Kaka Ipar

Kaka Ipar
Glasia datang...


__ADS_3

Setelah Candra menelepon Glasia. Esok harinya dia datang ketempat nenek untuk memeriksa Luna.


"Glas... Glass ayok cepet periksa Luna." Kata Candra yang panik akan kekasihnya


"Ya santai dong.. Kalem." kata Glasia yang berjalan cepat seperti sedang dikejar kejar


Candra memang menjadi tidak sabaran, Dia tak ingin melihat Luna menjadi seperti ini. Ada rasa sakit yang tak dapat dijelaskan.


Glasia masuk kedalam kamar melihat Luna yang tengah terduduk di tepi kasur memandang keluar jendela kamar sambil sesekali meneteskan air mata..


"Selamat pagi Luna." Kata Dokter Glasia


Luna masih saja menatap jendela dan tidak menghiraukan glasia.


Glasia yang sadar akan Luna yang tidak meresponnya menepuk bahu Luna dan memberika senyuman sebagai dokter yang baik.


Luna yang mendapatkan tepukan bahu dari seseorang memalingkan wajah melihat orang itu dengan muka yang datar.


"Selamat pagi Luna." Kata Dokter Glasia menyapanya Luna sekali lagi


Luna lagi lagi tak menghiraukannya. dengan kesibukan tatapan mata kosongnya dia kembali menatap luar jendela.


"Ok. Luna, Nama saya Glasia teman Gilang." Kata Glasia

__ADS_1


"Aku kesini karena aku akan membantu kamu agar menjadi sehat kembali. Kamu mau kan?" Kata Glasia


Luna terus berdiam diri tidak menghiraukannya..


Tapi karena Glasia adalah seorang dokter, Dia tak pantang menyerah...


"Luna, Cerita sama aku yuk? Aku jamin. Aku bakal buat kamu merasa nyaman." Kata Glasia meyakinkan Luna


Luna yang mendengarkan kata "nyaman" membuatnya berfikir untuk menceritakan ke khawatirannya tentang apa yang terjadi padanya hingga membuatnya depresi.


"Saaayyy... Saayaaa.. Gak tah harus gimana" Kata Luna sudah menangis untuk kesekian kalinya


"Kamu akan baik baik saja Luna." Kata Glasia menenangkan


"Tapi.. Sa.. saya.. hmm hampir diper.. diper*osa glasia." kata Luna memegang kepalanya meremasnya sekuat tenaga


"Tapiii... Glasia liat aku." kata Luna berdiri menampakan Badan dari ujung kepala hingga ujung kakinya


"Tidak ada yang salah dengan kamu." Kata Glasia


"Ada... Ada yang salah.. Aku... Akuuuu sudah ternodain Glasia." kata Luna menunjuk nunjuk diri sendiri dan memukul dadanya


"Luna.. Kamu tidak ternodai, Aku kesini karena Candra yang meminta. Dia yang pengen kamu sembuh.. Begitu juga dengan mama dan teman teman kamu yang lain." Kata Glasia

__ADS_1


"Aku,,, Aku gak pantes buat Candra. Aku gak pantes... Gak... gak pantesss..." kata Luna lagi lagi memegang kepalanya terus berjalan mundur hingga menempel pada dingding hingga meringkuk dan menangis


"Lunaaa.... Lunaaa... Heyyy..." kata Glasia melangkahkan kaki dan menghampiri kekasih dari Candra


"Pergi... Pergiiii... Glasia pergi." Kata Luna tegas dan membantingkan apapun yang ada didekatnya.


Glasia yang merasa pasiennya saat ini sedang kalang kabut, Segera beranjak untuk pergi dari kamar Luna dan memutuskan untuk menunggunya diluar.


Candra yang sudah menunggu dari lama sedang menunggu didepan pintu. Candra agak agak cemas karena dia samar samar mendengar bahwa Luna berteriak teriak lagi...


"Glas... Gimana?" kata Candra langsung menyambut Temannya tersebut


"Candra, Lo harus sabar.. Mungkin Luna butuh waktu.. Setelah dia tenang gw bakal ngomong lagi sama dia.. Yang perlu lo inget lafi seri g sering ajak ngobrol. Bilang lo nerima dia apa adanya.. Dan semoga kalian dapat mendukung dia sampai Kapanpun." Kata Glasia


"Baik.." Kata Candra dan Mama Luna


"Sekarang, Lo Candra sewa kamar dong buat gw. Gw mau nginep aja lah disini. Lumayan Itung itung liburan. Jangan pelit pelit loh." Kata Glasia meletakan tanganya didepan dadanya


"Oh ok. Siapa takut. kebetulan yang lain juga lagi sewa villa deket deket sini. Lo kesana aja.. Pilih. gw yang bayar." kata Candra Sombong


"Oh baik bos." Kata Glasia melangkah hendal meninggalkan Candra


"Ehhh... Ehhhh eehhhh.... Tapii sembuhing istri gw. Baru gw bayar." kata Candra menepuk bahu glasia yang akan pergi.

__ADS_1


Glasia hanya memberikan tanda setuju...


Dihatinya.. Sangat bersyukur karena Candra memanggilnya sehingga dia sekarang punya waktu untuk berlibur dipinggiran kota tempat yang sejuk untuknya... Sejenak kabur dari kota yang setiap hari membuat kepalanya hampir pecah..


__ADS_2