Kaka Ipar

Kaka Ipar
Yang ditunggu, Akhirnyaa....


__ADS_3

Malam yang panjang sudah terlewati, Status Luna pun berubah menjadi tunangan Candra secara resmi. Tak pernah disangka Candra kaka dari orang yang dulu dicintainya. sekarang berubah menjadi Calon Suaminya...


Luna yang akan berubah menjadi kaka ipar dari Ikbal. Bukan lagi sahabat ataupun teman...


pernikah pun mulai di persiapkan, Papa Luna pun yang ada diluar kota sudah pulang ke kota S sejak pertunangan mereka berlangsung...


Rencananya Papa tak akan kembali ke luar kota, akan pindah bekerja dikota S untuk menemani Mama Luna yang akan segera ditinggalkan oleh anak tunggal tersayangnya.


Candra memberikan Uang untuk persiapan akad dan resepsi kepada Mama Luna... Lumayan besar. Dia ingin pernikahan yang meriah karena untuk pernikahan satu kali seumur hidupnya..


Mama Luna dan Papa Luna juga selalu menitipkan Luna kepada Candra agar Luna selalu bahagia bersama Candra... Candra juga mulai membuat rumah untuk Candra dan Luna tinggal...


Hari demi hari sudah dilewati, Persiapan pernikahan pun sudah hampir 99,9% tinggal 2 hari hari lagi pernikahan akan dilaksanakan, Luna setiap malam tidak bisa tidur memikirkan pernikahannya dengan Candra...


Akhirnya malam yang dia nantikan pun tiba juga,


Pagi pagi sekali Luna bangun,, Oh bukan maksudnya tidak bisa tidur matanya mulai membentuk lingkaran hitam.


"Selamat pagi mama papa." Kata Luna menyapa papa dan mama yang sedang siap siap akan sholat subuh


"Selamat pagi sayang.. Nyenyak bobo nya? sholat dulu yuk. Baru berangkat ke gedung." kata Mama


"Gak bisa bobo mama... Iyah ambil wudhu dulu ya." Kata Luna berlalu meninggalkan Papa dan mamanya


"Kamu gak suruh anak kita mandi dulu?" Kata Papa


"Di gedung aja lah... Biar seger." Kata mama sambil tersenyum


Mereka pun sholat subuh, dan pergi menggunakan mobil yang sudah disiapkan Candra.


Tempat Pernikahan...

__ADS_1


Luna sudah mandi, Mba make up juga sudah datang siap untuk meriasnya.. Luna semakin cemas,


"Kenapa? Degdegan ya." kata mba make up yang melihat Luna tampak jelas diraut wajahnya


"Hehe.. Iya.." kata Luna yang sedang diberi fondation oleh Mba make up


"Tenang, Kan Pa Candra nya juga sudah siap.." kata Mba Make up


"iya mba." kata Luna yang mulai tenang


*Kring...kringg..*


Video Call...


"Duh bapanya udah gak sabar aja liatnya.." Kata Mba Make up


"Iya nih.. Saya angkat ya." kata Luna yang mengangkat telepon dan menaruhnya disalah satu rak untuk melihat kewajahnya dan mba make up yang sedang mendandaninya.


"Assalamm'ualakum sayang..." kata Candra


"Aku udah digedung nih.. Lagi mau di make up pin juga. Liat aku gagah kan." Kata Candra yang memamerkan baju pernikahan khas tentaranya


"Hahaha... Iya iya.. Udah sana make up an.. Tapi ko agak langsing ya. Kan kamu ahemmm.. gendut." Kata Luna yang pura pura batuk


"Ihhh gak ya.. Aku Six pack ya.. tar dibuktiin. kalau gak percaya." Kata Candra


"Ih gak tau malu, Ada mbanya ada mama juga sama papa.." kata Luna berteriak


Sedangkan mba mba make up, Mama dan papa hanya terkekeh saja dengan kelakuan Candra.


"Suruh siapa gak percaya." Kata Candra memalingkan muka

__ADS_1


"Udah ah sana... Assalamm'ualaikum." kata Luna kesal dan mematikan teleponnya


"Belum juga akad. Udah Marah ma Candra." kata mama


"Ya abis, Malu maluin. Tar juga baikan..." kata Luna


Disisi lain tempat pernikahan...


Candra sudah datang ke Gedung pernikahan tapi disisi lain. Tak akan bertemu dengan Luna..


Ikbal juga datang, Tapi muka masam nya terlihat jelas.. Sansan juga beberapa kali menghela nafas panjang karena kesal.. Mertuanya terus menyudutkannya yang bangun lambat dan selalu menyerahkan bayi kepada Ikbal..


"Ikbal, Sansan dibaju dulu.. Sansan di Make up.." Kata Mama


"Mba ini make up pin menantu saya ya.." kata Mama memanggil Mba make up yang lain


"Bal. muka mu itu gak usah ditekuk terus kenapa? Kaka kamu itu mau nikah.. Bahagia harusnya." kata Papa yang sudah lelah dengan sikap Ikbal


"Kalau nikahnya sama orang lain Ikbal senang. Kalau sama dia mah males.." kata ikbal


"Kamu tuh ya..." kata Papa geram


"Udah pa, Jangan bikin rusuh. Kasian Candra." kata Mama


Ka Casandra juga sudah datang dengan Perut besarnya... Dia juga hendak di make up oleh mba Make up.. Ka Tama siap sedia menemani Istrinya disamping..


Casandra menyapa kedua adiknya...


"Ikball... Sansan..." kata Ka Casandra


"Wah Calon pengatin gagah..." Kata Ka Casandra sambil memberi hormat

__ADS_1


"Siap komandan." Kata Ka Tama


Casandra mulai menerima Sansan, Begitu pun Ka Tama yang memang cuek dengan urusan orang lain...


__ADS_2