
Luna terus menatap keluar jendela. Hatinya mulai resah karena perkataan Glasia. Yang dia takutkan sekarang adalah Candra pergi meninggalkan nya seperti Ikbal yang memilih bersama wanita lain. Tentang dia yang hampir saja dipe*kosa oleh atasannya memanv menjadi beban untuknya...
"Luna." Kata Ridwan yang berdiri dibelakangnya
Luna yang menyadari keberadaan Ridwan membalikan badan dan menatapnya.
"Kenapa?" kata Ridwan
"Gak apa apa.. Ridwan sini duduk dikasur." kata Luna mempersilahkan Ridwan duduk
Ridwan yang tak ingin menambahkan beban untuk adiknya segera duduk dan menatap jendela seperti Luna.
Luna tiba tiba saja duduk disebelah Ridwan.. dan menyenderkan kepala nya dibahu orang yang telah dia anggap sebagai kaka.
"Ridwan." kata Luna
"Kenapa?" kata Ridwan
"Luna mau ngomong sebagai adik Ridwan. Boleh?" kata Luna
"Kenapa harus izin. Kan Luna emang adik Ridwan." kata Ridwan
"Makasih ya, Ridwan selalu ada disamping Luna. Selalu jadi kaka yang baik buat Luna. Walau kita gak ada ikatan darah tapi Ridwan baik banget sama Luna." kata Luna memegang tangan Ridwan
"Luna.." Kata Ridwan yang tiba tiba memegang bahu Luna dan menatap matanya
__ADS_1
"Apapun yang terjadi, Ridwan selalu dukung Luna. Begitu pub orabg orang yang ada disekitar Luna. Ridwan tau kalau Luna adalah orang yang baik... Gak usah malu sama apa yang udah terjadi. Gak akan ada yang bakal berubah. Percaya sama Ridwan Candra bakal nerima kamu apa adanya..."Kata Ridwan menjadi abang yang baik
"Tapi Ridwan.." kata Luna yang terpotong
"Gak pernah ada kata tapi, Seandainya Candra gak nerima Luna. Dia gak akan pergi dari latihan Militer dan lebih memilih kamu disini.." Kata Ridwan mengusap air mata Luna
"Luna cuma takut.. Tapi Luna berusaha buat lebih percaya.." kata Luna
Ridwan memeluk Luna dengan pelukan hangatnya.. Mengusap air mata Luna yang terus mengalir karena rasa takutnya..
Candra sudah hampir berdiri dibelakang mereka setengah jam.. Melihat kedua orang yang saling mengasihi satu sama lain..
"Ahemm.. Ahemmm.," kata Candra yang melihat Ridwan memeluk Luna
"Cewe gw ahem.." Kata Candra yang memelototi Ridwan
"Adik gw ahemm.." kata Ridwan membalas balik
"Eh... Udahh.. Ridwan kan abang aku." kata Luna mengusap air matanya
"Udah kalian berdua keluar dulu. Aku mau istirahat." Kata Luna mendorong dua orang yang memperebutkannya.
Ridwan dan Candra terus menatap satu sama lain..
"Inget ya, Calon Istri Gw." kata Candra yang menyenggol bahu Ridwan
__ADS_1
"Gak perduli. Mulai sekarang lo panggil gw abang berarti." Kata Ridwan berkuasa
"Dih.. Lo bukan abang Luna ya." Kata Candra
"Gw abang nya. Apa lu?" Kata Ridwan menyodorkan tinju nya.
Mereka terus beragumen sambil berjalan ke arah Villa.
"Eh apa apa sih kalian?" Kata Glasia yang tengah mengobrol bersama Santi
"Ini si Ridwan meluk cewe gw." kata Candra masih kekeh dengan kecemburuannya
"Bentar, Dia udah mau interaksi sama kalian?" kata Santi kaget
"Heh??? Bentar bentar.. Iya bener. Wah cewe gw udah sembuh nih." kata Candra bangga menepuk Ridwan
"Tapi sayanya yang duluan ngobrol sama Luna gw." kata Ridwan balik membalas
"Dih kalau bukan karena lo yang nyuruh gw.." kata Candra terpotong
"Ih kalian ya. Kaya anak kecil tau gak? Syukurnya sekarang Luna udah mau interaksi. bersyukur tau gak?" kata Glasia greget
"Denger..." Kata Ridwan
"Dih dah lah gw mau ketemu Luna dulu." kata Glasia
__ADS_1