Kakak Iparku Ayah Dari Anakku

Kakak Iparku Ayah Dari Anakku
Ketakutan dan teringat masa lalu


__ADS_3

...****************...


Kebiasaan seorang Adrean Drucula sebelum tidur adalah di puk-puk kepalanya sembari diceritakan oleh sang ibu.


Makannya meskipun, kamar mereka berbeda tapi, Audina selalu melakukan kewajibannya demi Adrean. Dan datang ke kamar anak itu.


Dengan posisi Adrean yang terbaring di pelukannya. Audina menepuk-nepuk kepala sang putra. “Ad, mom hari ini tak akan menceritakan kisah dongeng. Tapi akan menggantinya dengan cerita yang harus kau jawab pertanyaannya. Boleh?”


“Telserah mommy saja. Aku pasti bisa menjawab semuanya.”


Audina menggeleng. Sifat sombong dijiwa Adrean memang sudah mendarah daging. “Okay. Dengarkan dulu cerita untuk pertanyaanmu nanti,”


“Di zaman dahulu, ada dewi yang memiliki seorang putra. Namun, putra itu tak tahu ayahnya siapa, sebab dewi menyembunyikan identitas ayahnya. Karena tahu ayah putra itu begitu jahat. Tapi, tiba-tiba ayah dia datang dan meminta putranya untuk ikut saja dengan ia. Tanpa dewi. Lalu menurut, ad, apa anak itu harus ikut ayahnya?”


Adrean yang tadinya memainkan jari sang ibu, lantas menatap serius wajah Audina. “Ikut saja. Menulut, Ad, Mommy nya juga jahat. Dia menghalangi ikatan seolang ayah dan anak untuk belsatu. Itu pelbuatan buruk.” jawab yakin adrean.

__ADS_1


“Loh, kenapa? Ayah itu jahat, terus masa anaknya rela ninggalin dewi, yang udah rawat ia dari kecil. Cuman demi lelaki yang gak sama sekali bantu dia hidup?” audina berhenti mengelus kepala adrean dan melihatnya penuh tanya.


“Yah, jika aku jadi anak itu. Aku akan bawa dewi juga bersama ayah. Tidak mungkin, kan meninggalkan seorang ibu sendirian?”


“Tapi, ayahnya melarang, ad.”


“Kan bisa dipaksa. Udah ah mom, Ad mau tidur. Tenang, Ad tak akan meninggalkanmu. Good night.” Adrean langsung memunggungi Audina dan menutup kedua matanya. Mau tak mau Audina beranjak pergi setelah mematikan lampu.


Sebenarnya ini ketakutan yang sedari lama, Audina pendam dalam dirinya. Dia paham, Dika memiliki kuasa atas segalanya. Dan Audina tak membayangkan jika, kekuasaan itu dika pakai untuk mengambil adrean dari hidupnya.


Dengan pelan audina menaiki tangga. Lalu masuk kedalam kamarnya. Setelah mengunci dan menghidupkan lilin aroma. Audina tidak beranjak ke kasur. Melainkan, ke balkon. Berniat, melihat bintang serta bulan dilangit cerah hari ini.


“Oh ternyata sekarang sedang gerhana matahari!” audina girang sendiri melihat bulan berwarna merah. Dia sudah lama tak melihat fenomena seperti ini.


“Bodoh! Itu gerhana bulan,” sahut seseorang dari samping balkonnya.

__ADS_1


“Astaga!” kejut audina yang mendapati dika, sedang berdiri di pembatas balkon.


Dengan lirikan, Dika menatap perempuan yang ia tahu sebagai ibu dari adrean. Aneh. Ibunya begitu bodoh sedang anaknya bisa se genius itu.


“Aku yakin. Anakmu lebih menurun pada ayahnya,” ucap tiba-tiba Dika. Berhasil mengejutkan lagi Audina.


Wajah perempuan itu sudah tak tertolong jika berhadapan dengan dika.


“Cih. Kau tahu, sikapmu ini malah mengingatkanku kepada seseorang di masa lalu.” Dika mengucapkannya dengan menatap bintang paling terang disana. Lalu masuk kedalam kamarnya.


Yang mampu membuat Audina menunduk. Mengapa lelaki itu, sedari tadi selalu membawa dirinya dalam berkata? Saat didapur, tentang kopi itu, dika memberitahu hanya ada seseorang yang tahu akan racikan kopinya. Dan itu Audina. Lalu sekarang, ia berkata mengingat orang dimasa lalu, yang dipastikan bodoh seperti ia tadi, dan itupun sama. Audina.


Lalu, mengapa .... “Argh! Aku akan jadi wanita terbodoh jika masuk ke jurang pesona kepalsuannya, lagi!”


...****************...

__ADS_1


Hmm, kira-kira audina bakalan jatuh cinta lagi gak ya, sama dika?


__ADS_2