
Setelah Candra mendengarkan kabar dari Ridwam, dia segera meminta izin untuk pergi menjenguk Luna yang sedang sakit dipinggiran kota tempat tinggal Nenek.
Candra datang dengan terburu buru...
"Luna.. Luna mana luna wan." Kata Candra yang berjalan cepat hendak menubruk semua yang menghalangi
"Dikamar, Sama tante." Kata Ridwan menyingkir dari depan Candra karena takut ditabrak oleh Candra yang terburu buru..
"Mama," Kata Candra yang menyalami Mama Luna
Mama yang mengerti langsung berdiri dam mempersilahkan Candra yang duduk dikursi untuk menjaga Luna.
"Luna.." Kata Candra memegang tangan Luna yang sedang terlelap
Candra menangis pilu, ada rasa sakit yang tak bisa diungkapkan. Kekasihnya pasti sangat ketakutan saat kejadian itu terjadi. Menyesal sekali Candra tak bisa menjaga nya sepanjang waktu karena sudah masuk untuk bekerja. Air matanya tak berhenti mengalir, Dia mencium tangan Luna dengan lembut berulang kali.. memeluk tangan seolah menyesali apa yang tidak bisa diperbuat...
Ridwan yang melihat Candra menangis tak terbendung mengusap punggung Candra, berharap Candra menjadi lebih tenang.
Santi membawakan minum untuk Candra,
"Minum dulu biar gak kalut. Kasian Luna kalau liat kamu kaya gini." kata santi
"Yah.. Makasihh..." Kata Candra mengusap air mata ya g membasahi pipinya
"Bro.. Gw anterin Santi dulu ya, kasian takutnya kemaleman." kata Ridwan pamit kepada Candra
"Ok, gw yang jaga Luna.. Makasih ya.." kata Candra
"Ya.. Nanti gw balik lagi." kata Ridwan
__ADS_1
Candra hanya menganggukan kepalanya.. Dan semakin erat memegang tangan kekasihnya.
Mama Luna juga menitipkan anaknya, Karena akan membuat makanan untuk Luna, Candra dan yang lainnya..
Candra ingin sekali mengulang waktu, Menyesal tak bisa besama dengan kekasihnya. Saat Dia membutuhkannya.
"Sayang..." kata Luna yang perlahan membuka kedua matanya
"Iya.. Ini aku." kata Candra menyembunyikan air matanya dengan memeluk erat tangan Luna
"Kamu ko disini? Gak latihan lagi?" kata Luna
"Udah... Udah beres ko." kata Candra tersenyum
"Bukannyaaa..." kata Luna berfikir
"Udah sayang.. Percaya deh sama aku." kata Candra menegaskan
Luna memeluknya semakin erat... Candra merasakan Punggungnya sekarang basah. Candra tau bahwa Luna sedan menangis dipelukannya..
"Sayangg nangis nya jangan ngeluarin ingus ya." kata candra menghibur Luna
"Ih kamu. Seriusan tau." kata Luna yang
"Sayang.. Jangan khawatir ya. Apapun yang terjadi. Aku bakal terus barengan sama kamu. Selamanya.. Gak akan ninggalin kamu. Gak akan buat kamu sedih lagi." kata Candra menghapus air mata Luna
"Tapi... Tapiii Tapiii aku beneran takut. Aku gak mau kejadian kaya gitu lagi.. Gak gak gak bisa.. Pergi pergi .. Jangan jangan jangan deket deket aku lagi.. Pergiiiii " kata Luna yang mulai kembali cemas
"Sayang... sayang...." kata Candra memanggil Luna dan bergerak lebih dekat
__ADS_1
"Gak ... Gak pergiiiiiii..." Kata Luna menutup kuping memendamkan kepalanya pada bantal yang sekarang ada dikakinya.
Mama Luna yang mendengarkan Jeritan Luna langsung pergi menghampiri Ke kamar. Dia melihat anaknya sedang tepuruk.. Mama juga melihat Candra yang berusaha menenangkannya... Tapi mungkin Luna masih trauma dengan kejadian siang hari...
"Udah Candra gpp.. Gpp... Biar mama yang tenangin ya. Candra nunggu diluar aja. Gpp." kata Mama yang mulai mendekati Luna untuk memeluk
"Iya ma." kata candra yang berjalan keluar sambil menggit jarinya
Mama kembali memeluk Luna yang sekarang meringkuk dipelukannya..
"Sayang, Tadi mau Candra kan. Tadi Candra udah ada. Ko kamu suruh pergi?" kata Mama mencoba berbicara dengan Anaknya.
"Ma... aku takut maaa.." kata Luna menangis lagi
"Jangan takut, ada mama, candra, ridwan, Santi, Nenek dan orang orang yang sama kamu disini." kata Mama menenangkan
"Tapi ma. aku, aku udah... aaaahhhh." kata Luna histeris
"Ya ya.. Udah udah.. Tenang ya tenang." kata Mama
Candra yang berdiri diluar merasakan kegelisahan yang luar biasa. Dia mencari cara agar Luna segera pulih dari traumanya.. Dia ingat ada temannya yang juga seorang dokter Psikiater.. Dia mencari nomber nya dengan tergesa gesa.. akhirnya dia mendapatkan nombernya..
"Hallo! Hallo! Glasia?" kata Candra panik
"Hallo ya ya.. Siapa?" kata Glasia
"Candra, Lu dimana? Gw butuh bantuan lu nih." kata Candra
"Ok santai... Dirumah. kenapa? Ok gw bantu Kasih alamatnya." kata Glasia
__ADS_1
"Ok thankyou." kata Candra menurup teleponya.
Candra mengirimkan alamat rumah nenek. Berharap esok Glasia akan segera datang...