
Setelah pernikahan antara Candra dan Luna semua berjalan dengan sempurna.. Candra juga mulai kembali bekerja sebagai Tentara Negara... Luna tinggal dirumah Keluarga Candra untuk sementara sebelum rumah mereka selesai...
Sansan yang sehari hari tinggal dirumah Ikbal cukup terganggu dengan kehadiran Luna. Mama Tira lebih perhatian kepada Luna.. Sedangkan Sansan hanya dianggap sebagai angin lalu.. Dia menantunya ya sudah... begitu kira kira.
Sansan sedang duduk dibalkon kamarnya, Bayinya sedang tidur dia ber istirahat sejenak...
*kringg...kringg...*
Seseorang menelepon Sansan...
"Hallo? Siapa ini?" Kata Sansan
"Ini aku, Apa kabar?" Kata Seseorang disebrang sana
Sansan langsung teringat Dia yang pernah hadir dihidupnya, Steven...
"Steven?" Kata Sansan
"Buat apa kamu hubungin aku?" Kata Sansan
"Ya, emang kenapa? Salah?" Kata Steven
"Jelass... Jelas salah..." kata Sansan meninggikan suaranya
Dia ingat jelas Steven yang pergi dari hidupnya.. Saat Dia meminta pertanggungjawaban Steven pergi entah kemana...
__ADS_1
"Salah nya dimana sayang?" Kata Steven yang menggoda Sansan
"Steven, Saya sudah bersuami..." kata Sansan yang geram karena Steven
"Lalu? Anak itu tetap..." kata Steven yang dipotong
"Ini anak Ikbal!!!" Kata Sansan mematikan teleponnya dan pergi menggendong anaknnya sambil menangis
Sungguh setelah sekian lama.. Saat dia sedang bahagia bersama Ikbal dan Gilang..
Hatinya tak pernah bisa memungkiri bahwa Gilang bukan lah anak Ikbal tapi dia tak pernah ingin mengungkitnya nya.. Luka yang dia tutup rapat rapat tak harus ada yang tau.. Bahkan Ikbal saja tidak seharusnya tau.. Dia sudah menutupi aib dirinya mana bisa Steven tiba tiba datang dan menghancurkan semuanya...
Sansan terus memeluk Gilang dan menciumi anak yang sedang tertidur itu... Tangannya sesekali menghapus air mata yang turun dari kedua kelopak matanya.
"Sansan..." kata Seseorang memanggil Sansan dari balik pintu
Sansan menghapus air mata dan berjalan untuk membukaan pintu...
*krekkk...*
Luna ada didepan pintu..
"Ngapain lo kesini?" kata Sansan
"Heh? Kamu nangis? Kenapa?" kata Luna khawatir
__ADS_1
"Alah udah deh... kenapa buruan.. lagi nidurin gilang nih." kata Sansan
"Ehhh.. Itu makan dulu kata mama." kata Luna biasa saja
"Yaudah nanti gw kebawah." kata Sansan yang langsung menutup pintunya
Sansan yang masih terus melamun terbawa sampai kemeja makan..
"Sansan.." kata Casandra yang juga berkunjung
Sansan terus melamun dimeja makan.. Panggilan tak ada yang dia dengarkan..
"Sansan.." kata Luna malah mengagetkan Sansan
"Apa???" Kata Sansan sedikit meninggikan nada biacaranya
"Apa sih kamu? Luna tuh biasa aja.. Kamu dari tadi gak nyaut nyaut dipanggilin.. Makanan juga di mainin doang." kata Mama yang kesal karena Sansan yang tak sopan kepada Luna
"Maaf ma.. Aku..." kata Sansan
"Gpp ma.. Gpp.." kata Luna
"Lanjut makan aja." kata Luna yang berusaha mengubah suasana
Didalam hati Sansan Dia sudah biasa dengan sikap dari Mertuanya yang memang tak sebaik kepada Luna. Tapi Mama mertuanya juga sedikit baik kepadanya.. Dia hanya memikirkan bagaimana kehidupannya setelah ini Steven yang sudah dianggap pergi dari hidupnya tiba tiba datang kembali dan menganggap Gilang sebagai anaknya... Apa yang harus dia perbuat. Seandainya keluarga fajar tau kenyataan sebenarnya. Apa lagi dia sudah mempengaruhi Ikbal cukup lama, Seandainya Ikbal tau mungkin Ikbal akan kecewa kepada Luna.. Berarti Ikbal akan kembali mengejar Luna, Walaupun Luna sudah bersama dengan Candra...
__ADS_1