Kaka Ipar

Kaka Ipar
Ikbal setega itu :)


__ADS_3

Aku dan 3 teman ku menyusun rencana. Bukan apa apa Ikbal sepertinya memang menghindar dari Luna,teman temannya, dan juga Keluarganya..


"Nanti gw panggil Sansan. Dia kenal gw disini. Kosan ini tempat sansan tinggal." Kata Yoga


"Makasih Ya Ga, udah mau bantuin." Kata Luna


"Sama sama." Kata Yoga


"Aku keluar dulu ya... Kalian nyusul." Kata Yoga


Yoga keluar dari kamarnya,, Menuju lantai 2 menggunakan tangga...


Sedangkan Luna, Kemal dan Ridwan bersembunyi di tangga agar tidak ketauan...


*Tokk..Tokk..Tokk..*


"Siapa? Seseorang berteriak dari dalam. Terdengar seperti seorang laki laki." Kata Ikbal


"Gw Yoga San." Kata Yoga


Seseorang membukaan pintu...


Terlihat seorang perempuan memakai daster dengan rok pendek diatas lutut..


"Eh lo Yoga, kenapa ada apa?" Kata Sansan


"Lo sama siapa didalem?" Kata Yoga


"Bukan urusan lo." Kata Ikbal yang berjalan keluar karena tidak mau perempuannya berbicara dengan laki laki lain.


"Lo Ikbal kan?" Kata Yoga tanpa basa basi


"Iya kenapa?" Kata Ikbal setengah berteriak


"Wesss,, santai bro... Ada orang yang mau ketemu lo." Kata Yoga


Yoga langsung menunjuk ke arah tangga tempat Luna, Kemal dan Ridwan bersembunyi..


"Hai Ikbal.." Kata Luna Tersenyum manis


"Ngapain Lo kesini." Kata Ikbal


"Eh ngomongnya biasa aja dong." Kata Yoga


"Gak apa apa.. Santai Yoga." Kata Luna


"Ngapain sih Lun kesini." Kata Ikbal


"Nyari Ikbal.. Mama Papa Ka Candra Ka Casandra nyariin Ikbal." Kata Luna

__ADS_1


"Nyariin? Basi.." Kata Ikbal


"Pulang yuk?" Kata Luna


"Pulang??? Dihhh males." Kata Ikbal


"Mereka khawatir loh. Tiap hari nyari kamu. Dihubungin gak aktif." Kata Luna


"Bisa gak sih Lun, gak usah egois jadi orang? Gara gara Lo! Gw gak direstuin sama mama papa buat nikah sama Sansan!" Kata Ikbal menujuk ke arah Luna


Luna yang menahan amarahnya, tidak bisa menahannya lagi..


"Luna Egois? Ikbal yang Egois." Kata Luna


"Ikbal yang gak pernah nyadar sama perasaan Luna, Ikbal yang gak pernah sedikitpun buka hati Ikbal buat Luna. 5 tahun Luna nemenin Ikbal.. 5 tahun juga Luna yang selalu ada buat Ikbal pagi siang sore malem. 24 jam Bal, 24 jam Luna selalu ada buat Ikbal.. Tapi Ikbal gak pernah bisa liat itu, Ikbal lebih milih cewe ini (menujuk Sansan) yang mungkin udah banyak yang tidur sama dia. dari pada Luna yang selalu ada buat Ikbal. Ikbal yang Egois." Kata Luna


*Plakkkk*


**1 tamparan mendarat dipipi sebelah kanan Luna..


"Ikballlll" Kata Kemal dan Ridwan**


Luna tak bisa menahan air matanya.. Ikbal tega sekali kepadanya. Luna yang selalu ada buat Ikbal ternyata tidak sebanding demgan wanita yang sekarang ada disamping Ikbal.. Kenyataan pahit, walau Luna sudah berusaha melupakan Ikbal..


