
Sansan yang canggung sekaligus bingung duduk sekaligus tanpa memperhatikan dimana dia duduk..
"Sayang... kamu mau duduk dilantai?" Kata Ikbal
"Hehh.. Ehh maaf gak fokus. Semalam begadang maaf."Kata Sansan
"Haha... lucu banget ya istri lo Bal.. Itu anak kalian?" kata Steven yang tersenyum kepada sansan sedikit sinis
"Haha.. Iya.. Gilang namanya." kata Ikbal
"Waw.. Gilang. Bagus bagus.. Gw boleh gendong?" kata Steven
"Eh... Jangan lagi rewel soalnya." Kata Sansan tersentak karena kaget
Mana mau dia memberikan Gilang kepada Steven, Anaknya adalah anak Ikbal.. Tak boleh Steven menyentuhnya. Bagaimana jika dia membawa Gilang pergi. Dan mengungkapkan kenyataannya.. Otak nya sudah terlalu protektif terhadap pemikirannya sendiri.
"Ah gak apa apa dong.. Kan sekalian gw belajar gendong bayi." kata Steven yang meminta gilang diberikan padanya
"Gak apa apa.. Kasih aja. Temen aku juga kan." kata Ikbal
"Bu.. Bukannya..." kata Sansan terpotong karena Ikbal sudah memberikan Gilang pada Steven
"Hallo Gilang..." Kata Steven yang menggendong Gilang
Gilang yang sebelumnya hampir menangis karena terbangun langsung tak jadi menangis dipangkuan Steven..
"Wah keren loh.. Di gw aja suka nangis. Di lo enggak. Pantes lo punya anak." kata Ikbal
__ADS_1
Didalam hati Sansan ada rasa ketakutan karena takut Steven mengungkapkan semuanya... Rahasia yang dia tutup rapat rapat takutnya akan terbongkar semudah itu setelah ini...
"San.. San.." kata Ikbal
sedangkan Sansan cemas cemas melamun terbenam dalam pikirannnya sendiri.
"San... sansan.. Kamu kenapa sih?" kata Ikbal lagi lagi menepuk bahu Sansan
"Ehhh.. Aku gak fokus sayang maaf.. Agak ngantuk gitu. Aku bawa Gilang tidur aja kali ya. Sekalian aku tidur.." Kata Sansan mencoba membawa pergi Gilang
Sansan hendak membawa Gilang dari pangkuan Steven..
"Eh.. Gak usah.. Gilang sama gw aja.. gw masih mau main sama Gilabg." kata Steven
Mencegah Sansan membawanya.
"Dih.. Haha.. Ya gpp kalem." Kata Ikbal tertawa
"Gak apa apa Gilang disini aja. Kamu Istirahat. Kalau minta asi nanti aku anterin ke kamar. Ya Gak Bro?" kata Ikbal berbicara pada Istrinya
"Yoii..." Kata Steven yang asik membuat Anak nya tertawa
Sansan yang merasa bingung dan cemas tapi tidak tau harus berbuat apa juga akhirnya kembali kekamarnya...
"Aduhhh gimana nih?" kata Sansan mondar mandir didalam kamar
"Ngapain sih Steven tiba tiba balik ke Indonesia." kata Sansan meremas rambutnya
__ADS_1
"Udah bagus bagus ke singapur. Duh gw harus apa?" kata Sansan
"Lagian kenapa juga dia bisa tau gw nikah sama Ikbal.. Terus kenapa juga sebenernya mereka temenan? Ko gw bisa kecolongan gini." kata Sansan berfikir keras
"Atau.. Luna? Pasti Luna.. Dia pasti yang nyebarin.. Gawat nih.. Giamana dong?" kata Sansan panik seketika
"Gw tanya Luna aja kali ya, tapi nanti gw ketauan dong.. Duh Bingung." kata Sansan terus meremas rambutnya yang bergelombang
Saat dia memikirkan sekecil apapun kemungkinan ternyata Ikbal sudah berada di depan Pintu Kamarnya..
*Tokkk... tokkk.. Tokkk....*
Sansan yang kaget karena ketukan takut orang yang berada diluar mendengarkan apa yang dia bicarakan dengan dirinya sendiri...
dengan panik dia langsung bertanya siapa yang berada diluar..
"Siapa???" kata Sansan
"Ikbal sayang." Kata Ikbal
Sansan membukakan pintu sambil membenarkan tataan ramputnya.
"Kamu kenapa?" kata Ikbal
"Ehh? Enggak.. ini mau buka iket rambut baru mau tidur.. Kamu ketuk pintu." kata Sansan beralasan
"Ohh.. Makan yuk.. Udah disiapin tuh dibawah. Yuk?" kata Ikbal mengajak Sansan turun ke meja makan
__ADS_1
Sansan lega karena dia berfikir bahwa Steven sudah keluar dari rumah Ikbal....