Kaka Ipar

Kaka Ipar
Ikbal Presents


__ADS_3

Ikbal sedang duduk dibalkon depan kamarnya. Memandang langit berbintang dan bulan yang bercaya terang malam ini.


Dulu, Dia selalu memandang langit bersama sahabatnya.


"Hmm Tiba tiba inget Luna." Kata Ikbal dalam hatinya.


"Ngapain disini?" Kata Sansan yang datang dan menggendong anaknya


"Liat pemandangan. Langit nya bagus."Kata Ikbal


"Oh... Jagain Galih dong. Aku mau mandi dulu." Kata Sansan


"Ok. Siniin." kata Ikbal yang mengambil galih dari genggaman Sansan


Sepanjang malam hanya memikirkan sahabatnya Luna. Gengsi yang sudah tertanam tidak dapat terbantahkan. Sejak dimana dirinya merasa Luna adalah duri dihidup nya dia menganggap Luna bukan lagi sahabatnya.


Apa lagi sekarang? Kenyataanya dia menjadi kaka iparnya sendiri. Tak terima menyelimuti hatinya, Orang yang menyakitin hati sansan. Bilang bahwa Galih bukan anaknnya. Sekarang malah menjadi kaka Iparnya.


"Terlalu rumit." kata Ikbal bergumam


Dia ingat saat SMA mereka selalu menghabiskan waktu berdua. Pindah dari satu tongkrongan ke tongkrongan lain. Lambat lambat menjadi terkenal disetiap tongkrongan. Mulai kenal Ridwan, Justin, Kemal dll.


Teman temannya juga menerima Luna dengan senang hati. Malah setiap Ikbal tidak datang bersama Luna. Mereka akan meminta Ikbal menjemput Luna.. Atau mereka sendiri yang menjemputnya. Ya Luna memang anak yang pandai bergaul. Walau banyak tongkrongan sikapnya tidak pernah berubah. Tetap rendah hati, Tidak terbawa oleh lingkungan.


Luna terlalu diterima banyak orang. Itu yang membuatnya banyak disayang...


Orang tua Ikbal juga entah mengapa malah menerima Lhna dengan lapang dada. Dia bahkan dibolehkan untuk menginap dan tidur berdua dengan aku dikamar ini. Mereka terlalu percaya pada Luna.. Bahkan mereka yang mendorongnya masuk kekamar Ikbal...

__ADS_1


Ikbal dulu tak ambil pusing. Ikbal hanya menganggap Luna sebagai sahabatnya. Dan Teman 24 jam bisa diajak susah... Ikbal sadar saat lulus sekolah Luna menyukainya. Tapi Ikbal tak pernah menghiraukan Luna. Tak ada celah untuk Luna masuk kehatinya. Karena yang terjadi dihatinya ada sansan yang sekarang menjadi Istrinya... Apa lagi ada Galih yang sekarang lahir.


Mungkin kalau dulu sikap Luna tidak keterlaluan kepadanya, Mereka akan tetap bersahabat.. Tapi semua sudah berakhir...


Tiba tiba dia teringat dengan Sahabat tongkrongannya Ridwan dan Justin...


Ridwan dan Justin sudah tidak pernah menghubunginya sejak Ikbal menampar Luna sebanyak 2x..


"Apa kabar temen tongkrongan ya?" kata Ikbal


"Kangen banget nongkrong." kata Ikbal bergumam


"Gw telpon aja kali ya?" Kata Ikbal


Ikbal pun menelepon Ridwan...


"Hallo wan. Gw Ikbal." kata Ikbal


"Ikbal? Oh ada apa?" kata Ridwan


"Gpp, Kita nongkrong yuk?" kata Ikbal


"Sorry bal. Gw sibuk..." Kata Ridwan yang langsung mematikan teleponnya


"Hallo... Hallo wan?" kata Ikball


"Yah mati..." kata Ikbal

__ADS_1


"Justin. Pasti dia gak sibuk." kata Ikbal yang menelepon Justin dengan semangat


"Hallo? Siapa nih?" kata Justin


"Tin ini gw. Ikbal..." Kata Ikbal


"Ikbal? Ikbal mana ya?" kata Justin


"Ikbal Tongkrongan warung bu toha.. inget kan?" kata Ikbal


"Oh sorry gw gak inget punya temen namanya Ikbal." kata Justin yang langsung mematikan teleponmya


"Apaan apaan sih nih orang orang?" kata Ikbal kesal


Tak ada yang mau berteman lagi dengan Ikbal. Dia baru saja ingat kata kata ridwan yang sudah memutuskan pertemanan nya dengan Ikbal saat Ikbal menampar Luna untuk dua kali..


"Batu inget gw..." Kata Ikbal yang berdiri hendak menidurkan gilang


-----------------------------------------------------------


Masa dipinggiran Kota...


Sejak Sansan hamil anaknya. Ikbal mengajak sansan hntuk pindah ke pinggiran kota agar suasana lebih nyaman... Cuti kuliah fokus untuk menemani istrinya...


Dia diberikan uang oleh papa Lukman sebagai modal hidup disana dengan cukup. Tapi Sansan yang sudah mengenal duit banyak malah menghamurkannya.. Begitu lah sehingga dia meminta uang kembali pada papa Lukman. Papa yang ingin membuat Ikbal bertanggung jawab tidak menggubrisnya..


Candra yang tidak tega dengan keadaan adiknya. Membagi tabungannya untuk adik kesayangan nya... Tapi tidak disangka Ikbal malah berlebihan dan memperlakukan Luna seenaknya..

__ADS_1


__ADS_2