Kaka Ipar

Kaka Ipar
Penenangan hati


__ADS_3

Sejak kejadian di bukit bintang, Luna mengambil cuti untuk tidak bekerja diswalayan dia ingin pergi kerumah nene yang ada dipinggiran kota S. Tempat yang sejuk, jauh dari polusi udara dam keramaian.


Luna hanya memikirkan sosok Calon Suaminya yang ternyata bisa memeluk wanita lain dihadapannya. Candra yang baik hati, Setia dan penyabar sempurna untuk menjadi suami idaman ternyata bisa melakukan hal yang membuatnya pergi dari rumah dan menetap dirumah nene selama beberapa hari kedepan...


Rumah Nene memiliki pemandangan yang membuat hati tenang, Ada sawah dan pegunungan yang akan didapatkan ketika duduk didepan rumah sejauh mata pemandang...


"Hmmmmmm..."


Luna menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.


"Seger..." Kata Luna


"Luna cantik." Kata Nenek


"Nenek, duduk nek." Kata Luna


"Iya cantik, Kamu kenapa? ko tiba tiba pengen kerumah nene?" kata Nenek


"Kangen aja sama Nenek, Tidak boleh kah Luna main kesini." kata Luna


"Boleh.. Bolehh.. Nene senang Luna datang kesini." Kata Nenek


Nenek mengusap pipi cucunya dengan lembut.


"Nene mau buat teh manis, Luna mau?" kata Nenek


"Boleh nek." Kata Luna


Nenek langsung pergi kedapur karena memberi ruang untuk cucunya menenangkan diri.


Luna menatap pemandangan didepannya, Tapi fikirannya terus memikirkan Candra yang memeluk wanita lain dihadapannya.


"Apa Candra emang masih mau sama Violet ya?" Kata Luna dalam hati


"Tapi Candra pernah bilang kalau dia udah lupain Violet." Kata Luna


Luna terlalu over thingking dengan apa yang dia takutkan. Kekecewaan yang pernah datang menghampirinya saat mengharapkan Ikbal kini kembali saat dia takut bahwa Candra juga akan mengecewakannya..


"Apa aku putus aja ya?" Kata Luna bergumam spontan


"Luna, siapa yang mau kamu putuskan?" kata Nene tiba tiba datang mendengar gumaman Luna


"Eh Nene, Tidak apa apa nek." Kata Luna


"Tehnya diminum dulu." kata Nenek


"Makasih ya Nek." kata Luna


"Cucu Nenek, Nene gak tau kamu ada masalah apa diluar sana. Yang jelas seandainya masalah ini berat. Coba kamu berbicara dengan orang yang sedang bermasalah dengan kamu. Jangan sampai kamu menyesal ketika orang itu benar benar pergi." Kata Nenek tersenyum ramah.


Ya, Nenek orang yang ramah. Baik dan bijak sana. Tak beda jauh dengan Mama. Mungkin Sifat Mama sekarang itu karena Nenek adalah Ibunya. Sedangkan Aku sifat ku mungkin sudah tercampur dengan sikap ayah yang over thingking.


"Tuhan tak akan pernah tidur Nak. Dia tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya. Luna sayang, Seberat apapun beban yang kamu dapat... Pasti akan ada jalan keluarnya." Kata Nene mengelus rambut Cucu kesayangannya


"Untuk beberapa hari kedepan Luna disini dulu saja. Setelah memiliki keputusan Luna baik baik bicara sama Candra ya." Kata Nenek


Dia tidak pernah bercerita tentang Candra kepada Nenek. Tapi Nenek tau dengan siapa dia bermasalah. Mungkin selama ini Mama selalu menceritakan tentang kehidupannya kepada nenek.


...****************...


(Chandra...)


Beberapa hari ini Chandra tak bisa menghubungi Luna. Teleponnya tidak aktif. Wa nya diblokir... Salah Candra karena tidak mempunyai nomber telepon Luna yang lain.

__ADS_1


"Luna kemana ya? ko beberapa hari gak ada kabar. Atau masih marah?" Kata Candra yang mondar mandir didalam kamarnya.


"Kerumahnya mamanya selalu bilang Luna gak ada dirumah. Ditanya kemana mamanya cuma bilang ada urusan." Kata Candra lagi


"Urusan apa ya?" Kata Candra


"Kata temen kerjanya Luna Cuti 5 hari. Luna sebenernya kemana sih?" Kata Candra


"Telepion Ka Casa deh. Siapa tau dia mau bantuin aku." Kata Candra yang langsung menelepon Kakanya


"Hallo!" Kata Ka Casandra


"Kenapa dek?" kata Ka Casandra


"Ka boleh minta tolong gak?" kata Candra


"Minta tolong apa?" kata Ka Casandra


"Teleponin Luna cari tau Luna dimana. Boleh?" Kata Candra


"Ohh sorry dek, Luna nge blokir wa aku... Kamu ada masalah ya?" kata Ka Casandra yang dari kemaren menelpon wa Luna untuk bercerita tapi tidak dijawab terus menerus sampai akhirnya dia tau bahwa wanya sudah diblok.


