
Luna telah sembuh dari sakitnya, Dia sudah memulai aktifitaznya kembali. Tapi karena kejadian yang pernah dia alami saat bekerja diswalayan Luna memilih untuk keluar dan bekerja disalah satu caffe milik teman dari Candra.
Candra sengaja menitipkan Luna agar dapat dipantau oleh Teman dan Candra sendiri. Candra sebenarnya sudah melarang Luna untuk bekerja, Tapi Luna tidak mau. Alasan Luna karena dia tidak mau merepotkan Mama, Papa dan Candra seterusnya. Sebelum Dia menikah dengan Candra lebih baik katanya mencari uang sendiri, Tidak ketergantungan terhadap orang lain. Mencari uang sendiri pun bisa membuatnya merasa puas dan bebas membeli apapun yang dia inginkan.
Setelah masuk kerja beberapa minggu Luna sudah pandai bergaul disana. Kerja yang detail dan Apik pun disukai oleh para atasan...
"Luna..." kata Ferdy (Teman Candra dan Manager Caffe)
"Iya Pak." kata Luna
"Bisa ikut saya sebentar?" Kata Ferdy
"Baik pa." Kata Luna yang berjalan mengikuti Ferdy dari belakang
Mereka masuk ke Kantor Ferdy.
"Luna, Kerja kamu baik semenjak masuk ke Caffe.. Saya tetapkan kamu sebagai pegawai tetap disini. Kamu juga sebaiknya menjadi kasir saja. Kamu cukup berpengalaman ketika bekerja di swalayan kan." kata Ferdy
"Tapi, Pak." kata Luna ingin menyanggah
"Saya tekan kan ini bukan karena kamu adalah pacar dari teman saya. Saya melihat dengan mata kepala saya kalau kamu bekerja dengan sungguh sungguh... Mulai besok kamu pindah kebagian kasir." kata Ferdy
__ADS_1
"Baik pa." Kata Luna mengangguk
"Silahkan kamu boleh keluar." Kata Ferdy mempersilahkan
Luna kembali bekerja menjadi pelayan. Ini hari terakhirnya menjabat besok dia berubah menjadi seorang kasir, Sama seperti ketika di swalayan setelah menjadi spg.
------------------------------------------------------------Besok...
Candra hari berencana untuk mengungkapkan isi hati nya kepada Luna dan hendak melamarnya.
Sudah 1 minggu dia mempersiapkan semuanya dengan baik, Diabntu Ferdy, Ridwan, Justin dan yang lainya.. Haha mereka berubah menjadi teman Candra dibandingkan menjadi teman Ikbal...
Ferdy bertugas membuat Luna sibuk sehingga Candra memiliki alasan untuk tidak menghubungi Luna untuk beberapa hari kebelang dan hari ini.
Candra sudah menghubungi mertua nya untuk datang dan memberikan restu kepada Candra sepenuhnya. Orang tuanya juga berencana untuk datang.. Candra benar benar mempersiapkan semuanya dengan baik.. Dia sangat senang. Dia juga sangat bergetar..
Akhirnya Balon yang dia pesan datang, Semua sudah tampak sempurna.. Dia sangat menantikan malam hari ketika Luna akan datang dan dia akan melamarnya.
...Malam telah datang......
Malam sudah tiba, Candra bergegas untuk bersiap siap sedangkan Justin dan Ridwan akan memulai aktingnya menjemput Luna di trmpat kerja..
__ADS_1
Justin dan Ridwan menunggu Luna diparkiran,
"Mana sih Luna. Pegel." kata Justin
"Sabar.." kata Ridwan
Justin melihat Luna yang berjalan menunggu angkutan umum yang biasa dia gunakan untuk berangkat ataupun pulang kerja..
"Ehhh... Itu Itu panggill.." kata Justin menepuk bahu Ridwan
"Lunaaaa..." Kata Ridwan berteriak sehingga orang oramg mungkin memperhatikan suara yang datang dengan kerasnya.
"Hah.. itu kan Ridwan and Justin. Samperin deh." kata Luna berjalan kembali menuju parkiran Caffe
"Waittt... Ko kalian saling kenal sih?" kata Luna
"Eh???" kata mereka berbarengan dan saling menatap
"Ehh.. oh itu kan pernah dikenalin sama Ikbal. Lagian kita kesini ngejemput kamu. Disuruh Candra." Kata Ridwan
"Candra? Oh pantesan dia gak wa atau nelpon. Yaudah deh hayuk.. Kemana nih kita?" Kata Luna
__ADS_1
"Tapi, Tutup mata ya." Kata Justin yang langsung menutup kedua mata Luna menggunakan kain
Luna merasa ada yang tidak beres dengan kedua temannya ini, Tapi dia yakin bahwa apapun yang akan mereka lakukan itu tidak akan membuatnya menderita...