
Luna masih menutup matanya menggunakan kain yang diberikan oleh justin dan Ridwan. Jatung nya bedetak lumayan hebat hingga dapat terdengar ileh telinganya sendiri. Luna merasakan dia duduk dibangku belakang seorang diri. Karena saat meraba raba kursi yang ada disebelahnya tak ada seorang pun duduk disana..
Dia takut akan sesuatu yang buruk, Tapi dia juga yakin bahwa kedua temannya tak akan menyakitinya.. Tangan nya beberapa kali mengepal khawatir sedangkan keringat sudah bercucuran di leher jenjangnya..
"Ridwan, Justin." kata Luna memanggil keduanya dengan nada rendah
Kedua orang itu saling menatap satu sama lain..
"Kenapa Lun?" kata Justin
"Kita dimana? Ko jauh." kata Luna
"Emmm Nanti juga tau." Kata Ridwan yang menyetir mobil
Luna hanya tersenyum tipis menjawabnya...
"Luna mau dengerin musik?" kata Ridwan
"Boleh.." Kata Luna
Justin lalu menyalakan mp3 mobil yang disambungkan dengan hp miliknya..
Beberapa lagu yang butar adalah lagu kesukaan Luna..
Luna bernyanyi menghilangkan rasa gugup dan ke khawatirannya.. Sedangkan Justin dan Ridwan saling menatap sambil menikmati musik dan suara dari Luna.. Justin dan Ridwan sebenarnyabtak tega membiarkan kedua mata Luna tertutup. Tapi mereka juga lebih ingin membuat suprise ini sukses..
Hingga tak terasa mobil pun berhenti diparkiran tempat acara mereka berlangsung...
"Sampe deh." Kata Ridwan
"Boleh dibuka?" Kata Luna memegang ujung tali untuk membukanya
"Eh eh jangan dulu, Kita masih harus jalan." Kata Justin yang tidak sengaja memegang tangan Luna yang hendak membuka ikatan tali tersebut
Mereka berjalan memapah Luna dikanan dan kiri.. Menuju sebuah bukit yang dihiasi berbagai pernak pernik cantik.. Bukit diubah menjadi tempat romantis cocok untuk mengungkapkan isi hati kepada seseorang yang kelak akan menjadi seorang Istri Candra.
__ADS_1
Disana Candra sudah menyambutnya..
Tempat berubah menjadi sunyi... Ridwan dan Justin perlahan mundur kebelakang...
"Luna.. Itung sampai 3 ya.. Udah itu buka.." Kata Ridwan memberi aba aba
"Ok!" Kata Luna menganggukan kepalanya juga
"1..."
"2..."
"3..."
"Boommm..."
kembang api muncul diatas langit, Sangat Indah terlihat... Luna kemudian melihat sekitar.. Banyak orang yang datang duduk diantara kursi kursi yang tersedia disana.. Ada orang tuanya, Orang tua Candra dan teman teman terdekatnya..
Dia kebingungan apa yang akan terjadi, Lebih bingung lagi dia masih memakai baju seragam sedangkan yang lain nya memakai pakaian formal dan rapih... Hingga matanya tepat melihat seseorang yang dia sayang selama ini dihadapan nya.. sejajar dengan dia yang berdiri tegakk...
"Candra." Kata Luna tersenyum melihat laki laki yang sudah memenuhi hatinya memakai pakaian formal.. Memaki jas.. berwarna hitam, Celana bahan. Bahkan rambutnya tertata dengan rapih.. juga sepatu formal yang mengkilat..
"Hai Luna." kata Candra menyapa Luna menggunakan mikrofon
Luna yang mendengar langsung ternganga..
"Candra ngapain." kata Luna didalam hatinya
"Sini dekat dengan Candra." kata Candra
Luna melangkah selangkah demi selangkah... tangannya memutar mutar tali bertanya tanya apa yang akan dilakukan Candra.
"Lah ngapain sih. Liat aku pake baju apa?" Kata Luna berbisik
"Gak apa apa.. Nanti ganti baju." kata Candra
__ADS_1
"Luna..." Kata Candra
"Apaa?" kata Luna datar memainkan talinya
"Serius dong yang malu liat.. Aku udah degdegan ini." kata Candra mengambil tali dan membuangnya
sedangkan tamu yang hadir tertawa karena tingkah Luna yang biasa biasa saja..
"Eh.. Ok." Kata Luna
"Lunaa..." kata Candra
"Iya kaka Candra." kata Luna bersaha serius
"Hahahaha.." kata Candra tertawa merasa tak cocok jika Luna serius
"Dih ketawa.." kata Luna
"Ok. Ok.." kata Candra
"Luna... Dengan segala kerendahan hati.. Disini, Dihadapan Orang tua kamu dan aku.. Dan teman teman serta kerabat kita.. Saya Candra kesatria Putra DwiFajar ingin melamar kamu menjadi bagian dari hidup saya selamanya.. Saya ingin kamu menjadi Istri saya.. Jadi, Luna Kalista Pratama mau kah anda menikah dengan saya?" Kata Candra memegang tangan Luna, Jongkok dihadapannya..
"Hahahha... Demi apa.. Gak Lucu. Ngapain sih sayang?" kata Luna tertawa
Candra hanya menatapnya serius...
"Beneran? Ya Tuhan terharu.." Kata Luna yang sekarang malah meneteskan air matanya
"Ya... Aku mau sayang." Kata Luna yang memapah Candra berdiri.. dia terharu melihat Candra yang ternyata melamarnya hari ini
Candra memasangkan Cincin dijari manis sebelah kiri milik Luna begitu pun dengan Luna yang memasangkan Cincin dijari Candra..
Semua tamu undangan Bertepuk tangan tertawa bahagia.. Orang tua mereka pun berjalan menuju Mereka berdua untuk memberikan restu...
Setelah itu, Mereka makan makan.. Luna berganti pakaian yang disiapkan Luna.. dan Acara berjalan dengan formal.. Kedua orang tua dan kerabat yang membicarakan tentang pernikah mereka..
__ADS_1
Sumber; https://images.app.goo.gl/fSyewpVPm3mT5zRs8