
Sejak dari rumah Casandra,
Luna dan Candra mulai jarang untuk bertemu karena Candra sudah mulai bekerja sebagai tentara dikota S... Apa lagi Luna mendapatkan kabar bahwa Candra akan mulai pelatihan Militer untuk kesekian kalinya.. Merekapun dipisahkan oleh pekerjaan mereka masing masing...
"Hallo!" kata Luna mendapatkan telepon dari Candra
"Hai sayang.. Apa kabar?" kata Ka Candra
"Baik ka.. kaka gimana? Sehat?" kata Luna
"Sehat dong... Kan harus kuat." kata Ka Candra
"Kapan Pulang?" kata Luna
"Kapan yaaa??? Emmm sekitar 2 minggu lagi." kata Ka Candra
"Hah? lama banget." Kata Luna kesal dan sedikit manja
"Hahaha... kangen ya?" Kata Candra menggoda Luna
"Hmmm... Enggak. Nanya doang." kata Luna
"Yaudah tunggu dua minggu lagi ya." kata Ka Candra
"Iya aku kangennnn..." kata Luna
"Haha... kan kan gak mau ngaku sih... 3 hari lagi ko sayang. Sabar ya." kata Candra
"Ihhh nyebeli ah... Udah ah.. semangat dan hati hati ya... Aku kerja dulu." Kata Luna yang menanggung malu karena keisengan Candra
Akhirnya mereka berdua mematikan telepon dan kembali bekerja...
Luna yang memang beberapa hari tidak masuk kerja mendapatkan teguran dari atasan...
"Luna, Dipanggil Pak Fahmi." Kata Hilmi
"Ok.. Makasih." kata Luna yang berjalan masuk kedalam ruang pak Fahmi
tokk... tookkkk....
"Masuk." kata Pa Fahmi mempersilahkan Luna
"Pak. Bapa manggil saya?" Kata Luna
"Ya duduk." kata Pa Fahmi
"Luna, kamu izin bulan ini udah hampir seminggu loh kalau di total." Kata Pa Fahmi terus terang
"Ya Pak maaf." Kata Luna
"Gini deh sekarang. Kamu masih mau kerja disini atau enggak?" Kata Pa Fahmi
__ADS_1
"Masih pa. Maaf." Kata Luna
"Gini aja.. kamu temenin saya makan malam. Saya anggap kamu tidak pernah terlambat." kata Pak Fahmi
Pa Fahmi adalah seorang Duda yang dikenal sebagai playboy semenjak bercerai dengan istrinya. Selalu melirik wanita wanita cantik dan sexy... beberapa hari memang sudah menargetkan Luna dan mencari kesalahanya agar bisa masuk kedalam jebakannya.
"Hah? Apa pa? Maaf saya gak bisa." kata Luna berdiri untuk pergi
"Eh... ehhh gak bisa..." kata Pak Fahmi yang berdiri menarik tangan Luna dan membawanya kepelukan Fahmi
"Ehhh pak... jangan macem macem ya pa." kata Luna
"Ahh cuma semacem ko macem macem." kata Pa Fahmi yang memelukny semakin erat.
Luna yang terus memberontak malah membuat Fahmi semakin menjadi jadi.
"Ah kamu berontak, Saya semakin bergairah.." kata Fahmi yang mulai menjilati telinga Luna dengan ganasnya
"Pak tolong pak Jangan." kata Luna yang terus memberontak
pak Fahmi mendorong Luna menuju dingding agar Luna bisa terkunci dipelukannya...
*Brakkkkkk.....*
Seseorang mendobrak pintu ruangan Pak Fahmi...
"Lunaaaa.... Lunaaa...." kata Ridwan Kesal dan memisahkan luna dari Pa Fahmi
"Gpp gpp.. "Kata Luna menjawabnya dengan perlahan karena Luna merasakan trauma akibat dari sikap atasanya itu
"Heh! Lo ya." kata Ridwan yang meninju perut dan muka Fahmi..
Sedangkan Santi membawa Luna keluar dari Ruangan Fahmi. . Luna tampak ketakutan tak berani menatap orang orang sekitar. Bahkan dia tak sadar kalau pintu saat itu sudah dikunci oleh Fahmi saat dia tidak menyadarinya...
Dia merasa dunianya telah hancur. Dia tak berani untuk bertemu dengan siapapun. Kalau bukan karena Ridwan yang datang mungkin Luna sudah diperkosa oleh atasamya itu...
