
Setelah kejadian malam itu, Ikbal semakin tidak pernah menghubungi Luna atau keluarganya.. Bahkan sesekali orang tua Ikbal akan menghubungi nya untuk menanyakan "Apa Ikbal menghubungi nya atau tidak."
Selama beberapa saat Luna kembali mengambil lembur di tempat dia bekerja.. Tapi sesekali juga Ka Candra datang menjempunya.. Ntah lah Ka Candra masih dikota S, padahal seharusnya sudah kembali ke kota K untuk bertugas.
*Kringg...Kringg.. Kringg*
"Hallo! Ka Candra..." Kata Luna
"Kamu gak lembur kan? Aku jemput ya.." Kata Ka Candra
"Ohh iya deh, aku gak akan ambil lembur." Kata Luna
Didalam mobil.
"Kamu tau gak kabar Ikbal gimana?" Kata Ka Candra
"Enggak tau.. Dia gak hubungin aku dari waktu itu." Kata Luna
Sepertinya keluarganya masih belum mengetahui dimana Ikbal..
"Apa perlu aku hubungin temen temennya?" Kata Luna
"Kalau boleh, Kaka minta tolong ya.. Tapi nanti aja, Kita makan dulu. Kaka laper." Kata Ka Candra
"Baik kaka Candra." Kata Luna tersenyum bersemangat
Hari demi hari Luna merasa semua sudah menjadi baik baik saja.. Bahkan dia mulai terbiasa tentang Ikbal, tidak ada rasa sakityang berlebihan seperti saat dia menerima semuanya.. Ka Candra mengambil adil dalam keterpurukan hingga dia menjadi tegar saat ini.
"Kaka gak balik kerja ke kota K?" Kata Luna
"Kaka rencananya pindah ke sini aja, lagi proses pengajuan sih... Lagian kaka sekarang emang lagi libur. mudah mudah besok udah di acc.. jadi bisa temenin kamu disini... Ehhh maksudnya Nemenin keluarga juga, kan lagi keadaan kaya gini." Kata Ka Candra panjang lebar dan sedikit berkelit
"Ohhhh gitu ya..." Kata Luna
Luna sampai rumah pukul 20.00
__ADS_1
Luna sudah ada dikamarnya selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya. Dia ingat dengan perkataan Ka Candra, dia akan membantunya mencari tau keberadaan Ikbal..
Dia memutuskan menelepon Teman Ikbal satu persatu..
"Hallo! Ridwan ini Luna" Kata Luna
"Oh ya kenapa lun?" Kata Ridwan
"Kamu tau Ikbal dimana gak?" Kata Luna
"Ikbal? duh sorry aku gak tau. Udah 3 mingguan dia gak dateng ke tongkrongan." Kata Luna
"Oh gak tau ya,Ehhh wan nanti kalau tau info Ikbal hubungin aku ya." Kata Luna
"Oh ok siappp..." Kata Ridwan
"Ok thankyou ya wan.." Kata Luna
"Yoi santai." Kata Ridwan mematikan teleponnya
Luna menelepon teman Ikbal yang lain, Ikbal memang memiliki beberapa tongkrongan. Sebagian dari teman Ikbal Luna juga mengenalnya.. Mudah mudahan diantara mereka ada yang tau keberadaan Ikbal.
"Ya, Hallo kenapa Lun. Kangen ya sama aku?" Kata Justin
"Dih najisss,," Kata Luna
"Dih males lah..." Kata Justin
"Ehh jangan ngamuk dongg, aku mau minta tolong nih!" Kata Luna
"Alah bagian minta tong bujuk aku, Apaan ada apa?" Kata Justin
"Kamu tau Ikbal dimana gak?" Kata Luna
"Ikbal??? Ikballl gak tau sihh.." Kata Justin
"Lah coba inget inget lagi deh, siapa tau ada gitu kabar ditongkrongan kabar Ikbal.." Kata Luna
"Bentar gw inget inget dulu.. Gak ada sih, tapi nanti gw tanyain di grup wa deh.. Siapa tau ada yang tau." Kata Justin
__ADS_1
"Yaudah deh Makasihhh ya." Kata Luna
"Udah gitu doang? emang si Ikbal kenapa?" Kata Justin
"Kabur dari rumah, gak disetujuin nikah sama cewenya." Kata Luna
"Hah cewenya? siapa?" Kata Justin
"Sansan?" Kata Luna singkat
Luna memang selalu begitu nyerocos ketika ditanya justin. Mereka saling terbuka jika sedang berbicara. Tapi akan diam saat sedang sakit hati.
"Sansan? Sansan temen SMA kita?" Kata Justin
Mereka memang satu sekolah saat SMA, Justin juga sangat dekat dengan Luna ataupun Ikbal pada masanya..
"Iya, Udah lah kalau ada kabar kabarin ya.. Penting." Kata Luna
"Hehhh iya iya.. Pasti. nanti gw , eh aku cari info." Kata Justin
"Ok thankyou.." Kata Luna
Langsung dimatikan oleh justin.
...****************...
Setelah Luna menelpon Justin, Justin sepertinya mengingat ngingat apa saja yang terjadi ditongkrongan belakang ini. Dia mulai mencari celah apa sedikit infomasi tentang Ikbal belakangan ini..
"Gw tanya grup deh." Kata Justin sambil membuka grupnya
Jarang sekali dia memberi tanggapan atau bertanya sesuatu di grup wa teman tongkrongan SMA nya.
Tidak ada yang menjawab satu orangpun di grup.
Tidak ada juga yang menjawab hanya beberapa orang yang melihat...
__ADS_1
Justin berfikir keras dimana misalnya Ikbal pergi. Walau mereka selalu bertengkar saat bertemu. Tapi mereka selalu saling perduli. Dulu saat Justin masuk rumah sakit, Ikbal yang selalu menemaninya bahkan sesekali Ikbal bolos untuk menjaganya seharian. Maklum Justin tinggal jauh dari orangtuanya.