Kaka Ipar

Kaka Ipar
Sedikit demi sedikit (Part1)


__ADS_3

Glasia menempati salah satu villa dekat dengan rumah nenek. Begitu pun Santi yang sengaja mengambil cuti untuk menemani Luna yang sekarang tidak seperti biasanya... Ridwan pun selalu bulak balik kota dan pinggiran kota sekedar untuk melihat yang dia anggap sebagai adik baik baik saja atau tidak.


"Can. Lo Istirahat, Gw yang Jaga." Kata Ridwan memberikan selimut kepada Candra yang terus berdiam diri didepan pintu kamar Luna


"Gak usah.. Gw mau jagain Luna. Takutnya Luna butuh gw." Kata Candra yang terlihat lesu karena tidak mau tidur atau makan bahkan mandi


"Heh. Lo mau sakit? Kasian ke Luna lah. Jangan siksa badan Lo. Lo juga harus sehat. Biar bisa terus dampingin Luna. Bukan kaya gini." Kata Ridwan kesalll


"Eh sorry gw keceplosan. Yaudah terserah lo. Gw didepan. Kalau ada apa apa panggil gw aja." kata Ridwan yang berbalik badan hendak pergi meninggalkan Candra


"Wan... Gw titip Luna ya. Gw istirahat bentaran aja deh. Sambil makan." Kata Candra memanggil Ridwan tanda setuju


Ridwan yang mendengarnya kembali kedepan pintu kamar Luna untuk berjaga.


15 menit kemudian Luna terbangun dari tidur singkatnya.


"Ridwan." Kata Luna memanggil Ridwan yang tengah asik memainkan hpnya.


"Hmm?" Kata Ridwan yang exit dari game dan menoleh ke arah Luna


"Kenapa Lun? butuh minum?" Kata Ridwan

__ADS_1


"Enggak.. Glasia mana ya?" Kata Luna yang menggelengkan kepalanya


"Glasia? ada di villa. Mau dipanggilin?" Kata Ridwan


"Boleh, Kalau gak ngerepotin." kata Luna


Ridwan pamit ke depan dan memanggil Glasia yang sedang asik berfoto selfie di depan Villa.


"Glasi. Tuh dipanggil Luna." kata Ridwan


"Hah? Serius loh?" Kata Glasia


Glasia yang mendengarkan langsung berdiri dan berlari kerumah nenek dengan kecepatan super.


Setelah sampai dikamar, Glasia melihat Luna yang berdiri dekat dengan Jendela. Membukakan jendela dan melihat pemandangan sawah yang indah.


"Selamat pagi Luna." kata Glasia


"Selamat pagi Glasia." Kata Luna tersenyum


"Alhamdulillah hari ini kamu terlihat lebih baik." Kata Glasia

__ADS_1


"Iya.." Kata Luna


"Glasia. Boleh aku cerita?" Kata Luna berjalan mendekati glasia dan memegang tangannya


Glasia yang senang karena Luna yang ingin bicara padanya...


"Boleh. Duduk ya." Kata Glasia


"Aku bener bener gak tau harus gimana... Aku ngerasa berdosa banget sama diri aku sendiri. Aku tau dulu aku sering nginep dirumah candra dan tidur sama ikbal. Tapi aku gak pernah bersentuhan.. tapi ini beda glasi. aku harus apa?" Kata Luna


"Luna... Aku percaya kamu bisa lewatin masa masa ini dengan mudah. Candra nerima kamu apa adanya.. dan kamu pun belum melakukan sesuatu dengan orang itu kan. Kenapa kamu harus takut?" kata Glasia


"Tapi glasia..." kata Luna


"Luna.. Percaya sama aku. Kamu dikelilingi oleh orang orang yang sayang sama kamu. Mereka mendukung kamu. Bahkan mereka ada untuk kamu. Percaya semua yang kamu laluin akan mudah." Kata Glasia


Luna yang mendengarkan kata kata Glasia terdiam, Luna berfikir cukup keras.. Sebagian hatinya masih tak terima dengan keadaanny.. Tapi hati nya lain percaya bahwa Candra tidak akan meninggalkannya..


"Ok.. Kamu boleh pergi dulu. Aku mau istirahat." kata Luna


"Ok.. Kalau ada apa apa.. Atau kamu butuh aku. Tinggal bilang yang Aku ada di Villa. Kamu boleh samperin aku juga." kata Glasia

__ADS_1


__ADS_2