"Luna.. Luna kerumah sakit aja ya." kata Ridwan yang selesai melaporkan Fahmi kepada Polisi untuk diperiksa
Luna hanyak menggelengkan kepala didalam dekapan santi yang sekarang memeluknya agar Luna merasa tenang...
"Udah kerumah sakit yu." kata Ridwan yang memberi kode kepada Santi agar Santi membawa Luna menuju mobil Ridwan
Sepanjang perjalan Luna hanya menangis dan melipat kedua lututnya... Santi menemani nya dan terus mengelus kepala Luna berharap Luna akan segera pulih.
Ridwan terus memantau Luna dari Kaca mobilnya..
"Adik yang dia jaga sekarang sedang merasakan sakit hati untuk kedua kalinya... bahkan kali ini lebih parah. Fahmi harus masuk penjara.." Kata Ridwan dalam Fikirnya.
"Luna, Ridwan bantu ya." Kata Ridwan
"Ga ga ga ga ga... jangan sentuh luna diem disitu pergi pergi.. Gak mau." kata Luna menjauhkan Ridwan darinya
Santi yang syok langsung membopong Luna untuk masuk kerumah sakit memeriksa kesehatan Luna...
__ADS_1
Luna memang baik baik saja. Tapi kelihatannya mentalnya yang sakit..
Dokter menyarankan untuk pergi ke Psikiater. Tapi Luna tidak ingin untuk pergi lagi. Yang dia inginkan hanya lah pergi menjauh dari kota tempatnya tinggal saat ini...
Ridwan dan Sinta pun membawa Luna untuk pergi kerumah neneknya kembali, Setelah menanyakan alamat kepada mama Luna. Mama Luna pun Ikut untuk menenangkan Anak satu satunya...
"Candra... Mana Candra?" Kata Luna yang menangis memeluk Mama
"Iya iya tenang ya tenang..." kata Mama
Luna terus menerus menyebut Candra, Hingga dia tertidur masih menyebut nama Candra...
Flashback....
Ridwan yang rindu kepada adik angkatnya segera datang ke Swalayan untuk mencari Luna.. Dia tidak menemukan Luna hanya ada Santi ditempat Luna Memajangkan produk produk yang biasa Luna jual...
"Luna mana?" kata Ridwan
"Dipanggil Pak Fahmi." Kata Santi yang sedang memajang barang
"Fahmi?" kata Ridwan, Ridwan Ingat Fahmi adalah sepupu jauhnya.. Fahmi cerai karena berselingkuh... Playboy... dan mesum... dia menjadi agak khawatir kepada Luna
"Udah lama?" Kata Ridwan
"Udah lumayan. Setengah jaman.. Aku juga bingung kenapa gak balik balik." Kata Santi
"Setengah jam? kenapa gak dicari? Gawat." kata Ridwan yang mulai gelisah
"Aku disuruh majang sama atasan." Kata Santi
"Dimana ruangannya?" Kata Ridwan
"Diujung lorong sih.. Tapi harus ada akses masuk." Kata Santi yabg memerhatikan Ridwan dari atas kebawah
"Bawa gw kesana. Cepet." Kata Ridwan yanv menarik tangan Santi
Ridwan setengah berlari... Hatinya merasakan firasat tak enak tentang Luna... Dia terus mendorong Santi agar lebih cepat melangkah...
Semakin mendekati Ujung lorong.. Semakin getaran dihatinya tak karuan.. Samar samar terdengar suara seseorang meminta tolong. Hatinya sudah Tak kuasa.. Ingin menangis berharap suarabyang dia dengar bukan dari Adiknya itu... Ridwan sungguh mencintai Luna. Walau tak bisa memilikinya. Dia juga rela menjadi kakanya... Dia terus menyeka air mata... Suara itu semakin terdengar...
"Mana??" kata Ridwan
"Itu didepan." kata Santi
Ridwan yang tak sabar langsung berlari menuju Kantor Fahmi dan langsung menendangnya...
Benar saja.. Luna yang dia anggap sebagai adiknya tengah dipeluk dan ditekan kedingding oleh Fahmi ... Hatinya hancur... Apa lagi Candra, dan Orang tua Luna jika tau..
Mereka akan sangat sengsara.. Luna apa lagi... Dia menjadi setengah sadar.. Badannya bergetar... Mukanya pucat.. Bahkan tak ingin dipegang oleh ridwan.. Sebagian bajunya sudah robek karena tangan Fahmi..
Tanpa komando, Dia langsung memukul Fahmi dengan emosional... Menelepon polisi. melaporkan Tindakan tidak terpuji dari Fahmi...
__ADS_1