"Ikbal tampar Luna.." Kata Luna menangis memegang pipinya


"Iya, kenapa?" Kata Ikbal emosianal


"Terus kenapa? Kalau gw tega sama lo itu kenapa? Lo ngomong sembarang tentang cewe gw. Wajar gw tampar.. Yang gak tau malu itu lo.. Kesini bawa 3 cowo kesini. Siapa? Siapa yang jalang itu siapa jawab!" Kata Ikbal menujuk satu persatu temannya


"Keterlaluan Lo Bal." Kata Ridwan geram ingin memukul Ikbal dan tertahan


"Apa? Berani Lo pukul gw, Pukul Wan Pukullll nihhhhh..." Kata Ikbal mengelus pipi nya sendiri


"Ikbal bener, Luna yang gak tau malu.. Luna yang bawa 3 temen buat nyari Ikbal.. Luna juga yang gak tau malu sayang sama Ikbal.. Luna yang gak tau malu 5 tahun nemenin Ikbal dari Zaman SMA.. Sekarang Luna tau, Ikbal udah gak waras dan milih cewe yang bahkan mungkin bukan hamil anak Ikballllll.." Kata Luna berteriakkk


****Plaaaakkkkkkk.....*


Satu tamparan lagi mendarat dipipinya, Sekarang disebelah kiri***...


"Ikballl... Bangsattt lo ya!" Kata Kemal


*Bruggggg... Brugggggh*


**Ridwan memukul perut Ikbal 2 kali...


Ikbal langsung membukukan badan menahan sakit**,


"Kedua pukulan ini, Pelajaran buat Lo karena jadi cowo bangsat yang beraninya nampar orang yang udah selalu ada buat Lo. Gw Kemal Yoga dan temen lainnya gak mau lagi berurusan sama Lo.. Pengecutttttt." Kata Ridwan yang sekarang ditaham oleh Yoga dan Kemal

__ADS_1


"Udah wan, udahh..." Kata Yoga


"Lun kita pulanggg..." Kata Kemal


Kemal membopong luna berbalik badann.. Sedangkan Yoga menahan Ridwan yang sekarang Terus melihat ke arah Ikbal dan menunjuk nunjuknya...


"Urusan kita belum selesai Ikbal!!!!" Kata Ridwan Berteriak


Ikbal hanya terdiam, masuk ke dalam Kamar dibopong oleh Sansan kekasihnya...


Luna, Kemal, Ridwan dan Yoga berjalan ke arah kamar Ridwan yang lebih dekat dari tangga..


"Sakittt?" Kata Ridwan memegang pipi Luna


Ridwan Menyayangi Luna seperti Adiknya.. Hatinya sakit, Karena Luna yang 2 kali ditampar oleh Ikbal.. Luna sangat baikk.. Selalu mensupport orang orang disekelilingnya tidak heran banyak orang yang menyayanginya.. Bahkan dia dulu ingin Luna menjadi pacarmya, tapi dia sadar bahwa Luna sangat menyukai Ikballl...


"Aw.. Sakittt.." Kata Luna merintih menepis tangan Ridwan


"Sorry.. Mana es batunya. Kasian Adik gw.." Kata Ridwan


"Nih nihhh..." Kata Yoga menyodorkan wadah berisi sapu tangan dan Es Batu


Ridwan mulai mengompres pipi Luna..


Luna terlihat lesu, Tidak ada semangat nya saat ini.. Ridwan merasa perih dihatinya..


"Harusnya tadi biarin aja gw tonjok tuh orang lagi.." Kata Ridwan


"Ahhh.. awww.. Sakit Ridwan pelan pelan." Kata Luna


"Ya ya maaf.." Kata Ridwan


"Gw heran sama si Ikbal, ko percaya gitu si sansan hamil anaknya.." Kata Kemal yang termenung menaruh kedua tanganya didepan perutnya yang gendut


"Lah Cinta,, Dasarnya buta... " Kata Yoga


"Udah ah sini sendiri aja.." Kata Luna merebut kain yang berisi es batu.


"Luna gak mau Ridwan obatin aja." Kata Ridwan


"Gak mau, Sakittt.." Kata Luna


Ridwan tersenyum jail kepada Luna...


"Ridwan teleponin Ka Candra, Bilang Ikbal disini.. Suruh jemput.. Tapi anterin Luna Pulang ya.. Luna malu kalau ketemu Ka Candra." Kata Luna


"Okayy bosss.." Kata Ridwan


"Makasih ya Kemal udah mau nemenin Aku cari Ikbal, Nanti aku hubungin Justin deh.. Makasih juga Yoga.. Padahal baru kenal.." Kata Luna tersenyumm

__ADS_1


"Iya sama sama." Kata Kemal dan Yoga


__ADS_2