
Sudah lama sekali Luna tidak bertemu dengan Ikbal, hati nya begetar sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Bukan karena masih mencintai Ikbal tetapi karena hubungannya yang tidak lagi sama seperti dulu.
"Kamu kenapa?" Kata Candra memegang tangan Luna
"Gak apa apa." kata Luna tersenyum tipis
"Tenang, Kan ada aku. Kalau ada masalah aku yang lindungin kamu kan." kata Candra menenangkan
Luna hanya tersenyum.. Sedikit tenang tapi juga banyak gelisahnya.
sampai dirumah sakit...
"Assalamm'ualaikum..." Kata Luna dan Candra berbarengan
"Walaikumsalam..." kata Orang orang yang berada didalam ruangan
"Wah Bayi nya cantik banget.. Selamat ya." kata Luna mencoba menentramkan dirinya dengan Ikbal dan Sansan.. Juga mengulurkan tangannya..
Ikbal tak menampakan reaksinya. Bahkan melewati Luna dan langsung menyapa kaka nya.. Untunglah Sansan menanggapinya walau acuh tak acuh. Tidak terlalu malu dihadapan banyak orang.
Luna pun tersenyum kepada Sansan yang juga tersenyum kepadanya walau tipis...
"Eh liat liat Candra bawa hadiah, Bukan Candra sih Luna yang pilih... Bagus gak?" kata Candra sombong mencairkan suasana agar Luna tak terlalu tegang
"Hah? Yang jelas duit abang pasti." kata Ikbal Acuh
Luna yang mendengarkan perkataan Ikbal langsung menundukan kepala, Sakit sekali dipermalukan oleh Sahabatnya sendiri.
"Eh jangan salah patungan." Kata Candra memeluk Luna
"Banyakan duit Luna sih." Kaga Candra memalingkan wajah
Luna yang mendengar Candra tertawa dan menepuk bahu Candra. Karena benar Luna yang banyak patungan dibanding Candra.
"Ya Ampun Candra malu maluin. Luna ayok duduk." Kata Mama Tira
"Iya ma.. Makasih. Ka Casa mana ma?" kata Luna
"Oh Casa udah dateng tadi. Katanya ada acara sama Tama. Jadi pulang duluan. Tapi dia titip salam buat kamu. Kangen katanya." kata Mama Tira asik mengobrol dengan Luna
Sansan yang melihat calon mertua dan calon kaka iparnya merasa bahwa Mama Tira tidak pernah memperlakukannya seperti itu.. Dia meremas sprei rumah sakit kuat kuat..
"Yaudah.. Kalau gitu Luna pamit dulu ya. Sekali lagi selamat buat Ikbal dan Sansan.. Aku pamit ya Mah, Pah semuanya.. Assalamm'ualaikum." Kata Luna beranjak untuk pergi
"Candra juga ya. Mau nganterin Castri biasanya.." kata Candra mengedipkan matanya kepada Papa dan Mamanya
Mama dan Papa hanya menertawakannya...
"Assalamm'ualaikumm." Kata Candra pamit kepada orang tua dan adiknya
__ADS_1
Luna dan Candra keluar ruangan segera menuju mobil untuk makan siang...
"Jadi kapan Ikbal nikah sama Sansan?" kata Luna
"Kayanya udah Sansan baikan deh." kata Candra
"Ohh.. Jadi Ikbal duluan?" kata Luna
"Yaa... Begitulah. Kita harus ngalah kan." Kata Candra
Luna mengembangkan senyumnya.
"Jangan Jangan Kamu udah gak sabar ya? Pengen nikah sama aku?" Kata Candra penasaran
"Dih sembarangan. Sekarang anterin aku ke Tempat kerja." kata Luna Memerintah
"Baik Istriku." kata Candra
Luna hanya menggelengkan kepalanya...
Ditempat kerja..
"Aku pulang ya." kata Candra
"Iya hati hati ya." kata Luna
Candra pun segera pergi meninggalkan Luna..
"Luna.." kata Ridwan memanggilnya dari kejauhan
"Haiii... Ridwan eh ada Yoga juga." kata Luna menyapa
"Udah mau masuk?" kata Ridwan
"Belum. Masih 2 jaman lagi." Kata Luna
"Yaudah nongkrong dulu yuk. Di caffe depan. Tenang ditraktir Yoga." kata Ridwan
"Lah.. Ko gw." kata Yoga yang dari tadi berdiri hanya memperhatikan Ridwan dan Luna
Ridwan hanya melirik Yoga...
"Ok ok..." kata Yoga pasrah
Mereka bertiga pun pergi ke Caffe yang berada di didepan swalayan hanya tinggal menyebrang...
"Pesen apa? Pesen aja bebas. Tenang gw kerja paruh waktu. Jadi bisa lah traktir kalian... Air putih air putih mah bisa lah." kata Yoga bergurau
"Hahaha.... Kalau air putih ngapain kesini. Swalayan banyak ga." kata Luna balik meledek
__ADS_1
"Ampun lu yog. Malu maluin gw." kata Ridwan mengusap kepala yoga dengan kesal
"Haha.. Bercanda. Pesen pesen bebas...." kata Yoga menyerahkan buku menu kepada Luna
"Udah lama banget ya kita gak ketemu kaya gini." kata Ridwan
"Iya, Sosoan sibuk sih." kata Luna
"Iya kamu yang begitu." kata Yogaa yang menyalakan rokonya
"Becanda becanda anggap aja serius.. Ehhh... hahaha." kata Yoga , Yang juga menertawakan kelakuan Yoga
"Gimana kabar si Ikbal?" kata Ridwan tiba tiba
Luna dan Yoga yang sedang memilih minuman dan makanan pun mendadak diam dan saling pandang..
"Ngapain lo tiba tiba nanyain Ikbal? katanya gak perduli?" kata Yoga
"Ya nanya doang." Kata Ridwan mengambil asbak
"Ya ya.. Sansan baru lahiran kemaren malem. Terus katanya sih mau nikah pas udah sembuh." kata Luna
"Jujur ya.. Gw penasaran sih. Ko bisa ya si Ikbal bikin anak?" Kata Ridwan
"Goblok lu Ridwan." kata Yoga
"Ehhh.. bukan bukan maksud gw. Kalian taukan sifat si Ikbal? Masa iya sih?" kata Yoga
"Maybe.." kata Luna
"Tapi ya.. Aku punya satu rahasia.." kata Luna
"Apaan?" kata Yoga dan Ridwan
Luna pun membisikan kejadian yang pernah dia lihat saat dirumah Ikbal...
"Serius lo!" kata Yoga kaget
Semua pengunjung pun memperhatikan Yoga..
"Sssttttt...." Kata Luna
"Aku cuma cerita sama kalian doang.. Gak berani cerita sama orang lainn." kata Luna
"Aneh sih menurut gw." kata Ridwan
"Udah lah. Lagian mereka juga udah mau nikah. Ngapain dipikirin lagi?" kata Luna
"Minum minum dateng nih minumannya." Kata Yoga
__ADS_1
Mereka pun masih ngobrol ngalur ngidul. Entah tentang pekerjaan, Pendidikan atau kehidupan mereka sehari hari...
Sampai 2 jam pun berlalu dan Luna harus balik ke swalayan...