"Duh, Gimana nih." Kata Candra sedikit kesal


"Mending kamu selesaikan baik baik deh de. Jangan sampai nanti kamu nyesel." kata Ka Casandra memberikan saran


"Iya ka. Makasih." kata Candra lalu menutup teleponya


"3 hari loh ini, Luna dimana sih." Kata Candra kesall


"Kerumah nya lagi kali ya." Kata Candra yang segera membawa jaketnya dan berlari kebawah menaiki motor milik adiknya


Sampai dirumah Luna...


"Assalamm'ualaikum..." Kata Candra


terdengar langkah kaki dari dalam rumah dan pintu pun terbuka..


"Waalaikum'salam.. Candra." kata Mama Luna


"Mah." Kata Candra menganggukan kepalanya


"Luna ada?" Kata Candra


"Luna? Luna belum pulang Candra." kata Mama Luna


"Luna kemana ma?" kata Candra


"Ada urusan. Udah ya kalau gak ada urusan lagi mama mau masak.." kata Mama Luna yang perlahan menutup pintunya


Candra menahan tutupan pintu itu.


"Candra mohon mah. Luna dimana?" kata Candra yang memohon menahan tangis


"Mama gak tau Candra." kata Mama acuh


"Candra mohon mah. Candra gak bisa kaya gini terus. Candra pengen ketemu Luna mah.." kata Candra memohon


"Hmmm.." kata Mama membuang nafas


"OK.. mama kasih tau Luna dimana. Tapi, Jangan buat dia sakit hafi lagi. Mama gak mau kalau Luna sakit hati untuk kesekian kalinya karena keluarga kalian Candra." kata Mama sedikit meninggikan nadanya


"Iya ma... Makasih maaa..." kata Candra tersenyum bahagia.

__ADS_1


Mama kemudian menjelaskan Luna ada dimana. Dan Candra segera pulang kerumah untuk bersiap pergi kerumah Nenek Luna dengan perasaan senang dan juga degdegan. Senang karena akan bertemu dengan Luna. Dan degdegan karena akan bertemu dengan Nenek dari Luna. Sikap apa yang akan ditu jukan nenek nya kepadanya ya.


Hari esok...


Candra sudah bersiap untuk berangkat menuju rumah nenek Luna untuk bertemu dengan Kekasih dan Calon Istrinya. Dengan perasaan senang dan juga tegang..


"Degdegan." kata Candra


"Mah pah aku pergi dulu ya. Mau ketemu bidadari dulu... Byeeee..." kata Candra yang melewati sarapan pagi bersama keluarganya


"Liat tuh anak kamu." Kata Mama Candra


"Hah. Anak kamu juga kan." kata Papa Candra melanjutkan makannya


Candra segera masuk mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat. Tak sabar mungkin akan bertemu dengan Calon Istrinya. Sudah 4 hari dan dia sangat merindukannya...


Kurang lebih 1 jam 35 menit Candra sampai dikampung halaman Luna, Disana dia bertanya tentang alamat yang diberikan oleh Mama mertuanya kepada setiap orang disana...


Sampailah disalah satu rumah sederhana tetapi cukup apik dan memiliki pemandangan paling mempesona...


"Permisi, Assalamm'ualaikum..." kata Candra yang melihat pintu rumahnya terbuka


"Waalaikumsalam.."


seorang perempuan paruh baya menghampiranya dari dalam rumah. Muka nampak sedikit dengan Ibu mertuanya. Begitu melihat Nenek tersebut dia yakin itu adalah rumah Nene dari Luna.


"Iya siapa ya?" kata Nenek Luna


"Candra Nek.. Ini benar rumah Nene Yuke?" kata Candra


"Ahhh... ya.. Ya... masuk masuk nak." kata Nenek Luna mempersilahkan untuk Candra masuk dan duduk


"Mau minum apa nak Candra?" kata Nenel Luna ramah


"Apa aja nek. Terima kasih." kata Candra


Yang ditinggalkan oleh nenek menuju dapur.


"Assalamm'ualaikum.... Neeekkkk..." Kata Luna yang pulang kerumah nenek setelah berbelanja beberapa sayuran dipasar


Luna yang masuk rumah kaget melihat kedatangan Candra Kerumah neneknya.


"Candra." kata Luna spontan


"Lunaku." kata Candra yang segera berdiri hendak memeluk kekasihnya.


"Ahemm... ." Kata Nenek


"Apaan sih kamu! Kamu ngapain kesini?" kata Luna ketus


"Nak Candra ini minumnya ya." kata Nenek yang berlalu meninggalkan cucu dan Calon suaminya diruang tamu


"Lunaa..." kata Candra


"Apa!" Kata Luna ketus


"Padahal jauh jauh kesini pengen ketemu Castri tapi dijutekin." kata Candra pura pura menangis


"Castri???" kata Luna heran


"Calon Istri." kata Candra manja dan memegang tangan Kekasihnya


"Idihhhh... Udah keluar yuk. Gak enak sama nenek." kata Luna menarik tangan Candra keluar dari rumah.

__ADS_1


"Yes, Dipegang tangan candra."


__ADS_2