Kakak Iparku Ayah Dari Anakku

Kakak Iparku Ayah Dari Anakku
Tertuduh


__ADS_3

...****************...


Tubuh Audina seketika kaku. Mata orang-orang yang berada diruang tamu, pun menatap selidik kearah nya.


“Bukan aku yang mendorong Ratu kesana,” kilahnya.


“Lalu kenapa kau ada di kolam?” Tanya Dika.


“Itu bukan aku. Aku memang datang ke kolam renang, tapi saat Ratu sudah tenggelam dan aku akan membantunya tapi, tak bisa!”


"Kenapa tidak bisa?" Kirani segera memotong.


Namun, mulut Audina tak mau menjawabnya. Bisa-bisa Kirani sadar bahwa ini adalah adiknya.


Dika kembali mengulang rekaman CCTV-nya. Jelas disana terlihat seorang wanita yang memakai baju percis yang sedang dikenakan Audina sekarang, tengah membelakangi kamera dan dengan sengaja mendorong ratu. Mana bisa perempuan itu mengelak.


“Kamu tega audina! Aku pikir kamu wanita baik. Tapi, ternyata...” Kirani menggelengkan kepalanya tak percaya dan menangis.


“Mbak, saya tidak—“


“Bawa Audina ke gudang dibawah. Kurung dia sampai Ratu sadar dan mengatakan sebenarnya!” Dika memerintah kearah dua pengawal wanita yang menjaga.

__ADS_1


Saat pengawal akan membawa tubuh Audina, Adrean menghalangi. “Jangan berani sentuh ibuku!” ucapnya. Namun, meskipun genius, anak itu masih kurang memperbesar tubuhnya, sehingga dengan mudah Dika menarik tubuh Adrean. Dan pengawal itu membawa Audiana.


“Izinkan aku, untuk berbicara dengan anakku,” mohon Audina.


Dika mengangguk. Dan dua pengawal melepaskan dahulu Audina.


“Ad, jangan nakal. Obati nenek Rosi seperti perjanjian, jika rindu, datangi ibu ke gudang. I love you.” Ucap Audina dan memeluk sesaat Adrean.


Dia pun berdiri, namun kala langkahnya akan melewati dika. Pria itu berbisik. “Kau akan membunuhku anakku, lagi Audina. Tapi tak akan kubiarkan.” Bisiknya.


Bisikan itu, membuat Audina menatap Dika, tapi belum sempat ia bertanya. Tubuhnya telah terseret ke tangga menuju gudang.


...


Adrean menduduki diri dikursi gaming. Melihat komputer di hadapannya. Dan berfikir bagaimana cara mengungkapkan kebenaran untuk ibunya.


Sebenarnya mudah caranya. Tinggal tunggu saja Ratu sadar, dan memberi kesaksian bahwa Audina tak bersalah. Tapi, kemungkinan terburuk dari Ratu adalah jika anak perempuan itu malah, membenarkan bahwa Audina lah yang mendorong ia ke kolam.


Jadi, untuk menghindarkan itu Adrean bersandar disana. Adrean tiba-tiba, teringat sesuatu. Noah. Pria itu bisa merentas rekaman CCTV dirumah ini.


Tapi, bukan CCTV yang berada dikolam renang, karena sang pelaku di rekaman tadi pun tak memberikan wajahnya. Melainkan CCTV yang terpasang dilantai dua kamar audina. CCTV tu terletak di balkon, dan juga menyorot kolam renang namun dari arah berlawanan.

__ADS_1


Dan kemungkinan, wajah sang pelaku akan terlihat disana. Meski akan di zoom.


“Paman?” Adrean lebih dulu menyapa.


“Apa lagi adrean?” suara Noah seperti lelah dari seberang sana.


“Bisa kah paman lentas cctv dirumah nenek Losi? Ini penting!”


“Okay. Tapi bisa jelaskan secara rinci? Aku tak mau jika mencarinya untuk tindakan jahat.”


“Tidak. Intinya mommy di salahkan padahal dia tak melakukan perbuatan itu. Setelah selesai akan kujelaskan detail padamu. Oh iya paman, lekaman CCTV yang telletak dibalkon kamar mommy, kau tahu kan?”


“Ya. Nanti aku kirim. Tapi kau potong sendiri videonya.”


Setelah mengiyakan sambungan terputus. Butuh waktu beberapa menit, sampai sebuah file yang berisi video terkirim ke komputer adrean.


“Baiklah akan ku cari sekarang!”


...****************...


Ingat ya, Adrean cadel. Jadi ... Huruf R jadi huruf L ^_^

__ADS_1


__ADS_2