
Didalam mobil Luna hanya terdiam, Candra sesekali melihat ke arah Luna dengan cemas. Tak keluar sepatah kata pun padahal dulu saat sesekali pulang kerumah bertemu dengan Luna. Luna akan banyak berkata dan ceria.
Candra melihat Luna sesekali mengusap pipinya. Dia tau kalau Luna sedang menangis. Tapi tidak ingin kelihatan oleh Candra.
"Luna, Kaka ajak jalan jalan ya? Ke Taman mau gak?" Kata Candra
Luna hanya mengangguk.
Luna berfikir tak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini, mama akan khawatir dan mengintrogasi Candra.
Sampai di Taman dekat dengan rumah Luna.
Tampaknya sedap malam sedang mekar malam ini, wangi sekali. Ada juga beberapa bunga yang sedang mekar. Terlihat cantik walau disinari lampu yang redup...
Mereka duduk dibangku taman.. Candra mendengar sesekali Luna menghela nafas panjang..
"Hufftttt..."
"Makasih ya ka, udah nganterin aku pulang.. Udah ngajak aku ke taman juga." Kata Luna
"Hmm.. Gak apa apa.. Dulu kamu juga support kaka waktu kaka gak keterima jadi tentara. Akhirnya tahun depannya Alhamdulillah kaka keterima kan." Kata Candra
"Itu kan karena usaha kaka." Kata Luna
__ADS_1
"Itu juga berkat kamu selalu bikin kaka semangat." Kata Candra
"Kaka beli minum dulu ya, kamu pasti haus." Kata Candra
"Makasih ka." Kata Luna
Luna hanya termenung menatap langit, walau sesekali melihat indahnya bunga yang mekar.
Per meter diantara kursi taman ada lampu menerangi malam ini.. Sunyi, menenangkan. Tak disangka hari ini Ka Candra pulang dari dinasnya di kota K. Ka Candra menjadi tau kesedihannya.. bukannya istirahat setelah sampai, Tapi malah menemaniku...
15 menit kemudian...
Candra membawa coklat hangat agar Luna menjadi lebih tenang.. Candra selama ini menyukai Luna... Karena Luna orang yang baik dan selalu men support nya saat Candra dalam keadaan terpurukk.. Bahkan keluarga tak bisa menenangkannya. Tapi Luna Bisa...
"Coklat Hangat untuk Luna.." Kata Candra menyodorkan minuman sambil terduduk
"Terima kasih Ka Candra.." Kata Luna
"Hmmm pas.. gak panas... dan gak enek.." Kata Luna
"Gitu dong.. Senyumm.. Kan Makin cantik.." Kata Candra keceplosan
"Eh maksudnya jadi cantik gitu hehe.." Kata Candra menggaruk kepalanya..
__ADS_1
"Haha Ka Candra lucu." Kata Luna
"Lunaa.." Kata Candra
Luna sedang asik meleguk coklat hangatnya..
"Hmm kenapa ka.." Kata Luna
"Kaka tau, kamu sekarang lagi sedih sama kenyataan bahwa Ikbal ternyata menghamili Sansan.. Tapi kamu jangan larut sama kesedihan. Masih banyak orang yang sayang sama kamu.. Orang tua kamu, Temen temen kamu, Orang tua kaka, Ka Casandra termasuk kaka.." Kata Candra, muka nya memerah karena malu
"Oho.. oho.. Heh tadi apa? Ohhh iya iya makasih ya ka." Kata Luna mencerna kata kata Candra
"Emm.. itu apa! Kamu udah baikan? ini kaka bawa facial foam merk yang kamu pake tadi sekalian. Kamu cuci muka ya.. gak mungkin dong kamu pulang begitu. Nanti kaka diintrogasi sama ortu kamu." Kata Candra
"emmm makasihh, padahal aku bawa hehe.. yaudah aku ke toilet dulu.." Kata Luna
"Kaka tunggu disini." Kata Candra
Luna pergi kekamar mandi umum ditaman. Berpikir apa yang tadi Ka Candra katakan membuatnya Ambigu..
"Dia menyayangi siapa katanya? Aku." Kata Luna tersenyum
"Eh apaan sih. Dia kan kakanya Ikbal. Aku juga sukanya sama Ikbal. Bukan ka Candra... Mungkin menyayangi sebagai adik. Bisa jadi kan." Kata Luna tersenyum mengkikik
__ADS_1
"Tapi...." Kata Luna
"Ahhhh udah udah cuci muka, kembali ke Ka Candra kasian kelamaan.." Kata Candra sambil menepuk pipinya agar fokus