
Dari kejadian sarapan dipagi ini Candra selalu tersenyum senyum sendiri, Tak percaya bahwa Luna mulai membuka hatinya untuk Candra.
"Kaa.." Kata Luna yang duduk disebelah Candra yang sedang menyetir, Tangannya tersender ke pintu dan menahan kepalanya menatap Candra yang dia perhatikan tersenyum sendiri terus
"Kenapa Lun?" Kata Ka Candra melirik Luna
"Kenapa sih senyum senyum terus?" Kata Luna heran
"heehhh?? Enggak apa apa.. Lagi seneng aja." Kata Ka Candra sedikit tertawa
Luna mendekatkan dirinya kepada Ka Candra matanya menyipit memperhatikan wajah Ka Candra yang memerah karena didekati oleh orang yang dia cintai.
"Apaan sih kamu." Kata Ka Candra yang melirik Luna,tapi tetap fokus menyetir. Dia merasa saat ini Pasti sedang salah tingkah. dia merasa bahwa Luna akan mencium pipinya..
Luna terus mendekati wajah Ka Candra, memperhatikan mata Ka Candra dan senyumnya yang lebarr ..
"Oh Gajian ya? atau dapet bonus?." Kata Luna langsung terduduk sembari membenah dudukannya
"Hufftttt... Kirain.." Kata Ka Candra tak sadar
"Kirain apa?" Kata Luna mengambil botol minuman dan meminumnya sembari melirik Ka Candra
"Enggakkk.." Kata Ka Candra
*Kringgg..*
-Nomber tidak dikenal-
"Sansan?" Kata Luna
"Siapa?" Kata Ka Candra
"Ini Sansan Wa aku..ngajak ketemuan." Kata Luna
"Dateng??" Kata Ka Candra
"Malasss..." Kata Luna
*kringgg..
"Dih najis maksa." Kata Luna Spontan
"Haha perasaan kamu dari kemaren ngegas terus Lun." Kata Ka Candra
"Hah? Iya ya? Abis gak Ikbal gak Sansan, Gak jelas sikapnya.." Kata Luna terkehkeh
"Kalau Kaka Jelas gak?" Kata Ka Candra sembari memarkirkan mobilnya
"Apa gimana???" Kata Luna
"Ehhh enggak haha.." Kata Ka Candra malu
"Hahaha.. Mukanya merah tuh." Kata Luna
__ADS_1
"Berani ya kamu sekarang godain kaka." Kata Ka Candra menggeligitik calon kekasihnya
"Hahaha.. Udah udah. ayok turun." Kata Luna seolah sudah menjadi kekasih Candra
Luna dan Candra mulai memasuki kawasan dunia fantasi, disana mereka bermain berbagai wahana.. Hingga jam menunjukukan pukul 15.46 mereka menaiki Bianglala...
Mereka sudah naik dan mulai berputar ke atas..
"Emmm Lun." Kata Ka Candra
"Emmm kenapa ka.." Kata Luna
"Kaka mau ngomong serius.." Kata Ka Candra menatap kedua mata Luna
"Serius? Boleh mau ngomong apa?" Kata Luna
"Kaka gak tau harus ngomong dari mana.." Kata Ka Candra
"Tapi kaka berharap kamu mau.." Kata Ka Candra
"Emm mau? Mau apa?" Kata Luna membenarkan rambutnya
"Kaka suka sama kamu... Kaka Mau kamu jadi istri kaka.." Kata Ka Candra.
Tangan nya bergetar, Hatinya penuh dengan sebuah harapan..
"Hemm apa apa? Kaka ngelamar Luna." Kata Luna tertawa
"Lun kaka serius.." Kata Ka Candra
"Hahaha ya biasa aja dong gak usah geter tangannya... Nanti Luna pikirin dulu ya.." Kata Luna memegang tangan Ka Candra agar ka Candra tidak tersinggung
"Dihhhh Maksa.." Kata Luna memalingkan wajahnya
Suasana yang diharapkan Romantis oleh Candra berubah...
...****************...
Luna kaget dengan pernyataan Ka Candra barusan, Dia tidak bisa menyangkan akan secepat ini untuk mendengar pernyataan bahkan sebuah lamaran yang langsung didengarnya..
