga usah mama belum laper Ra "


"Ga boleh gitu mah,yaudah mama tunggu sini pokoknya nanti dara suapin kalo perlu!"


Darra segera keluar membeli makanan untuk mama Tina dan untuknya, dengan terburu-buru hingga menabrak seseorang,


"Awww!"


"Sayang?"


"Hah kamu,kok kamu disini?"


"Aku mau jenguk sisi dulu nanti baru kebengkel,terus kamu mau kemana?"


"Cari sarapan buat mama juga"


"Yaudah,kamu temenin aku aja"ucap Rizki merangkul darra yang terpaksa memutar balik badan nya


"Apahan si bang,aku mau beli makan lho!"


"Ponsel ku canggih Ra udah ayo!"


"Huh,aneh!"


Rizki masih tersenyum dengan gerutuan istrinya,sibuk dengan ponselnya tak sadar sudah didalam ruang rawat ,


"Lho,kamu ga jadi sarapan Ra ?",tanya mama Tina


"Itu kata bang Rizki harus temenin dia aja nanti juga kenyang"


"Apahan si Ra !",seru Rizki


"Emang begitu kan kata kamu"


"Tunggu 10 menitan baru komen!!"


Darra hanya menjawab dengan bibir membentuk huruf O, begitulah tingkah dara yang kadang seperti anak kecil didepan Rizki.


"Assalamualaikum?"


"Waalaikum salam,naaah itu datang!",seru Rizki beranjak dari sofa


Darra segera menoleh ke arah pintu,


"Datang emang tuh si Kevin!"

__ADS_1


"Hahahah,kalian tuh ya",ucap mama Tina sambil tertawa


"Kenapa sih kalian?!"tanya Kevin yang menaruh beberapa tas yang berisi pakaian ganti untuk mama Tina


"Gak apa-apa Vin,mereka biasa lah kurang asupan jadi gitu",jawab mama Tina


Dan tidak berapa lama, Abang ojol pun membawa tiga porsi makanan bersama air mineral,


"Nah kan Dateng sayang!"


"Makasih ya pak,ini buat bapak"ucap darra dengan memberi uang tip


"Vin Lo kalo mau juga beli sana didepan ya!"


"Gue lagian mau langsung ke kantor bang,gimana perkembangan sisi bang?"lanjut Kevin bertanya


"Gimana sayang keadaan sisi?"tanya Rizki pada darra


"Payah Lo bang,gue nanya malah nanya lagi!"


"Lo yang payah,gak tahu apa kalo gue juga baru nyampe!"


Dan darra serta mama Tina hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Kevin dan Rizki.


Hingga akhirnya Kevin dan Rizki pergi untuk berangkat kerja masing-masing.


Sampai dikantornya Kevin mendapat 1 pesan masuk diponselnya,


Kling!


("Makan siang gue perlu ngobrol sama lo,gue ke kantor Lo nanti siang!")


("Oke,gue tunggu!")


Rizki merasa ada yang harus dibicarakan dan diperjelas tentang sisi dan kevin,mungkin juga ini termasuk Rio.


Rizki benar-benar harus memastikan kebahagiaan adiknya, yang selama ini ia mungkin diam saja selama pernikahan sisi berlangsung.


Sedangkan darra memilih untuk izin pulang dulu ke rumah nya,


"Mah,darra pulang dulu ya nanti sore kesini lagi, darra mau bersih-bersih dan nanti darra bawain makanan buat mama"


"Iya nak kamu pulang aja,kasian Rizki kalo pulang ga ada kamu"


"Yaudah,darra pamit mah assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Dan sepeninggal darra, mama Tina hanya bisa memandangi putri satu-satunya itu tanpa terasa air mata nya lagi-lagi tak bisa dibendung,nurani ibu yang tidak bisa dibohongi oleh apapun begitu tulus terbukti lewat kasih sayang walau bukan sedarah.


"Mama sudah telepon orangtuamu nak,mereka berhak tahu atas kamu dan mama harap mereka bisa datang dan lihat kamu" ucap mama Tina perlahan dengan membelai rambut sisi


Tak ada jawaban dari sisi,hanya diam membisu tanpa pergerakan,namun pasti ia mendengar.


***


Jam makan siang pun tiba,Rizki mengendarai motor nya ke arah kantor Kevin yang juga satu kantor dengan papah nya.


Sampai di lobi ia bertemu dengan Kevin yang sedang berjalan ke arahnya,

__ADS_1


"Lo mau kemana Vin!"


"Gue mau makan siang tapi Lo udah dateng,yaudah ayo masuk!"


"Yaudah kita ngobrol nya sambil makan siang aja"


Dan mereka pergi ke cafe sebrang kantor Kevin ,karena Kevin merasa bosan makan di kantin kantor nya,


Setibanya di cafe Kevin memilih untuk memesan menu karena sudah merasa lapar.


"Gimana bang,mau ngobrol apa ni?"


"Ya Lo pasti sedikit tahu lah arah pembicaraan gue kemana"


"Masalah pernikahan gue sama sisi?sorry bang gue belum ngomong ke bokap soal ini"


"Ya itu hak Lo ,gue gak mau intimidasi Lo lebih jauh cuma yang gue mau ajak berfikir adalah...."


"Ah Lo mah gue laper bang ga bisa diajak berfikir yang keras-keras!"


"Eh dasar bocah!hidup itu keras kalo Lo mikir nya lembek Mulu ya abis Lo!"


"Yaudah terusin Lo mau ngomong apa?"


"Gini,Lo inget ga waktu dokter bilang sebelum sisi koma pasca tindakan itu dia sempet sebut nama Rio"


"Iya gue inget,kenapa bang?"


"Apa mungkin sisi bisa sadar kalo Rio ada ya Vin?"


"Iya ya bang,mungkin juga bang!"


"Yaudah,Lo hubungin dia untuk bisa kesini,gue tahu Lo sahabat baik dia"


"Gue coba setelah ini,tapi gue gak janji ya bang karena kemarin dia baru ambil cuti dan gue mau kabarin Lo kalo gue harus ke LA 2 hari lagi"


"Oh iya,semoga bisnis Lo makin lancar"


"Bukan bisnis bang,gue mau temenin vanesha wisuda ,sisi dan Rio juga tau rencana gue ini"


"Vanesha siapa,cewek Lo!?ah sudahlah,Kalo sisi aja izinin Lo ,gue bisa apa Vin? mungkin emang pernikahan Lo itu salah"


Dan mereka menikmati makan siang dengan obrolan yang selalu tidak harmonis tapi tetap saling tanya,begitulah hubungan keduanya.


hingga waktu makan siang berakhir dan mereka berpisah.


dan sesampainya Rizki di bengkel ada pesan masuk ,


kling!


("sayang aku dirumah,jadi kalau mau ke rumah sakit balik dulu sekalian ya")


dan di balas oleh Rizki,


("siap sayang,aku juga perlu bicara sama kamu")


dan darra diujung sana malah dibuat penasaran dengan balasan Rizki,


"mau ngomong apa ya Rizki,apa masalah sisi?" gumam nya dalam hati

__ADS_1


"astaga!gue belum kabarin Rio tentang sisi tapi sisi kan udah punya suami,dosa ga ya gue?"tanya darra pada diri sendiri disamping ranjangnya


__ADS_2