Kakak Iparku Ayah Dari Anakku

Kakak Iparku Ayah Dari Anakku
Cadel huh


__ADS_3

...****************...


Pagi itu, Audina dikejutkan dengan putranya yang sudah tak ada di kamar. Setelah dicari sekeliling rumah pun, keberadaan Adrean tetap tak ditemukan. Yang berakhir, Audina meminta tolong pada Rosi, sebab sudah frustasi. Untung saja, nyonya Rosi, mau membantu dan langsung menyuruh para pengawal pribadinya untuk mencari Adrean.


“Sisil, apa dirumah ini ada ruangan yang belum kita masuki?” tanya Audina dengan berkacak pinggang.


Sisil tak langsung menjawab. Lebih memilih untuk menimbang-nimbang dahulu jawabannya. Setelah yakin, ia pun menatap Audina. “Ada, kamar Ratu dilantai tiga.” balasnya.


Audina meminta untuk diantar kekamar ratu, lalu Sisil menyanggupi. Sebab jauh, jadi mereka memakai lift.


Sisil kembali memimpin jalan, saat telah sampai dilantai tiga.


“Nona Ratu, ini aunty Sisil,” panggilnya dengan lembut.


Kepala Ratu menyembul dari balik pintu, dia tak bertanya apapun.


“Hm, apa kau melihat anak lelaki pagi tadi, Ratu?” tanya Sisil dengan mensejajarkan tubuhnya.


Dia bertanya ini, sebab tahu, Ratu jika jam tiga pagi sampai terdengar adzan subuh, selalu turun untuk mengisi perutnya atau sekedar berjalan ke taman.


Awalnya Ratu tak ingin menjawab, tapi ia melihat wajah Audina yang seketika ingat pernah ditolong. “atu, liat, dia tuyis surat terus di impen di aci meja tipi.” Ucap Ratu yang masih belum pandai berbicara.

__ADS_1


Setelah mengucap Terimakasih, Audina segera berlari kebawah dan mendapati surat yang dimaksud Ratu.


Dalam surat itu tertulis jika Adrean pergi ke seminar tentang mobil impiannya. Ternyata Adrean ke sana juga bersama Dika. Lantas setelah itu Audina bisa duduk tenang di sofa.


“Dasar anak bandel satu ini! Awas aja kalo pulang, akan ku kurung dia di selimut! Ya tuhan, dia melakukan apa, sampai sekarang mempunyai otak yang begitu manjur?”


Meninggalkan sang ibu yang frustasi. Mari kita lihat bagaimana kelakuan anaknya.


Adrean bertepuk tangan dari tempatnya duduk, setelah seminar disalah satu kampus itu selesai. Melihat dika yang sudah masuk ke ruangannya, adrean mengikuti dari belakang.


Orang-orang yang melihat Adrean berjalan gemas sendiri. Penampilan anak itu menggunakan tas mini di punggung, jaket serta topi berwarna senada. Membuat dia terlihat imut. Apalagi tubuhnya seperti tenggelam oleh jaket keberasaran.


Dika menoleh. Ia menghela napas lagi, kalau bukan karena anak itu nekat bersembunyi dibagasi mobilnya, mungkin dia tak akan ada di sini.


“Aku ada sedikit ide untuk rancangan mobil rumahmu, apa kau ingin tahu? Pasti lah.” Tanya serta jawabnya sendiri, penuh antusias.


Dika mungkin terlihat tak perduli, karena memejamkan mata. Tapi kenyataannya kedua telinga lelaki itu mendengarkan setiap ucap yang keluar dari mulut Adrean.


Dari yang Dika tangkap. Adrean ingin, jika mobil rumah, dapat menampung banyak orang. Lalu banyak tempat yang dapat dijadikan juga tempat tidur. Tetapi, yang dibedakan dari mobil rumah ini dengan yang lain adalah, rancangan luar mobil yang harus tetap terlihat keren. Tidak seperti bus-bus kota yang monoton.


Iya, dika akui lumayan juga idenya. Apalagi saat berbicara tentang tampilan mobil yang harus keren walau mobil itu hanya sebagai rumah berjalan.

__ADS_1


“Uncle! Bagaimana? Ideku celdas sekali kan? Oh tentu.” Adrean terlihat bangga akan dirinya sendiri.


Mata Dika membuka, dia tersenyum miring. “Kau cadel, ad?”


Seketika Dika ingin menyerbukan tawanya, saat melihat wajah Adrean memerah. Ternyata anak ini memiliki kekurangan, yang tak terduga.


“Jika iya, memang kenapa? Cih, melasa sempurna kau uncle!” Adrean merenggut tak suka.


“Aku memang sempurna, tak ada celah sedikit pun.” Balas Dika percaya diri. “Jaz!” panggil pria itu pada asistennya.


Seorang yang dipanggil Jaz datang, dia memberi hormat pada Dika.


“Sudah selesai kan?”


“Iya, tuan. Mobilnya pun sudah siap, kita pergi sekarang?”


“Iya.” Balas Dika yang sudah berdiri dari duduknya. Ia lalu tatap Adrean yang masih memalingkan wajah. “Kau bocah cadel! Cepat jalan. Tapi jika ingin disini ya silahkan, aku tak rugi.”


Meski kesal, tapi Adrean masih berusaha tetap mempertahankan sifat coolnya dihadapan om-om menyebalkan satu ini.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2