
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, Semua tamu undangan sudah hadir memenuhi gedung tempat Candra dan Luna melangsungkan pernikahan.
Candra sudah duduk di kursi meja akad untuk mengucapkan ijab qobul dihadapan pak penghulu, Papa Luna, dan Saksi serta seluruh orang yang memenuhi gedung.
Candra tiba tiba saja merasa tegang, ingin rasanya mengundurkan waktu pernikahan. tapi hati nya juga merasakan bahagia luar biasa.
Kaki menginjak lantai bergoyang giyang mencoba menenangkan nya yang mungkin hampir pucat...
"Bagaimana? Sudah siap?" kata Pa Penghulu
"Heh?? Duh degdegan saya pa." kata Candra langsung disambut dengan tertawaan orang orang disana
"Rilekss... Tarik nafas panjang. keluarkan.." kata Pa Penghulu
Candra mengikuti instruksi dari pa penghulu.
"Sudah?" kata Pa Penghulu
"Ya, Siapp..." Kata Candra yang langsung mengulurkan tangan hendak bersalaman
Papa Luna dan Pa Penghuu saling pandang, Sedangkan orang orang kembali tertawa. .
"Candra, Luna nya belum dateng..." kata Mama yang duduk dibelakangnya
"Eh... Maap." kata Candra menundukan kepala
Mc pun membawakan acara satu demi satu sesuai dengan urutan.. Sampai tiba saatnya Luna datang bersama Mama Luna, Santi dan Ridwan yang ada di belakangnya...
Candra berdiri dan menatap perempuan yang sedang berjalan ke arahnya.. Dengan baju berwarna putih senada dengan baju seragam yang dia gunakan sebagai aparat negara... Luna terlihat cantik.. Rambut panjang nya disanggul begitu indah.. Senyum yang dilancarkan sangat bercaya.. Candra semakin menyukainya..
__ADS_1
"Silahkan duduk." Kata Pa Penghulu
"Bagaimana sudah siap keduanya?" kata Pa Penghulu
Mereka mengangguk bersamaan.. Candra semakin bersemangat, Kecemasan yang dia dapat tadi mendadak menghilang begitu saja..
sedangkan Luna hanya menunduk menahan haru yang dia dapatkan hari ini. Hari dimana dia menikah dengan orang yang sangat mencintai dan dicintainya..
"Ok.. Nak Candra ulurkan tangan.. Bapa Silahkan berjaba tangan.. Setelah itu Nikahkan lah anak bapa kepada Nak Candra.. Untuk Nak Candra pasti sudah tau kan." kata Pa Penghulu
Candra hanya menundukan kepalanya...
"Silahkan pa." kata Pa Penghulu
Papa Luna menarik nafas panjangnya.. mencoba menenangkan diri agar semuanya lancar..
"hmmmm.. Bismillahirohmanirohim.. "Saya nikahkan engkau Candra Kesatria putra dwifajar bin Lukman Fajar dengan putri saya Luna Kalista Pratama binti August Axel Pratama dengan mas kawin berupa Emas 5gram uang sejumlah 20 juta 200 ribu rupiah dan Alat sholat beserta al qur'an dibayar tunai." Kata Papa Luna
"Bagaimana saksi???" kata Pa penghulu
"Saaahhh..." Kata Para Saksi
"Yesss... Sah yang." kata Candra berdiri dan melihat istrinya
Semua orang kembali tertawa..
Mereka pun melanjutkan acara pembacaan doa dan sarapan pagi sebelum acara Resepsi dimulai...
Karena saat Akad nikah ini hanya keluarga besar dan beberapa teman saja yang datang.. Sedangkan nanti saat resepsi baru semua orang akan hadir termasuk angkatan militer para sahabat dari Candra...
__ADS_1
Resepsi dimulai...
Setelah jam menunjukan pukul 11.25 Resepsi untuk pernikahan Candra pun akan segera dimulai, Luna sudah mengganti pakaian nya walaupun masih berwarna putih.. tapi itu akan tampak serasi dengan Candra yang akan ada disampingkan..
Akan ada upacara Pedang Pora disana, Sudah ada Teman-teman dan Adik Angkatan dari Candra yang hadir..
Mereka bersiap untuk melaksanakan Upacara pedang Pora...
Candra dan Luna sudah bersiap dipintu masuk menuju gedung resepsi.. Sedangkan seorang Komandan yang memimpin sudah mempersiapkan barisan untuk menyambut kedua mempelai..
Setelah Mc memberikan aba aba upacara pun dimulai dengan hikmat..
Komandan regu melaporkan kepada pasangan pengantin bahwa Pasukan Pedang Pora telah siap untuk memulai prosesi. Kemudian pasukan Pedang Pora disiapkan untuk menghunuskan pedangnya ke atas untuk mengiringi jalannya kedua mempelai memasuki area resepsi. Prosesi tersebut berjalan diiringi oleh suara tambur yang mengiringi pasangan pengantin. Setelah melewati gerbang pora, pasukan Pedang Pora mngiringi dengan berjalan tegap di belakang mempelai.
Prosesi berlanjut dengan pasukan membuat lingkaran yang mengelilingi mempelai dengan menghunuskan pedang ke atas membentuk formasi payung yang dinamakan dengan Payung Pora. Selanjutnya, kedua mempelai akan menerima pemasangan cincin dan bagi mempelai wanita, akan mendapatkan pakaian seragam Persit yang menjadi simbol bahwa dirinya siap menjadi seorang istri prajurit.
setelah prosesi selesai, Mereka pun berfoto bersama... Resepsi pun berjalan kembali menyambut para undangan dan teman teman yang datang.. mereka tampak sangat bahagia...
------------------------------------------------------------
Assalamm'ualaikum semuanya.. Maaf banget karena aku terlambat up akhir akhir ini.. sedikit aja nih... sebenernya aku lupa banget kalau Candra adalah anggota tentara.. tadinya aku mau lakuin prosesi pernikahan kaya sebagian orang pada umumnya.. Untungnya aku ngeh dan langsung observasi ke beberapa sumber..
Jadi maaf banget seandainya saya tidak sengaja menyinggung orang orang yang ikut terlibat didalamnya.. Maaf jika ada kesalahan yang perbuat dalam proses Penulisan kata yang dapat menyinggung beberapa orang. Karena mungkin beberapa kata atau urutan yang salah dalam penulisan novel yang saya buat.. Jika ada kesalahan tolong chat saya.. dan saya akan memperbaiknya...
Dan terima kasih untuk kalian yang setia membaca novel saya..
Wassalamm'ualaikumm..
Ini Ilustrasi dari Upacara Pedang Pora.. seandainya kalian mau lebih tau boleh serching langsung ya.. Maaf karena saya tidak begitu tau. Tapi saya menyukai upacara tersebut..
__ADS_1
Sumber ; https://www.google.com/amp/s/idewedding.com/mengenal-upacara-pernikahan-pedang-pora/amp/