Kaka Ipar

Kaka Ipar
Kembali ke Kota


__ADS_3

Setelah berbaikan dengan Candra, Esok harinya tempat hari kelima dia cuti. Luna memutuskan untuk pulang bersama dengan Candra.


Didalam mobil...


Kedua orang itu sekarang sedang berpegangan tangan sambil Candra menyertir. Tangan nya tidak mau melepaskan tangan Luna karena berharap setelah ini tidak akan ada lagi kejadian yang mebuat mereka berdua berpisah untuk waktu yang lama.


*kring.. kringg.. kringgg*


"Siapa sayang?" kata Luna


"Gak tau, Gak kenal nombernya." Kata Candra yang memperlihatkan nomber telepon


"Violet itu. nombernya sama kaya yang wa aku kemaren." kata Luna


"Ohhh..Speaker ya." kata Candra


"Hallo!! Candraa.. hu.. hu.." kata Violet yang sedang menangis segukan


Candra dan Luna saling menatap satu sama lain.


Luna menganggukan kepalanya.


"Kenapa? Nangis?" kata Candra


"Aku.. khe.. khee aku ditampar sama ayah lagi khee.." Kata Violet menangis


"Teruss?" kata Candra datar, Sedangkan Luna menahan tawa karena Candra yang tidak memperdulikan Violet


"Aku... Aku butuh kamu Candra." Kata Violet memohon


Candra melirik Luna yang memainkan hpnya sambil menahan tawa..


Luna pun menganggukan kepalanya kembali..


"Ok gw kesana. di rumah lo kan. yaudah." kata Candra


"Kamu apaan sih sayang. Ko ngebolehin aku ketemu Violet harusnya kan gak gitu." Kata Candra memarahi pacarnya

__ADS_1


"Haha.. Apaan sih kamu. Kan perginya sama aku. Ngapain panik?" Kata Luna mengusap pipi Candra


"Liat ini." kata Luna menunjukan wa dari Violet



"Lah bangsat tuh cewek gak kapok.. Pantesan. Tapi ko bisa ya telponan sama aku sambil chat kamu. amazing" Kata Candra membacanya berulang kali


Luna hanya mengangkat bahunya..


Candra dan Luna pun menjalankan mobilnya kerumah Violet.


Rumah Violet...


*tokk..tokkk...tokkk*


Candra mengetuk pintu..


"Candra. Pasti Candra.." Kata Violet yang terdengar dari luar


sedangkan Candra dan Luna saling menatap satu sama lain sambil berpegangan tangan.


Pintu dibuka oleh Violet...


"Can...." kata Violet tak jadi


"Kamu!!!" Kata Violet melihat kedatangan Luna dan Candra yang bersamaan


"Haii Violet!." Kata Luna tersenyum


"Kalian berdua jebak aku!" Kata Violet kesal


"Lah bukannya kamu ditampar?" kata Candra yang melihat kondisi Violet baik baik saja


"Iyah. Bukannya kamu juga suruh aku kesini? ini aku dateng." Kata Luna yang menunjukan dirinya telah datang


"Ehhh.. Luna kamu ya.." kata Violet yang menunjuk ke arah Luna

__ADS_1


"Kamu ya apa? Cantik?" kata Candra memegang telunjuk Violet dengan kasar


"Jelas lah cantik. Calon Istri gw." Kata Candra mengedipkan matanya pada Luna


"Apaan sih." Kata Luna tertawa


"Luna, Kamu tuh cuma jadi parasit tau gak. Orang ketiga diantara akh sama Candra. Kamu harusnya mundur." Kata Violet membentak Luna


"Essss... Gak salah denger Telinga gw? Yang parasit itu lo. Dan yang orang ketiga tuh elo. Denger ya ini gw ngomong buat terakhir paling terakhir kali setelah ini kalau lo gangguin gw atau Luna lagi. Tanggung akibatnya sendiri.. Untung gw masih hargain lo sebagai temen kecil gw, Kalau enggak lo udah gw kirim ke Bapak tiri lo biar disiksa." kata Candra Kejam


Violet yang mendengarkan Candra, Merasakan ketakutannya kembali. Benar dia pernah disiksa oleh Ayah tirinya karena tidak mau nurut. Kerjaanya hanya main saja. Kesalahan nya pun semakin hari semakin banyak. Hingga akhirnya Violet kabur dari rumah dan mengadu kepada Candra. Karena balas budi dan rasa sayangnya pada Violet yang sudah ada sejak Taman kanak kanak Candra membantunya dan melindunginya. Candra memberikan tempat tinggal kepada Violet yaitu rumah yang sekarang ditempatinya. Dengan kekayaan yang dia dapatkan dari orang tuanya dia bisa memberikan rumah. Dulu orang yang dicintainya Violet Tapi kemudian setelah dewasa candra yang akan pergi untuk pelatihan militer juga ditinggalkan oleh Violet...


Setiap mendengar Ayah tirinya disebut, Trauma itu datang lagi kekehidupanya. Karena ternyata saat Ayah tirinya berhasil menemukannya.. Dia dilindungi oleh Candra, Tapi sekarang Candra malah mengancamnya agar tidak main main dengannya lagi...


Violet pun ketakutan..


"Jelas?" kata Candra yang merasakan ketakutan dari dalam diri Violet bahkan tubuh violet begetar


Violet yang pasrah.. menurunkan telunjuknya menganggukan kepalanya..


"Pulang yang." kata Candra memegang tangan Luna untuk Pulang


Luna sebenarnya tak tega dengan perlakuan Candra kepada Violet yang tampak dimatanya. Tapi mau apa lagi? Violet sudah keterlaluan dengan sikapnya. Tak bisa di toleransi lagi..


Luna melamun sepanjang perjalanan. Candra yang sadar Kekasihnya melamun segera bertanya kepadanya..


"Kenapa sayang?" kata Candra


"Heh? Gak apa apa.. Kita gak kelewatan kan?" kata Luna


"Kelewatan atau enggak itu tergantung setelah ini dia ganggu kita lagi atau enggak." kata Candra Menenangkan


"Iya ya.. Bener juga kalau setelah ini Violet masih usaha buat misahin aku sama Candra berarti keterlaluan." Kata Luna dalam hati


Luna menganggukan kepala dan tersenyum manis..


"Katanya besok Sansan lahiran. Ke Kota.. Kamu temenin aku jengjk ya." Kata Candra

__ADS_1


"Ok! Uwa yang baik harus jenguk keponakannya kan?" kata Luna tersenyum


Candra hanya tertawa kepada Luna...


__ADS_2