Hati nya berdegup kencang seperti akan lepas dari tempatnya..
Suasana yang ka Candra buat membuatnya Canggung, Jawaban apa yang harus dia lontarkan. Pikirannya masih belum pasti apakah Luna menerima Ka Candra atau belum.. Dia sengaja membuat suasana berubah agar Ka Candra tidak lagi tegang dihadapannya..
Luna memikirkan lamaran Candra seharian, Dia memikirkan manfaat dan dampak apa yang akan dia terima ketika sudah menjadi Istri Candra kesatria Putra DwiFajar.. Ada kehangatan dalam benaknya, ada juga keraguan dalam hatinya.. Orang yang dulu Luna ingin nikahi adalah adiknya, tapi sekarang yang melamarnya adalah kaka dari orang yang dulu dia cintai.. Luna emang memutuskan membuka lembaran baru dan membuka hatinya untuk Ka Candra, tapi bukan secepat ini..
"Lunaaa..." Kata Ka Candra
"Hemm.." Kata Luna tersadar dari lamunannya
"Dimakan dongg.." Kata Ka Candra
"Gak enak ya?" Kata Ka Candra
"Mau kaka pesenin menu lain?" Kata Ka Candra
"Enggak enggak.. Cukup ini aja.. Makasih.." Kata Luna
Bukan Candra yang menjadi canggung, tapi malah sebaliknya Luna yang selalu energik berubah menjadi kikuk didepan Candra sekarang...
__ADS_1
"Kamu mau kerumah kaka lagi atau mau pulang kerumah?" Kata Ka Candra
"Pulang kerumah aja.." Kata Luna spontan
Mana mungkin dia menginap lagi dirumah Candra, Dia masih bingung dengan jawabannya.. Tidak akan bisa tenang ketika Candra berada didekatnya untuk saat ini...
Sesampainya didepan rumah Luna...
"Lun.. Gak turun?" Kata Ka Candra
"Atau mau ikut kerumah?" Kata Ka Candra
"Kaka seneng loh bangun tidur bisa liat kamu.. Sarapn bareng kamu, seharian dirumah liat kamu.. kaka seneng... berasa udah tinggal satu rumah gitu.." Kata Ka Candra panjang lebar
"Hufttt... Ka." Kata Luna serius
"Iya Luna.." Kata Ka Candra
"Kaka beneran mau aku jadi Istri kaka?" Kata Luna
"Hehhh... Iya serius.. Mana mungkin kaka bercanda tentang perasaan kaka.." Kata Ka Candra
"Kalau gitu.... Aku jawabnya nanti aja ya.. Sekarang, Aku mau masukkk daaaahhhhhh..." Kata Luna melepaskan seatbelt dan turun dari mobil
"Dahhh hati hati dijalan, aku masuk byeee..." Kata Luna melambaikan tangan dan masuk kedalam rumahnya
"Dasar.. Luna luna.." Kata Ka Candra
Semalaman ini mungkin Luna tidak akan bisa tidur tenang, seseorang melamarnya hari ini. Dia belum memberikan jawabannya.. Apa yang harus dia jawab. Dia masih sangat bingung...
"Ya Atau enggak ya?" Kata Luna bertanya pada dirinya sendiri..
"Ahhhhhh bingungggg.." Kata Luna mengeluhhh
**Hai para pembaca yang terhormat,
Assalamualaikum wr.. Wb..
Selamat Pagi, Selamat Siang , Selamat petang dan Selamat malam... 🙌
Akhirnya setelah 12 episode berjalan, Author memberanikan diri menyapa kalian..
Mulai sekarang "Kaka Ipar" Akan update selama 2 hari sekali...
Terima kasih untuk kalian yang sudah men support karya ku sejauh ini...
Makasih juga untuk kalian yang sudah men-Like semua episode..
Jangan lupa untuk memulai menulis komentar Kritik dan saran untuk novel ku ini ya...
Sekali lagi terima kasih banyakkkk...
Waalaikumsalam wr.wb..
^^^salam author,^^^
^^^Luthfiana♥️**^^^
__ADS_1